Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

He Zehui

He Zehui adalah seorang fisikawan nuklir asal Tiongkok yang berkontribusi dalam pengembangan program nuklir di Tiongkok. Selama Perang Dunia II, ia bekerja bersama Walther Bothe di Jerman Nazi serta Irène Joliot-Curie di Paris.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

He Zehui
Chinese physicist (1914–2011)Templat:SHORTDESC:Chinese physicist (1914–2011)

He Zehui
lulus di tahun 1936
Lahir5 Maret 1914
Suzhou, China
Meninggal20 Juni 2011(2011-06-20) (umur 97)
Beijing, China
AlmamaterTsinghua University
Technische Universität Berlin
Dikenal atasPenemuan fisi tersier dan fisi kuarterner(1946)
Suami/istriQian Sanqiang
Anak3
Karier ilmiah
BidangFisika Nuklir
InstitusiSiemens AG (1940–1943)
Kaiser Wilhelm Institute (1943–1945)
Curie Institute (1946–1948)
Institute of Physics, Chinese Academy of Sciences (1950–1973)
Institute of High-Energy Physics, Chinese Academy of Sciences (1973–1984)
DisertasiA new precise and simple method of measuring the speed of flying bullets (1940)
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah He (Ho).
He Zehui
Hanzi sederhana: 何泽慧code: zh is deprecated
Hanzi tradisional: 何澤慧code: zh is deprecated
Pinyin: Hé Zéhuì
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Hé Zéhuì

He Zehui (juga dikenal sebagai Ho Zah-wei; 5 Maret 1914 – 20 Juni 2011) adalah seorang fisikawan nuklir asal Tiongkok yang berkontribusi dalam pengembangan program nuklir[1] di Tiongkok. Selama Perang Dunia II, ia bekerja bersama Walther Bothe di Jerman Nazi serta Irène Joliot-Curie di Paris.

Pada tahun 1945, He Zehui diakui sebagai ilmuwan yang menemukan fenomena tumbukan elastis antara positron dan elektron. Setahun kemudian, bersama suaminya, Qian Sanqiang, ia mengidentifikasi fisi terner dan kuaterner dalam inti uranium, yang menjadi temuan penting dalam fisika nuklir.

Kelas kelulusan tahun 1936 dari jurusan fisika Universitas Tsinghua. He Zehui berada di depan, kedua dari kanan; calon suaminya Qian Sanqiang berada di belakang, paling kiri.

Pendidikan

He Zehui memperoleh gelar dalam bidang fisika dari Tsinghua University di Beijing pada tahun 1936 dengan predikat terbaik di angkatannya, yang juga mencakup calon suaminya, Qian Sanqiang.[2] Selama di Tsinghua, ia mendapatkan bimbingan dari Zhou Peiyuan, seorang kenalan dekat sepupunya, Wang Shoujing, yang memperlakukannya seperti saudara sendiri.

Dengan dukungan dari ayahnya, yang memperoleh beasiswa dari gubernur Shanxi, Yan Xishan, He Zehui melanjutkan studi dalam bidang balistik eksperimental di Technische Hochschule zu Berlin.[1][2][3] Pemilihannya untuk studi di Jerman didorong oleh ketertarikan negara tersebut terhadap teknologi persenjataan canggih.[4] Pada tahun 1940, ia meraih gelar PhD dalam bidang teknik dari institusi yang sama, dengan disertasi berjudul A new precise and simple method of measuring the speed of flying bullets. Selama menyelesaikan studinya, ia tinggal bersama Friedrich Paschen, mantan guru pembimbingnya, dan diterima sebagai bagian dari keluarganya di Berlin.[5]

Bekerja di Nazi Jerman (1940–1945)

Terperangkap di Jerman setelah pemerintah Nazi melancarkan Perang Dunia II, He Zehui memperoleh pekerjaan di Siemens, di mana ia melakukan penelitian mengenai electroweak interaction. Pada tahun 1943, ketika pemboman Sekutu terhadap Berlin semakin intensif, ia diperkenalkan oleh Friedrich Paschen kepada Walther Bothe, direktur Physics Institute di Kaiser Wilhelm Institute for Medical Research—yang kini dikenal sebagai Max Planck Institute for Medical Research—di Heidelberg. Bothe merupakan salah satu pemimpin German Uranium Project, sehingga He Zehui meninggalkan Berlin untuk bergabung dengan tim fisika nuklir di Heidelberg.

Pada Desember 1943, Bothe menyelesaikan pembangunan cyclotron pertama di Jerman. Setelah itu, He Zehui bekerja sama dengan Heinz Maier-Leibnitz dalam membangun cloud chamber kedua dan menggunakannya untuk mempelajari tumbukan antara positron dan elektron, guna menguji teori Homi J. Bhabha dan Paul Dirac.[2] Penelitiannya mengarah pada penemuan fenomena tumbukan elastis antara elektron dan positron. Temuan ini ia komunikasikan melalui surat kepada Qian Sanqiang yang saat itu berada di Paris.

Karier di Tiongkok (sejak 1948)

Sekembalinya ke Tiongkok, He Zehui bergabung dengan Institute of Physics of the National Academy of Peiping (IOPNAP), di mana ia mendirikan Atomic Research Institute sebagai satu-satunya peneliti penuh waktu. Setelah IOPNAP bergabung dengan Institute of Physics, Chinese Academy of Sciences (IOPCAS) pada 1950, ia tetap melanjutkan penelitiannya. Bersama suaminya, ia memilih menetap di Tiongkok setelah Partai Komunis berkuasa, meskipun memiliki koneksi internasional. Suaminya bahkan mendapat izin untuk membeli peralatan ilmiah dalam jumlah besar dari luar negeri. Pada 1955, pemerintah Tiongkok menugaskan suaminya untuk mengembangkan bom atom, dan setahun kemudian He Zehui meraih penghargaan Ilmu Pengetahuan peringkat ketiga dari Chinese Academy of Sciences atas karyanya dalam pembuatan emulsi nuklir.[6]

Sejak 1950, He Zehui menjadi peneliti di Modern Physics Institute (MPI) Chinese Academy of Sciences (CAS) dan memimpin Neutron Physics Research Division. Setelah MPI berganti nama menjadi Atomic Energy Institute pada 1958, ia menjabat sebagai wakil direktur hingga 1973. Selanjutnya, ia berpindah ke Institute of High-Energy Physics (IHEP), CAS, dan tetap menjadi wakil direktur hingga 1984. Ia berperan dalam berbagai riset terkait senjata nuklir dan uji coba nuklir. Pada 1950-an, Tiongkok, dengan bantuan Uni Soviet, membangun reaktor nuklir dan cyclotron pertama, yang kemudian mengarah pada uji coba sukses bom atom dan bom hidrogen pada 1960-an.

Selama Revolusi Kebudayaan (1966–1976), He Zehui menjaga profil rendah dan kemudian beralih ke penelitian sinar kosmik serta astrofisika energi tinggi. Pada 1978, ia mengunjungi Jerman, CERN, Amerika Serikat, dan negara lain untuk memperkuat kolaborasi ilmiah internasional.

Referensi

  1. 1 2 Famous Chinese Physicist He Zehui Dies at 97, China Radio International, 21 June 2011, diarsipkan dari asli tanggal 25 June 2011
  2. 1 2 3 Fidecaro, Maria; Sutton, Christine (23 November 2011). "Zehui He: following a different road". CERN Courier. Diarsipkan dari asli tanggal 20 January 2012. Diakses tanggal 11 February 2015.
  3. ↑ Awardee of Physics Prize: He Zehui, Ho Leung Ho Lee Foundation, 2006, diarsipkan dari asli tanggal 10 February 2015, diakses tanggal 10 February 2015
  4. ↑ "何泽慧:率真而温暖的苏州女儿". Chinanews.com. 2011-06-22. Diakses tanggal 2015-02-10.
  5. ↑ Fidecaro, Maria; Sutton, Christine (23 November 2011). "Zehui He: following a different road". CERN Courier. Diarsipkan dari asli tanggal 20 January 2012. Diakses tanggal 11 February 2015.
  6. ↑ Kristof, Nicholas D. (3 July 1992). "Qian Sanqiang, Chinese Physicist On Atom Bomb Team, Dies at 79". New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 22 January 2014. Diakses tanggal 10 February 2015.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan
  2. Bekerja di Nazi Jerman (1940–1945)
  3. Karier di Tiongkok (sejak 1948)
  4. Referensi

Artikel Terkait

Qian Sanqiang

Qian Sanqiang dan He Zehui di Paris, 1947

Kematian tahun 2011

artikel daftar Wikimedia

Deng Jiaxian

Lizhi Feng Duan Feng Kang Gu Chaohao Guan Weiyan Guan Zhaozhi Hao Bailin He Zehui He Zuoxiu Hong Chaosheng Hu Jimin Hu Shihua Huang Zuqia Jiang Boju Jin Jianzhong

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026