Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiHomalomena lingua-felis
Artikel Wikipedia

Homalomena lingua-felis

Homalomena lingua-felis adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Araceae yang endemik di Sumatra Utara, Indonesia. Spesies ini termasuk dalam kelompok Homalomena supergrup Chamaecladon dan secara resmi dideskripsikan pada tahun 2026 melalui publikasi dalam jurnal PhytoKeys.

spesies tumbuhan
Diperbarui 16 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Homalomena lingua-felis
Spesies tanaman berbungaTemplat:SHORTDESC:Spesies tanaman berbunga

Homalomena lingua-felis
Spesimen H. lingua-felis dalam pot.
Status konservasi

Rentan  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Homalomena
Spesies:
H. lingua-felis
Nama binomial
Homalomena lingua-felis
A.S.D.Irsyam, Raynalta & M.R.Hariri, sp. nov. 2026

Homalomena lingua-felis (dikenal secara populer sebagai Homalomena/Kemoyang lidah kucing) adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Araceae yang endemik di Sumatra Utara, Indonesia.[1] Spesies ini termasuk dalam kelompok Homalomena supergrup Chamaecladon dan secara resmi dideskripsikan pada tahun 2026 melalui publikasi dalam jurnal PhytoKeys.[2][3]

Spesies ini dikenal karena permukaan daun bagian atasnya yang ditutupi rambut lebat dengan tekstur kasar menyerupai lidah kucing, yang menjadi ciri khas utama dan asal penamaannya.[4][5]

Taksonomi

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Tracheophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Alismatales
  • Famili: Araceae
  • Genus: Homalomena
  • Spesies: Homalomena lingua-felis

Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Muhammad Rifqi Hariri dan rekan-rekannya dalam artikel ilmiah berjudul “A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia” yang diterbitkan dalam PhytoKeys volume 271 (2026).[1] Penelitian dilakukan melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret, IPB University, Universitas Lampung, serta organisasi botani lainnya.[2][4]

Etimologi

Nama spesifik lingua-felis berasal dari bahasa Latin, yaitu lingua yang berarti lidah dan felis yang berarti kucing. Penamaan ini merujuk pada tekstur permukaan adaksial (atas) daun yang dipenuhi rambut lebat dan terasa kasar saat disentuh, menyerupai lidah kucing.[6]

Deskripsi

Morfologi umum

Homalomena lingua-felis merupakan herba litofit berukuran kecil dengan tinggi sekitar 9,5 cm dan lebar tajuk mencapai ±21 cm. Tumbuhan ini tumbuh menempel pada permukaan batu di lingkungan lembap.[1]

Batang dan daun

  • Batang: Pendek dan padat, sekitar 2 cm dengan diameter ±0,5 cm, berwarna merah dan tertutup oleh pangkal pelepah daun.
  • Tangkai daun (petiole): Panjang 1,2–4,5 cm, berwarna hijau kemerahan hingga merah tua, dengan permukaan berbintil (papillose).
  • Helaian daun: Berbentuk elips, jantung (cordate), hingga bulat telur (ovate), berukuran sekitar 1,35–16,0 × 0,8–7,6 cm.

Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan ditutupi rambut lebat (tomentose), dengan pangkal rambut berbentuk membulat (bulbous) berwarna hijau dan ujung putih. Permukaan bawah daun berwarna putih kehijauan dan bersifat papillose.[1]

Perbungaan

  • Jumlah: 3–7 perbungaan dalam satu simpodial, mekar secara berurutan dan tidak berbau.
  • Tangkai bunga (peduncle): Menggantung (pendular), panjang 6–8 mm, berwarna merah pucat dan berbintil.
  • Seludang (spathe): Panjang 9,7–19,0 mm, tidak menyempit di bagian tengah; bagian luar berwarna hijau hingga cokelat kemerahan atau oranye kemerahan.
  • Tongkol (spadix): Panjang 7,1–15,4 mm; zona bunga jantan berbentuk kerucut sempit sepanjang 5,3–11,4 mm.

Karakter bunga, terutama bentuk zona bunga jantan yang kerucut, merupakan salah satu ciri diagnostik penting spesies ini.[1]

Habitat dan distribusi

Homalomena lingua-felis merupakan spesies endemik yang diketahui hanya ditemukan di wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Habitat alaminya berupa dinding batu vertikal yang lembap di sekitar air terjun pada ketinggian sekitar 15–50 meter di atas permukaan laut.[1]

Sebagai tumbuhan litofit, spesies ini beradaptasi pada lingkungan dengan percikan air konstan. Daun yang tebal serta rambut lebat pada permukaan atas diduga berfungsi untuk meredam dampak tetesan air dan melindungi jaringan daun.

Di habitat alaminya, spesies ini dilaporkan tumbuh bersama spesies lain seperti Homalomena anthurioides dan Homalomena plicata.

Taksonomi dan filogeni

Secara morfologi, Homalomena lingua-felis memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa, terutama dalam keberadaan trikoma (rambut) pada daun. Namun, terdapat perbedaan penting, antara lain:

  • Rambut lebat hanya terdapat pada permukaan atas daun (berbeda dengan H. pexa yang memiliki rambut di kedua sisi).
  • Tangkai daun lebih pendek.
  • Zona bunga jantan berbentuk kerucut (berbeda dengan bentuk elipsoid pada H. pexa).

Analisis molekuler menggunakan penanda DNA internal transcribed spacer (ITS) menunjukkan bahwa H. lingua-felis secara filogenetik termasuk dalam kelompok Chamaecladon bersama H. atrox dan H. humilis. Sementara itu, H. pexa berada dalam kelompok yang berbeda dalam genus Homalomena.

Temuan ini menegaskan bahwa kesamaan morfologi tidak selalu mencerminkan kedekatan kekerabatan secara genetik.

Penemuan

Spesies ini ditemukan melalui ekspedisi lapangan pada Januari 2024 di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan. Penelitian melibatkan pengumpulan spesimen di habitat alami, analisis morfologi, serta perbandingan dengan koleksi herbarium.[7]

Identifikasi kemudian diperkuat dengan analisis molekuler berbasis DNA. Sebelum dideskripsikan secara ilmiah, spesies ini telah dikenal secara terbatas di kalangan hobiis tanaman hias dan diperjualbelikan tanpa identifikasi ilmiah yang pasti.[8]

Status konservasi

Homalomena lingua-felis diusulkan berstatus Rentan (Vulnerable/VU) berdasarkan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), khususnya kriteria C1, C2(i), dan D2.[1]

Beberapa faktor yang mendasari penilaian tersebut meliputi:

  • Populasi matang diperkirakan kurang dari 1.000 individu
  • Luas area hunian (Area of Occupancy) sekitar 8 km²
  • Sebaran geografis yang sangat terbatas

Ancaman utama terhadap spesies ini meliputi:

  • Kerusakan habitat akibat perubahan penggunaan lahan
  • Kebakaran hutan
  • Pengambilan liar untuk perdagangan tanaman hias

Tekanan dari perdagangan tanaman hias, terutama melalui platform daring, menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempercepat penurunan populasi di alam.[1]

Signifikansi

Penemuan Homalomena lingua-felis menambah kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya dalam famili Araceae. Spesies ini juga menjadi contoh penting dalam studi taksonomi modern yang menggabungkan pendekatan morfologi dan molekuler.

Selain itu, penemuan ini menunjukkan pentingnya eksplorasi biodiversitas di wilayah tropis serta peran kolaborasi antara lembaga penelitian, akademisi, dan masyarakat dalam mengidentifikasi spesies baru.

Lihat pula

  • iconPortal Biologi
  • iconPortal Tumbuhan
  • Kemoyang
  • Homalomena pexa
  • Homalomena anthurioides
  • Homalomena plicata

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Muzzazinah; Damayanti, Inggar; Fadhil, Muhammad Hisyam; Raynalta, Erick; Husaini, Iin Pertiwi Amin; Rivai, Reza Ramdan; Setiawan, Ade Agus; Irsyam, Arifin Surya Dwipa; Rosleine, Dian (2026-03-02). "A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia". PhytoKeys (dalam bahasa Inggris). 271: 161–172. doi:10.3897/phytokeys.271.172410. ISSN 1314-2003. PMC 12973042. PMID 41815748. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. 1 2 "BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional". BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. Diakses tanggal 2026-03-16.
  3. ↑ "Peneliti Temukan Spesies Baru Mirip Lidah Kucing di Sumut". Tempo. 11 Maret 2026 | 17.34 WIB. Diakses tanggal 2026-03-16.
  4. 1 2 "Kolaborasi Herbarium Bandungense dan Tim Lainnya Identifikasi Spesies Baru Homalomena Berdaun "Lidah Kucing"". Diakses tanggal 2026-03-16.
  5. ↑ Agency, ANTARA News. "Spesies baru tanaman lidah kucing yang langka ditemukan di Sumatera Utara - ANTARA News Bali". Antara News. Diakses tanggal 2026-03-16.
  6. ↑ Koesumawardani, Nograhany Widhi. "Ditemukan Spesies Baru Endemik di Sumut: Daun 'Lidah Kucing' Berambut Lebat". detikedu. Diakses tanggal 2026-03-16.
  7. ↑ "BRIN Temukan Spesies Tanaman Baru di Sumut, Mirip Lidah Kucing". kumparan. Diakses tanggal 2026-03-16.
  8. ↑ Widyanti, Ni Nyoman Wira (2026-03-10). "Kenalan dengan Tanaman Baru yang Daunnya Mirip Lidah Kucing, Ditemukan di Tapanuli". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-03-16.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Homalomena lingua-felis.
Pengidentifikasi takson
Homalomena lingua-felis
  • Wikidata: Q138685275
  • IPNI: 77377370-1

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi
  2. Etimologi
  3. Deskripsi
  4. Morfologi umum
  5. Batang dan daun
  6. Perbungaan
  7. Habitat dan distribusi
  8. Taksonomi dan filogeni
  9. Penemuan
  10. Status konservasi
  11. Signifikansi
  12. Lihat pula
  13. Referensi

Artikel Terkait

Tumbuhan

kerajaan dari eukariota fotosintetis

Daftar spesies tumbuhan alien invasif di indonesia

dililitnya dan menutupinya sehingga pertumbuhan dari spesies asli dapat terhambat Berikut merupakan daftar beberapa spesies tumbuhan alien invasif di Indonesia:

Fabaceae

suku polong-polongan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026