Homalomena lingua-felis adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Araceae yang endemik di Sumatra Utara, Indonesia. Spesies ini termasuk dalam kelompok Homalomena supergrup Chamaecladon dan secara resmi dideskripsikan pada tahun 2026 melalui publikasi dalam jurnal PhytoKeys.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Homalomena lingua-felis | |
|---|---|
| Spesimen H. lingua-felis dalam pot. | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Ordo: | Alismatales |
| Famili: | Araceae |
| Genus: | Homalomena |
| Spesies: | H. lingua-felis |
| Nama binomial | |
| Homalomena lingua-felis A.S.D.Irsyam, Raynalta & M.R.Hariri, sp. nov. 2026 | |
Homalomena lingua-felis (dikenal secara populer sebagai Homalomena/Kemoyang lidah kucing) adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Araceae yang endemik di Sumatra Utara, Indonesia.[1] Spesies ini termasuk dalam kelompok Homalomena supergrup Chamaecladon dan secara resmi dideskripsikan pada tahun 2026 melalui publikasi dalam jurnal PhytoKeys.[2][3]
Spesies ini dikenal karena permukaan daun bagian atasnya yang ditutupi rambut lebat dengan tekstur kasar menyerupai lidah kucing, yang menjadi ciri khas utama dan asal penamaannya.[4][5]
Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Muhammad Rifqi Hariri dan rekan-rekannya dalam artikel ilmiah berjudul “A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia” yang diterbitkan dalam PhytoKeys volume 271 (2026).[1] Penelitian dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret, IPB University, Universitas Lampung, serta organisasi botani lainnya.[2][4]
Nama spesifik lingua-felis berasal dari bahasa Latin, yaitu lingua yang berarti lidah dan felis yang berarti kucing. Penamaan ini merujuk pada tekstur permukaan adaksial (atas) daun yang dipenuhi rambut lebat dan terasa kasar saat disentuh, menyerupai lidah kucing.[6]
Homalomena lingua-felis merupakan herba litofit berukuran kecil dengan tinggi sekitar 9,5 cm dan lebar tajuk mencapai ±21 cm. Tumbuhan ini tumbuh menempel pada permukaan batu di lingkungan lembap.[1]
Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan ditutupi rambut lebat (tomentose), dengan pangkal rambut berbentuk membulat (bulbous) berwarna hijau dan ujung putih. Permukaan bawah daun berwarna putih kehijauan dan bersifat papillose.[1]
Karakter bunga, terutama bentuk zona bunga jantan yang kerucut, merupakan salah satu ciri diagnostik penting spesies ini.[1]
Homalomena lingua-felis merupakan spesies endemik yang diketahui hanya ditemukan di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Habitat alaminya berupa dinding batu vertikal yang lembap di sekitar air terjun pada ketinggian sekitar 15–50 meter di atas permukaan laut.[1]
Sebagai tumbuhan litofit, spesies ini beradaptasi pada lingkungan dengan percikan air konstan. Daun yang tebal serta rambut lebat pada permukaan atas diduga berfungsi untuk meredam dampak tetesan air dan melindungi jaringan daun.
Di habitat alaminya, spesies ini dilaporkan tumbuh bersama spesies lain seperti Homalomena anthurioides dan Homalomena plicata.
Secara morfologi, Homalomena lingua-felis memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa, terutama dalam keberadaan trikoma (rambut) pada daun. Namun, terdapat perbedaan penting, antara lain:
Analisis molekuler menggunakan penanda DNA internal transcribed spacer (ITS) menunjukkan bahwa H. lingua-felis secara filogenetik termasuk dalam kelompok Chamaecladon bersama H. atrox dan H. humilis. Sementara itu, H. pexa berada dalam kelompok yang berbeda dalam genus Homalomena.
Temuan ini menegaskan bahwa kesamaan morfologi tidak selalu mencerminkan kedekatan kekerabatan secara genetik.
Spesies ini ditemukan melalui ekspedisi lapangan pada Januari 2024 di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Penelitian melibatkan pengumpulan spesimen di habitat alami, analisis morfologi, serta perbandingan dengan koleksi herbarium.[7]
Identifikasi kemudian diperkuat dengan analisis molekuler berbasis DNA. Sebelum dideskripsikan secara ilmiah, spesies ini telah dikenal secara terbatas di kalangan hobiis tanaman hias dan diperjualbelikan tanpa identifikasi ilmiah yang pasti.[8]
Homalomena lingua-felis diusulkan berstatus Rentan (Vulnerable/VU) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), khususnya kriteria C1, C2(i), dan D2.[1]
Beberapa faktor yang mendasari penilaian tersebut meliputi:
Ancaman utama terhadap spesies ini meliputi:
Tekanan dari perdagangan tanaman hias, terutama melalui platform daring, menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempercepat penurunan populasi di alam.[1]
Penemuan Homalomena lingua-felis menambah kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya dalam famili Araceae. Spesies ini juga menjadi contoh penting dalam studi taksonomi modern yang menggabungkan pendekatan morfologi dan molekuler.
Selain itu, penemuan ini menunjukkan pentingnya eksplorasi biodiversitas di wilayah tropis serta peran kolaborasi antara lembaga penelitian, akademisi, dan masyarakat dalam mengidentifikasi spesies baru.