Hutan subtropis hijau abadi Kepulauan Nansei adalah sebuah ekoregion terestrial dari Kepulauan Ryukyu, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Nansei, di Jepang. Kepulauan Nansei merupakan busur pulau yang membentang ke barat daya dari Kyushu menuju Taiwan. Pulau-pulau yang lebih besar sebagian besar merupakan pulau vulkanik dan yang lebih kecil sebagian besar merupakan karang. Yang terbesar adalah Pulau Okinawa. Titik tertingginya adalah Gunung Miyanoura di Pulau Yakushima dengan ketinggian 1.936 meter.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Hutan subtropis hijau abadi Kepulauan Nansei | |
|---|---|
Hutan di Gunung Yae, Pulau Okinawa | |
Lokasi Kepulauan Nansei (Ryukyu). | |
| Ekologi | |
| Wilayah | Indomalaya |
| Bioma | hutan berdaun lebar lembab tropis dan subtropis |
| Geografi | |
| Luas | 3,609 km2 (1,393 sq mi) |
| Negara | Jepang |
| prefektur | |
| Konservasi | |
| Status konservasi | Critical/endangered[1] |
| Dilindungi | 813 km2 (23%)[2] |
Hutan subtropis hijau abadi Kepulauan Nansei adalah sebuah ekoregion terestrial dari Kepulauan Ryukyu, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Nansei, di Jepang. Kepulauan Nansei merupakan busur pulau yang membentang ke barat daya dari Kyushu menuju Taiwan. Pulau-pulau yang lebih besar sebagian besar merupakan pulau vulkanik dan yang lebih kecil sebagian besar merupakan karang. Yang terbesar adalah Pulau Okinawa. Titik tertingginya adalah Gunung Miyanoura di Pulau Yakushima dengan ketinggian 1.936 meter (6.352 kaki).
Ekoregion ini merupakan yang paling utara di wilayah Indomalaya, dan memiliki banyak kesamaan tumbuhan dengan Asia subtropis dan tropis.[1]
Kepulauan Nansei beriklim lembap, berkisar dari subtropis di utara hingga tropis di selatan. Arus Kuroshio yang hangat mengalir ke lepas pantai, dan menopang terumbu karang serta mangrove paling utara di Pasifik barat.[1]
Vegetasi alami kepulauan ini adalah hutan cemara berdaun lebar subtropis. Pohon-pohon yang dominan adalah Castanopsis sieboldii, Quercus miyagii, Persea thunbergii, dan Schima wallichii (ssp. liukiuensis). Di hutan pegunungan Pulau Yakushima, konifer termasuk Cryptomeria japonica, Chamaecyparis obtusa, Tsuga sieboldii, dan Abies firma, bercampur dengan pohon cemara berdaun lebar di atas ketinggian 1200 meter.[3]
Komunitas tumbuhan pesisir dan rawa mencakup tumbuhan khas Pasifik tropis, termasuk Ipomoea pes-caprae, Spinifex littoreus, Thespesia populnea, Terminalia catappa, dan Macaranga tanarius. Spesies bakau antara lain Bruguiera gymnorhiza, Heritiera littoralis, Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Nypa fruticans.[3]
Satakentia liukiuensis, satu-satunya spesies dalam genus Satakentia, adalah pohon palem yang endemik di Pulau Ishigaki dan Pulau Iriomote di Kepulauan Yaeyama.[4]
Ekoregion ini sesuai dengan Kawasan Burung Endemik Nansei Shoto, dan merupakan rumah bagi beberapa spesies burung endemik, termasuk Merpati kayu Ryukyu (Columba jouyi), Merpati hijau Ryukyu (Treron permagnus), dan Robin Ryukyu (Larvivora komadori). Mandar Okinawa (Gallirallus okinawae) dan Pelatuk Okinawa (Dendrocopos noguchii) terbatas di Okinawa, dan Ayam Amami (Scolopax mira), Amami jay (Garrulus lidthi), dan Burung thrush Amami (Zoothera major) terbatas di Kepulauan Amami. Sepah ryukyu (Pericrocotus tegimae) dulunya endemik, tetapi dalam beberapa dekade terakhir telah menyebar ke Kyushu, Shikoku, dan Honshu bagian barat.[5]