Pericrocotus tegimae atau dikenal sebagai sepah ryukyu merupakan spesies burung pengicau dalam keluarga sepah, Campephagidae. Spesies ini endemik di Jepang. Sebelumnya, spesies ini dianggap sebagai subspesies dari sepah padang. Nama spesifiknya diambil dari nama naturalis Jepang, Seiichi Tegima.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pericrocotus tegimae | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 22706738 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Campephagidae |
| Genus | Pericrocotus |
| Spesies | Pericrocotus tegimae Stejneger, 1887 |
Pericrocotus tegimae atau dikenal sebagai sepah ryukyu (Ryukyu minivet) merupakan spesies burung pengicau dalam keluarga sepah, Campephagidae. Spesies ini endemik di Jepang. Sebelumnya, spesies ini dianggap sebagai subspesies dari sepah padang. Nama spesifiknya diambil dari nama naturalis Jepang, Seiichi Tegima.[1]
Burung ini adalah spesies monotipe. Ia sering dianggap sejenis dengan sepah padang dan membentuk superspesies dengan sepah padang, sepah swinhoe, dan sepah mawar.[2]
Burung penyanyi ini berukuran sedang dan ramping, panjangnya berkisar antara 18-21 sentimeter dengan rata-rata berat 21 gram.[1] Ia relatif besar untuk ukuran sepah. Tubuhnya berwarna gelap di atas, putih di bawah. Spesies jantan memiliki mahkota depan dan alis berwarna putih, yang tidak dimiliki betina. Pada kedua jenis kelamin, warna putih dada melengkung ke atas di balik penutup telinga berwarna hitam, menghasilkan pola kepala yang khas. Keduanya juga memiliki bercak-bercak kehitaman di sisi dada yang membuatnya tampak seperti "berselimut". Burung ini menghuni hutan dataran rendah hingga pegunungan, tempat mereka biasanya mencari makan dalam kawanan kecil. Sepah ryukyu seringkali mengeluarkan kicauan kering saat terbang.[3]
Sepah ryukyu awalnya adalah burung endemik di Kepulauan Ryukyu, Jepang, tetapi pada tahun 1970-an menyebar ke Kyushu selatan dan pada tahun 2010 ditemukan di seluruh pulau itu dan juga ke Shikoku serta Honshu barat. Diduga bahwa spesies ini mampu menyebar karena adanya penurunan populasi sepah kelabu yang terkait. Sepah ryukyu juga ditemukan di Pulau Jeju, Korea Selatan pada tahun 2024.[1]
Habitat alami spesies ini adalah hutan cemara dan hutan gugur campuran. Spesies ini juga akan menggunakan habitat yang dimodifikasi manusia, termasuk perkebunan dan kebun cedar. Habitatnya berkisar dari permukaan laut hingga ketinggian 1.700 meter (5.600 kaki).[1]
Sepah ini memangsa invertebrata kecil, seperti ulat dan serangga terbang. Mereka mencari makan di tajuk pohon, mengumpulkan mangsa dari dedaunan dan dahan, serta menangkap serangga dewasa yang terbang.[4]
Musim kawin sepah ryukyu berlangsung dari awal Maret hingga Juli. Sarangnya berupa mangkuk yang terbuat dari batang rumput, jarum, dan lumut kerak. Sarang ini ditempatkan hingga 11,5 meter di atas tanah pada percabangan cabang pohon horizontal. Induk bertelur 4 hingga 5 butir, jarang lebih.[4]