PT Asuransi Jiwa IFG adalah bagian dari Indonesia Financial Group yang bergerak di bidang asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki 21 kantor perwakilan yang tersebar di seantero Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| IFG Life | |
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
| Industri | Asuransi |
| Pendahulu | Asuransi Jiwasraya (de facto) |
| Didirikan | 22 Oktober 2020 (2020-10-22) |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Harjanto Tanuwidjaja[1] (Direktur Utama) Rianto Ahmadi[1] (Komisaris Utama) |
| Produk | Asuransi jiwa , asuransi kesehatan ,asuransi pendidikan dan anuitas |
| Pendapatan | Rp 28,454 miliar (2021)[2] |
| Rp -94,442 miliar (2021)[2] | |
| Total aset | Rp 21,046 triliun (2021)[2] |
| Total ekuitas | Rp 985,643 miliar (2021)[2] |
| Pemilik | Bahana Pembinaan Usaha Indonesia |
Karyawan | 361 (2021)[2] |
| Anak usaha | PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia PT Mitrasraya Adhijasa |
| Situs web | www |
PT Asuransi Jiwa IFG (berbisnis dengan nama IFG Life) adalah bagian dari Indonesia Financial Group yang bergerak di bidang asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki 21 kantor perwakilan yang tersebar di seantero Indonesia.[2][3]
Perusahaan ini didirikan oleh Indonesia Financial Group (IFG) pada bulan Oktober 2020 untuk melanjutkan polis yang telah direstrukturisasi dari Jiwasraya. Pada bulan April 2021, perusahaan ini mendapat izin operasional dari OJK dan menjadi anggota dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Pada bulan Oktober 2021, perusahaan ini menjalin kerja sama bancassurance dengan Bank Tabungan Negara. Pada bulan Oktober 2021 juga, perusahaan ini mendapat tambahan modal sebesar Rp 360 miliar dari IFG.
Pada bulan November 2021, perusahaan ini menjalin kerja sama koasuransi dengan Mandiri Inhealth.[2][3] Pada bulan November 2021 juga, perusahaan ini mendapat tambahan modal sebesar Rp 20 triliun dari pemerintah Indonesia.[4] Pada bulan Desember 2021, perusahaan ini memulai proses pengalihan portofolio dan aset dari Jiwasraya.[5] Pada bulan Juni 2024, perusahaan ini resmi mengakuisisi 80% saham dari Mandiri Inhealth.[6]