Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tarsius kerdil

Tarsius kerdil atau Tangkasi gunung adalah sebuah primata nokturnal yang ditemukan di Sulawesi Tengah, Indonesia, di kawasan dengan keragaman spesies yang vegetatif rendah ketimbang hutan tropis dataran rendah.

fauna endemik dari Sulawesi, Indonesia
Diperbarui 28 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tarsius kerdil
Tarsius kerdil[1]
Status konservasi

Terancam  (IUCN 3.1)[2]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mamalia
Ordo:
Primata
Famili:
Tarsiidae
Genus:
Tarsius
Spesies:
T. pumilus
Nama binomial
Tarsius pumilus
Miller & Hollister, 1921
Persebaran tarsius kerdil
Artikel takson sembarang

Tarsius kerdil atau Tangkasi gunung[3] (Tarsius pumilus) adalah sebuah primata nokturnal yang ditemukan di Sulawesi Tengah, Indonesia, di kawasan dengan keragaman spesies yang vegetatif rendah ketimbang hutan tropis dataran rendah.

Tarsius kerdil diyakini punah pada awal abad ke-20. Kemudian, pada 2000, para ilmuwan Indonesia secara tak sengaja menewaskan seekor tarsius kerdil saat menjebak tikus. Tarsius kerdil pertama yang terlihat dalam keadaan hidup sejak 1920an ditemukan oleh tim riset pimpinan Dr. Sharon Gursky dan murid Ph.D. Nanda Grow dari Texas A&M University di Gunung Rore Katimbo di Taman Nasional Lore Lindu pada Agustus 2008.[4][5] Dua pejantan dan satu betina (yang keempat kabur) ditangkap memakai jaring, dan radio dipakai untuk meneliti gerak mereka. Karena para tarsius kerdil hidup pertama terlihat pada 80 tahun terakhir, penangkapan-penangkapan tersebut mencabut keyakinan pada beberapa primatolog bahwa spesies tersebut telah punah.[6]

Secara genetis, Tarsius pumilus sangat berbeda dari spesies lainnya di genus Tarsius, karena merupakan spesies basal yang berpisah lebih dahulu sekitar 10 juta tahun yang lalu dari dua garis keturunan lainnya di genus Tarsius yang baru berpisah sekitar 7 juta tahun yang lalu, garis keturunan pertama mencakup T. sp (dari Kendari), T. supriatnai, T. spectrumgurskyae, T. wallacei; sedangkan garis keturunan kedua mencakup T. fuscus, T. lariang, T. dentatus, dan T. niemitzi. Sehingga perbedaan spesies ini (9,88 juta tahun) menyerupai perbedaan antara genus Carlito dan genus Cephalopachus (10,52 juta tahun).[7]

Referensi

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Pygmy tarsier.
  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 128. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Shekelle, M.; Salim, A. (2020). "Tarsius pumilus". 2020: e.T21490A17977980. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T21490A17977980.en. ;
  3. ↑ https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/294/8/UNIKOM_Teguh%20Setia%20Anugrah_11.%20BAB%20II.pdf. Diakses tanggal 2024-04-01.
  4. ↑ Dunham, Will (2008-11-18). "Tiny, long-lost primate rediscovered in Indonesia". Reuters. Diakses tanggal 2008-11-19.
  5. ↑ Locke, S. F. (2008-11-19). "Tiny primate rediscovered in Indonesia". Scientific American. Diakses tanggal 2008-11-19.
  6. ↑ Boyle, A. (2008-11-18). "Real-life furbys rediscovered". MSNBC. Diakses tanggal 2008-11-19.
  7. ↑ Hagemann, Laura; Grow, Nanda; Bohr, Yvonne E.-M. B.; Perwitasari-Farajallah, Dyah; Duma, Yulius; Gursky, Sharon L.; Merker, Stefan (2022). "Small, odd and old: The mysterious Tarsius pumilus is the most basal Sulawesi tarsier". Biology Letters. 18 (3). doi:10.1098/rsbl.2021.0642. ISSN 1744-957X. PMC 8965421. PMID 35350878.

Pranala luar

  • Photos of living 'gremlin' discovered in Indonesia
Pengidentifikasi takson
Tarsius pumilus
  • Wikidata: Q244208
  • Wikispecies: Tarsius pumilus
  • CoL: 54XZD
  • EoL: 127513
  • GBIF: 2436488
  • iNaturalist: 43689
  • IRMNG: 10719608
  • ITIS: 572906
  • IUCN: 21490
  • MDD: 1000922
  • MSW: 12100173
  • NCBI: 2925011
  • Observation.org: 88001
  • Paleobiology Database: 238721
  • Species+: 10668
  • Xeno-canto: Tarsius-pumilus

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026