Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hutan hujan pegunungan Sulawesi

Hutan hujan pegunungan Sulawesi adalah sebuah Kawasan Ekologi hutan tropis lembap di Indonesia. Kawasan ini mencakup dataran tinggi Sulawesi.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hutan hujan pegunungan Sulawesi adalah sebuah Kawasan Ekologi hutan tropis lembap di Indonesia . Kawasan ini mencakup dataran tinggi Sulawesi.[1][2][3]

Geografi

Sulawesi, dengan luas sekitar 180.681 km², merupakan pulau terbesar keempat di Indonesia dan menempati urutan kesebelas di dunia. Pulau ini terdiri dari empat semenanjung utama: Semenanjung Minahasa di bagian utara, Semenanjung Timur, Semenanjung Selatan, dan Semenanjung Tenggara. Topografinya didominasi pegunungan, dengan puncak tertinggi adalah Gunung Latimojong yang menjulang hingga 3.478 meter. Sekitar 40% wilayah Sulawesi termasuk dalam kawasan hutan hujan pegunungan, sedangkan dataran rendah di sekitarnya berada dalam Kawasan Ekologi Hutan Hujan Dataran Rendah Sulawesi

Pulau-pulau yang membentuk kawasan ini termasuk dalam Wallacea, sebuah kelompok pulau yang menjadi bagian dari Wilayah Australia, namun tidak pernah menyatu dengan benua Australia maupun Asia. Wallacea memiliki flora dan fauna yang merupakan perpaduan dari kedua wilayah daratan tersebut, serta dihuni oleh banyak spesies endemik yang berevolusi secara terpisah.[4] Selat Makassar memisahkan Sulawesi dari Kalimantan di sebelah barat, dan sekaligus menjadi bagian dari Garis Wallace yang menandai batas barat Wallacea. Sementara itu, Kalimantan dan pulau-pulau Indonesia lainnya di sebelah barat Sulawesi termasuk dalam Sundaland, yang pada masa glasial menyatu dengan daratan Asia ketika permukaan laut lebih rendah.

Iklim

Kawasan Ekologi ini memiliki iklim pegunungan tropis basah.

Tumbuhan

Komunitas tumbuhan di wilayah ini didominasi oleh hutan hujan pegunungan bawah, hutan hujan pegunungan atas, dan hutan sub-alpin. Hutan-hutan tersebut umumnya memiliki tajuk yang rapat, meskipun ketinggian pohon-pohon cenderung menurun seiring meningkatnya ketinggian wilayah.

Hutan hujan sub-pegunungan atau hutan pegunungan bawah umumnya berada pada ketinggian antara 1.000 hingga 1.500 meter. Pohon-pohon dari famili beech (Fagaceae) mendominasi ekosistem ini, termasuk empat spesies Lithocarpus serta dua spesies (Castanopsis acuminatissima dan C. buruana). Selain itu, terdapat juga pohon-pohon dari genus Eugenia, famili myrtle (Myrtaceae), famili laurel (Lauraceae), famili teh (Theaceae), serta conifers seperti Agathis dammara dan Phyllocladus. Epiphytes, termasuk berbagai jenis anggrek, juga banyak dijumpai.[3]

Di hutan pegunungan tengah, yang berada pada ketinggian 1.500–2.000 meter, dominasi tetap ditunjukkan oleh Fagaceae, terutama Lithocarpus menadoensis dan L. celebicus, serta anggota Myrtaceae dan konifer Agathis.

Hutan pegunungan atas dicirikan oleh tumbuhan runjung, termasuk spesies Agathis, Podocarpus, Dacrycarpus, Dacrydium, dan Phyllocladus, bersama dengan Myrtaceae dan semak Rhododendron, Vaccinium, Gaultheria, dan Tasmannia piperita . Fagaceae lebih jarang ditemukan dibandingkan di hutan dataran rendah. Lumut melimpah di atas ketinggian 2000 meter.

Komunitas sub-alpin berkembang di ketinggian di atas 3.200 meter, didominasi oleh pepohonan dan semak rendah, termasuk Rhododendron, Decaspermum, dan Hedyotis, serta semak rendah seperti Gaultheria dan Acrothamnus suaveolens. Pepohonan dan semak ini sering ditumbuhi lumut kerak. Flora herba yang tumbuh di kawasan ini meliputi Keysseria, jahe Alpinia, Potentilla leuconata, P. parvus, serta berbagai jenis rumput seperti Poadan Agrostis.[4][5]

Hewan

Kawasan Ekologi ini menjadi habitat bagi 102 spesies mamalia, di mana sekitar sepertiganya adalah Spesies Endemik atau hampir endemik. Dari jumlah tersebut, 24 spesies benar-benar endemik di Kawasan Ekologi ini, sedangkan 10 spesies lainnya tergolong hampir endemik.

Mamalia besar di Kawasan Ekologi ini mencakup dua jenis babi, yaitu babi kutil Sulawesi (Sus celebensis) dan babirusa Sulawesi Utara (Babyrousa celebensis). Babirusa Sulawesi dapat dijumpai di hutan hujan pegunungan bawah maupun dataran rendah Sulawesi, serta di pulau-pulau lain di wilayah Wallacea. Sedangkan babirusa Sulawesi Utara hanya hidup di hutan hujan pegunungan dan dataran rendah di bagian utara dan tengah Sulawesi. Anoa gunung yang endemik (Bubalus quarlesi) merupakan kerbau kerdil dengan tinggi sekitar 70 cm. Sementara itu, rusa Sulawesi (Rusa timorensis macassaricus) adalah subspesies rusa Jawa, yang kemungkinan diperkenalkan ke Sulawesi dari Sundaland oleh manusia pada masa lampau.[6]

Terdapat dua primata arboreal endemik, tarsius Dian ( Tarsius dentatus ) dan tarsius kerdil (Tarsius pumilus) .

Mayoritas spesies endemik adalah hewan pengerat, termasuk tiga tupai dan 17 tikus Murid :

  • Musang Sulawesi ( Macrogalidia musschenbroekii )
  • Tikus tanah memanjang ( Crocidura elongata )
  • Tikus Sulawesi ( Crocidura lea )
  • Tikus kecil Sulawesi ( Crocidura levicula )
  • Kelelawar berdaun bundar jambul ( Hipposideros inexpectatus )
  • Pipistrelle Minahassa ( Pipistrellus minahassae )
  • Serotin palsu Gaskell ( Hesperoptenus gaskelli )
  • Tikus ekor kuning ( Rattus xanthurus )
  • Monyet jambul Sulawesi ( Macaca nigra )
  • Babirusa Sulawesi Utara ( Babyrousa celebensis )

Babirusa Bola Batu (Babyrousa bolabatuensis), yang hanya diketahui dari tulangnya, diakui sebagai spesies terpisah. Tidak ada individu yang masih hidup yang tercatat, dan spesies ini mungkin telah punah.[6]

Kawasan Ekologi ini menjadi habitat bagi 168 spesies burung, dengan 19 spesies di antaranya merupakan endemik, dan 23 spesies lainnya tergolong hampir endemik.

Referensi

  1. ↑ "Map of Ecoregions 2017" (dalam bahasa Inggris). Resolve. Diakses tanggal August 20, 2021.
  2. ↑ "Sulawesi montane rain forests" (dalam bahasa Inggris). Digital Observatory for Protected Areas. Diakses tanggal 21 May 2024.
  3. 1 2 "Sulawesi montane rain forests" (dalam bahasa Inggris). The Encyclopedia of Earth. Diakses tanggal August 20, 2021.
  4. 1 2 Wikramanayake, Eric; Eric Dinerstein; Colby J. Loucks; et al. (2002). Terrestrial Ecoregions of the Indo-Pacific: a Conservation Assessment. Washington, DC: Island Press.
  5. ↑ Tony Whitten, Greg S. Henderson (2012) Ecology of Sulawesi. Tuttle Publishing, Jun 19, 2012.
  6. 1 2 Grubb, P. (2005). "Rusa timorensis". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3). Percetakan Unoversitas Johns Hopkins. hlm. 670. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494. ; ;

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Geografi
  2. Iklim
  3. Tumbuhan
  4. Hewan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Hutan hujan dataran rendah Sulawesi

Hutan hujan dataran tinggi Sulawesi (bahasa Inggris: Sulawesi lowland rain forestcode: en is deprecated ), adalah sebuah ekoregion, di dalam bioma hutan

Hujan

proses kondensasi uap air menjadi butir air

Gunung Ceremai

gunung di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026