Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hubungan India dengan Singapura

Hubungan bilateral antara Republik India dan Republik Singapura secara tradisional telah terjalin secara serat dan bersahabat. Keduanya memiliki hubungan kebudayaan dan komersial ekstensif. India dan Singapura telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CECA) untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, dan ekonomi, serta mengembangkan kerja sama bilateral di bidang keamanan maritim, pelatihan tentara, latihan gabungan angkatan laut, pengembangan teknologi militer, dan memerangi terorisme.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hubungan India dengan Singapura
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Hubungan bilateral antara Republik India dan Republik Singapura secara tradisional telah terjalin secara serat dan bersahabat. Keduanya memiliki hubungan kebudayaan dan komersial ekstensif. India dan Singapura telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CECA) untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, dan ekonomi, serta mengembangkan kerja sama bilateral di bidang keamanan maritim, pelatihan tentara, latihan gabungan angkatan laut, pengembangan teknologi militer, dan memerangi terorisme.[1][2]

Berdasarkan pengumpulan suara Gallup tahun 2010, 40% orang Singapura setuju India memimpin, 23% tidak setuju, dan 37% tidak yakin.[3]

Latar belakang

Lebih dari 300.000 orang asal India tinggal di Singapura. Setelah merdeka tahun 1965, Singapura mulai memperhatikan ancaman komunisme yang didukung Tiongkok dan dominasi dari Malaysia dan Indonesia serta ingin mempererat hubungan strategis dengan India, yang dipandang dapat berperan sebagai penyeimbang pengaruh Tiongkok dan mitra dalam keamanan regional.[1] Singapura telah menjadi tonggak perdagangan yang strategis dan penting bagi India sebagai akses dagang ke Timur Jauh. Meskipun mereka pada posisi berseberangan selama Perang Vietnam dan Perang Dingin, hubungan mereka berkembang secara signifikan dalam era 1990-an;[1] Singapura adalah salah satu negara yang memberikan respons terhadap Kebijakan "Memandang ke Timur" India dalam rangka memperluas hubungan ekonomi, budaya, dan strategis di Asia Tenggara untuk memperkuat posisi mereka sebagai kekuatan regional.[1]

Pengembangan hubungan bilateral

Sejak kemerdekaan Singapura, kedua negara telah membina kontak tingkat tinggi. Antara 1966 dan 1971, Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew telah mengunjungi India tiga kali (1966, 1970 and 1971). Perdana Menteri India Indira Gandhi mengunjungi Singapura pada 1968, begitu pula pemimpin India Morarji Desai.[1] Singapura mendukung permintaan India untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan memperluas peranan dan pengaruhnya di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara). Singapura juga mendukung India dalam perang melawan Pakistan pada tahun 1965 dan konflik Kashmir.[1]

Hubungan militer antara dua negara telah dibatasi akibat perbedaan kebijakan luar negeri pada masa Perang Dingin.[1] Saat itu Singapura adalah sekutu NATO, sementara India menjadi salah satu pendiri Gerakan Non-Blok dan merupakan satu-satunya negara Asia Selatan yang pertama mengakui kemerdekaan Republik Demokratik Afghanistan.[4]

Pada 2003, India dan Singapura menandatangani perjanjian bilateral dalam perluasan kerja sama militer, pelatihan militer gabungan, pengembangan teknologi militer, dan pencapaian keamanan maritim.[1] Angkatan Laut Singapura dan Angkatan Laut India telah melakukan latihan bersama sejak 1993. India dan Singapura juga telah bekerja sama dalam memerangi terorisme.[1]

Selama dua dekade terakhir, Singapura telah memosisikan dirinya sebagai penghubung antara India dan Asia Tenggara dalam bidang ekonomi, politik, dan strategis. Ketika India mengumumkan kebijakannya "Memandang ke Timur" pada 1992, Singapura secara de facto mengambil peran sebagai sponsor regional India.[5]

Perdagangan

Singapura adalah negara sumber investasi terbesar ke-8 di India dan terbesar di antara negara-negara anggota Perbara.[1][6] Singapura juga menjadi mitra dagang India terbesar ke-9 selama 2005-06.[1] Akumulasi investasinya di India mencapai USD 3 miliar pada 2006 dan diharapkan meningkat menjadi USD 5 miliar pada 2010 dan USD 10 miliar pada 2015.[1][2][7] Liberalisasi ekonomi India dan kebijakan "Memandang ke Timur"-nya telah mendorong ekspansi besar dalam perdagangan bilateral trade, yang tumbuh dari USD 2.2 miliar pada 2001 menjadi USD 9-10 miliar pada 2006 – tumbuh 400% dalam rentang waktu lima tahun – dan menjadi USD 50 miliar pada 2010.[1][2][7] Singapura berperan dalam 38% perdagangan India dengan negara-negara Perbara atau 3,4% dari total perdagangan luar negerinya.[1] Ekspor utama India ke Singapura pada 2005 mencakup minyak bumi, batu permata, perhiasan, dan mesin. Sementara impornya dari Singapura mencakup barang-barang elektronik, kimia organik, dan logam. Lebih dari setengah ekspor Singapura ke India adalah "reekspor" – barang-barang yang diimpor dari India.[1][6]

Pada 2005, kedua negara menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif (CECA) dan telah membentuk Forum Parlemen India-Singapura dan yayasan Kemitraan Singapura-India dengan dukungan aktif dari Federasi Kamar Dagang dan Industri India (FICC), Konfederasi Industri India (CII), dan Federasi Bisnis Singapura untuk mempromosikan perdagangan, pengembangan ekonomi, dan kemitraan.[1][2][6] CECA menghapus pembatasan tarif, pajak berganda, proses dan aturan rangkap, serta memberikan akses dan kerja sama tanpa hambatan antara institusi keuangan Singapura dan India.[1][2] CECA juga meningkatkan kerja sama bilateral terkait dengan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kekayaan intelektual, penerbangan, dan memberi kelonggaran aturan visa bagi profesional India dalam bidang teknologi informasi, farmasi, teknik, dan keuangan untuk beremigrasi dan bekerja di Singapura.[1][2] Singapura telah menanamkan investasinya dalam proyek-proyek India, antara lain pelabuhan, bandara, dan pengembangan taman-taman teknologi informasi dan Kawasan Ekonomi Khusus.[1] India telah menjadi destinasi turis terbesar ke-4 Singapura dan lebih dari 650.000 orang India mengunjungi Singapura pada 2006. Kedua negara telah bekerja sama dalam bidang penerbangan, teknik kedirgantaraan, program luar angkasa, teknologi informasi, bioteknologi, dan energi.[1]

Lihat pula

  • Orang India di Singapura

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 "IPCS Special Report - India-Singapore Relations" (PDF) (dalam bahasa bahasa Inggris). Institute of Peace and Conflict Studies. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-06-06. Diakses tanggal 2008-06-18. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 "India, Singapore ink pact". Asia Times. 2005-07-02. Diarsipkan dari asli tanggal 2005-07-03. Diakses tanggal 2008-06-18.
  3. ↑ U.S. Leadership More Popular in Asia Than China's, India's Gallup
  4. ↑ Crossette, Barbara (07-03-1989). "India to Provide Aid to Government in Afghanistan" (dalam bahasa bahasa Inggris). The New York Times. Diakses tanggal 20-11-2015. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ David Brewster.
  6. 1 2 3 "India-Singapore Economic and Commercial Relations".
  7. 1 2 "India, Singapore trade to touch $50 bn by 2010".
  • l
  • b
  • s
India Hubungan luar negeri India
Afrika
Afrika Utara
  • Aljazair
  • Mesir
  • Libya
  • Maroko
Lainnya
  • Afrika Selatan
  • Angola
  • Benin
  • Djibouti
  • Ethiopia
  • Ghana
  • Kenya
  • Lesotho
  • Liberia
  • Madagaskar
  • Mali
  • Mauritius
  • Mozambik
  • Namibia
  • Nigeria
  • Pantai Gading
  • Rwanda
  • Senegal
  • Seychelles
  • Sudan Selatan
  • Tanzania
  • Uganda
  • Zambia
Lambang India
Amerika
Amerika Selatan
  • Brasil
  • Chili
  • Guyana
  • Kolombia
  • Paraguay
  • Uruguay
Amerika Utara
  • Belize
  • Kanada
  • Guatemala
  • Meksiko
  • Panama
  • Amerika Serikat
Karibia
  • Jamaika
  • Kuba
  • Trinidad dan Tobago
Asia
Asia Selatan
  • Afghanistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Asia Tenggara
  • Brunei
  • Filipina
  • Indonesia
  • Kamboja
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Singapura
  • Thailand
  • Vietnam
Asia Timur
  • Jepang
  • Korea Utara
  • Korea Selatan
  • Taiwan
  • Tiongkok
Asia Tengah
  • Mongolia
  • Kazakhstan
  • Kirgizstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
Timur Tengah
  • Arab Saudi
  • Bahrain
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Suriah
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
Eropa
Uni Eropa
  • Austria
  • Belanda
  • Belgia
  • Britania Raya
  • Denmark
  • Estonia
  • Georgia
  • Irlandia
  • Islandia
  • Italia
  • Jerman
  • Malta
  • Prancis
  • Polandia
  • Portugal
  • Spanyol
  • Yunani
Lainnya
  • Makedonia Utara
  • Rusia
  • Serbia
  • Turki
  • Ukraina
  • Vatikan
Oseania
  • Australia
  • Fiji
  • Nauru
  • Papua Nugini
  • Selandia Baru
  • Vanuatu
Multilateral
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • G4
  • G-20
  • BRICS
  • IBSA
  • KTT Asia Timur
  • Gerakan Non-Beraliansi (NAM)
  • Inisiatif Teluk Bengal (BIMSTEC)
  • European Union
  • Perhimpunan Rim Samudera Hindia (IOR-ARC)
  • Kerjasama Mekong–Ganga
  • Negara Persemakmuran
  • SAARC
  • Ind!Africa
Perebutan
  • Perebutan Kashmir
  • Perebutan Sungai Kori
  • Konflik dengan Pakistan
  • Perebutan dengan China
Diplomasi
  • Kementerian Urusan Eksternal
    • Menteri
  • Misi diplomatik dari / di India
  • Sekretaris Luar Negeri India
  • Duta Besar untuk PBB
  • Kebijakan Look East
  • Program ITEC
  • Proyek e-Network Pan-Afrika
  • India Besar
  • Diaspora India
  • Daftar dignitari yang mengunjungi India
  • Kebijakan luar negeri Narendra Modi (Asia)
  • Masa jabatan Sushma Swaraj sebagai Menteri Urusan Eksternal
  • l
  • b
  • s
Singapura Hubungan luar negeri Singapura
Afrika
  • Afrika Selatan
  • Kenya
Amerika
  • Amerika Serikat
  • Brasil
  • Kanada
  • Meksiko
  • Trinidad dan Tobago
Asia
  • Armenia
  • Bangladesh
  • Brunei
  • Filipina
  • India
  • Indonesia
  • Israel
  • Kamboja
  • Kazakhstan
  • Korea Utara
  • Malaysia
  • Mongolia
  • Myanmar
  • Pakistan
  • Taiwan
  • Tiongkok
    • Hong Kong
  • Turki
  • Vietnam
Eropa
  • Belanda
  • Britania Raya
  • Jerman
  • Kosovo
  • Prancis
  • Rusia
Oseania
  • Australia
  • Selandia Baru
Organisasi internasional
  • Negara-Negara Persemakmuran
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa (Hubungan dengan PBB)
  • APEC
  • Perbara
Perjanjian
  • Perjanjian antara Selandia Baru dan Singapura tentang Kemitraan Ekonomi Tertutup
  • Perjanjian Perdagangan Bebas Perbara–Tiongkok
  • Susunan Lima Kekuatan Pertahanan
  • Perjanjian Malaysia–Singapura 1990
  • Perjanjian Singapura tentang Hukum Markah Perdagangan
  • Perjanjian Perdagangan Bebas Singapura–Amerika Serikat
  • Perjanjian Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara
  • Perjanjian Wilayah Perairan Johor dan Negeri-Negeri Selat 1927
  • Kemitraan Ekonomi Strategis Trans-Pasifik
  • Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
Topik terkait
  • Perwakilan diplomatik dari / di Singapura

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pengembangan hubungan bilateral
  3. Perdagangan
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Hubungan India dengan Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hubungan Bangladesh dengan India

kemerdekaan dan membuka hubungan dengan India. Hubungan antar kedua negara mengalami siklus "cegukan". Berbagai masalah membuat panas hubungan antar kedua negara

Hubungan India dengan Jepang

Hubungan India–Jepang (日印関係code: ja is deprecated , Nichiinkankei) secara tradisional kuat. Selama berabad-abad, orang-orang India dan Jepang telah mengadakan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026