Husain Abdul Sattar merupakan profesor dan dokter patologi bedah Amerika Serikat keturunan Pakistan dengan subspesialisasi dalam bidang patologi payudara dan ginekologi. Sattar menjabat sebagai Profesor Patologi di Sekolah Kedokteran Pritzker, Universitas Chicago dan merupakan ahli patologi kanker payudara di Pusat Medis Universitas Chicago. Ia juga dikenal sebagai ulama Sunni pengikut gerakan Deobandi dan tarekat Naqsyabandiyah yang mendirikan pusat pendidikan Islam Sacred Learning dan mengajar tasawuf.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 10 November 1972 Chicago |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Pendidikan | Universitas Chicago - Sarjana Sains (–1993) Pritzker School of Medicine (mul) |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Patologi dan gynecologic pathology (en) |
| Pekerjaan | dokter, gynecologist (en) |
| Bekerja di | Pritzker School of Medicine (mul) Pathoma |
Husain Abdul Sattar (lahir 10 November 1972) merupakan profesor dan dokter patologi bedah Amerika Serikat keturunan Pakistan dengan subspesialisasi dalam bidang patologi payudara dan ginekologi.[1] Sattar menjabat sebagai Profesor Patologi di Sekolah Kedokteran Pritzker, Universitas Chicago dan merupakan ahli patologi kanker payudara di Pusat Medis Universitas Chicago. Ia juga dikenal sebagai ulama Sunni pengikut gerakan Deobandi dan tarekat Naqsyabandiyah yang mendirikan pusat pendidikan Islam Sacred Learning dan mengajar tasawuf.[1][2][3][4]
Ia adalah pendiri Pathoma, sebuah kursus tinjauan patologi daring populer dan digunakan secara luas oleh mahasiswa kedokteran di seluruh dunia.[5] Di portal web Pathoma, Sattar mengunggah video perkuliahannya tentang dasar-dasar patologi, salah satu mata kuliah tersulit bagi mahasiswa kedokteran tahun kedua.[6] Ia telah meringkas materi patologi yang sangat banyak menjadi buku teks setebal 218 halaman[7] yang lebih mudah dicerna. Buku dengan judul "Dasar-Dasar Patologi" (Fundamentals of Pathology) tersebut menjadi salah satu rujukan penting dalam pendidikan kedokteran di banyak negara.[6] Kontribusi Sattar sebagai pendidik membuatnya populer di dunia medis dan menjadi ikon dan meme di kalangan mahasiswa kedokteran.[2][8]
Sattar lahir di Chicago, Illinois pada 10 November 1972 dari keluarga Muslim Pakistan. Ayah dan ibunya adalah pasangan dokter yang pindah dari Karachi, Pakistan ke Chicago pada tahun 1960-an.[6] Sattar menyelesaikan pendidikan sarjana biologi dan lulus dengan predikat pujian di Universitas Chicago pada 1993. Ia kemudian mengambil kuliah pendidikan dokter di universitas yang sama dan lulus pada 2001. Pada 2015, ia menyelesaikan pendidikan dokter spesialis patologi klinik dan anatomi di Universitas Chicago.[9]
Selain keahlian di bidang kedokteran, Sattar juga mempunyai latar belakang pendidikan keislaman dan aktif dalam pengajarannya. Selama berkuliah di jurusan biologi, ia juga memperdalam bahasa Arab dan Peradaban Islam.[4] Ia mempelajari tata bahasa Arab (nahwu), fikih Hanafi, dan prinsip-prinsip yurisprudensi (ushul fikih) di bawah bimbingan ulama lokal di Chicago. Pada awal 1994, ia menghabiskan satu bulan untuk belajar di Darul Uloom Korangi, madrasah tradisional milik Mufti Taqi Usmani, seorang ulama ternama di Pakistan. Ia juga sempat mengambil cuti saat kuliah kedokteran untuk belajar selama tiga tahun di pesantren Jamia Faridia di Islamabad, serta beberapa waktu di Damaskus, Suriah, untuk menguasai bahasa Arab.[6] Pada Juli 2001, Sattar resmi menerima ijazah (izin dan lisensi mengajar) untuk mengajarkan sufisme ke masyarakat.[4] Ia mendirikan dan memimpin Sacred Learning, sebuah lembaga pendidikan Islam nirlaba yang berbasis di Lincolnwood, Illinois[10] dan mengajar di Al-Balagh Academy.[4]
Pathoma adalah portal web yang menyediakan sumber belajar dan perkuliahan patologi.[7] Ada 35 video berdurasi 35 jam lebih yang mencakup pembahasan terhadap 19 bab dalam buku teks "Dasar-dasar Patologi" di dalamnya. Di portal ini, buku tersebut juga tersedia, isinya antara lain berupa teks disertai 300 lebih gambar berwarna setebal 218 halaman dan integrasi konsep-konsep kunci dari disiplin ilmu terkait.[7] Sejak 2011, lebih dari 6 juta jam video pembelajaran telah ditonton secara daring melalui portal pathoma.com.[8] Kesuksesan Pathoma membuat Sattar banyak didatangi para penerbit besar bidang kedokteran untuk meminta tips dan masukan.[2]
Pengalamannya bersekolah madrasah di Pakistan membantu Sattar untuk membangun dan mengembangkan portal pembelajaran ini. Ia menyebutkan bahwa gurunya tak pernah membawa buku ketika mengajar, tetapi bisa menjelaskan semua materi dengan baik dan mudah dipahami. Menurutnya, guru tersebut menghabiskan banyak sekali waktu dan energi untuk mensintesis materi sehingga benar-benar bisa memahamkan murid-muridnya meskipun tanpa bantuan buku catatan.[2] Sekembalinya di Amerika, Sattar mengaku sempat kesulitan mengingat kembali apa yang dia pelajari selama kuliah kedokteran. Ia kemudian menemukan solusi dengan menerapkan metode pembelajaran gurunya. Alih-alih menghafal dan mencoba memasukkan semua informasi ke kepalanya, ia berusaha memahami materi dengan melihat gambaran lebih besar. Mulai 2010, pendekatan ini ia terapkan saat mengajar mahasiswa di kelas dan saat menyusun Pathoma.[2][8] Sattar mengaku bekerja siang dan malam untuk menulis buku teksnya, sampai ia harus mempekerjakan sopir pribadi akibat jam tidurnya yang kurang.[8] Tanpa bantuan penerbit, ia bekerja sendiri dengan membayar editor, peninjau, penata letak naskah, dan mengambil video sendiri di rubanah rumahnya. Semua itu ia lakukan demi menekan pengeluaran sehingga Pathoma bisa terjangkau oleh kantong mahasiswa (harga jualnya sekitar 100 dolar AS pada 2018).[8]