Hakim-hakim 3 adalah pasal ketiga Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Pasal ini berisi catatan keadaan orang Israel setelah Yosua bin Nun mati, di mana Allah membangkitkan hakim-hakim untuk memimpin orang Israel, tiga yang disebutkan di pasal ini yaitu: Otniel, Ehud dan Samgar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hakim-hakim 3 | |
|---|---|
Kitab Hakim-hakim lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008. | |
| Kitab | Kitab Hakim-hakim |
| Kategori | Nevi'im |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Lama |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 7 |
Hakim-hakim 3 (disingkat Hak 3) adalah pasal ketiga Kitab Hakim-hakim dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Pasal ini berisi catatan keadaan orang Israel setelah Yosua bin Nun mati,[2] di mana Allah membangkitkan hakim-hakim untuk memimpin orang Israel, tiga yang disebutkan di pasal ini yaitu: Otniel, Ehud dan Samgar.[3]
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Kitab Hakim-Hakim mencatat bahwa Israel mengalami enam siklus kemurtadan, perbudakan, berseru kepada Allah, pembebasan oleh Allah, dan kemudian terjatuh kembali (lihat Hakim–hakim 2:10). Peristiwa-peristiwa sejarah ini mengungkap beberapa kebenaran mendasar:
Menurut sejarawan Yahudi-Romawi abad ke-1 M, Flavius Yosefus (37-100 M), Samgar (ditulisnya dengan nama "Shamgat", dipilih menjadi pemimpin (atau "hakim"), tetapi mati dalam tahun pertama pemerintahannya.[12]
Menurut Seder Olam Rabbah, yaitu tawarikh orang Yahudi dari abad ke-2 M yang memuat kronologi sejak penciptaan sampai zaman Romawi, pada zaman sebelum Otniel menjadi hakim, yaitu sebelum terjadi penindasan oleh Kusyan-Risyataim terjadilah dua peristiwa yang dicatat di bagian akhir kitab Hakim-hakim yaitu:
Sejarawan Yahudi-Romawi abad ke-1 M, Flavius Yosefus (37-100 M), dalam karyanya "Sejarah Kuno Orang Yahudi" yang ditulis pada tahun 93-94 M, yaitu sebelum munculnya "Seder Olam Rabbah", juga menulis bahwa kedua peristiwa itu terjadi sebelum terjadi penindasan oleh orang Asyur yang kemudian berakibat munculnya Otniel, di mana peristiwa yang melibatkan suku Benyamin dalam catatannya dipaparkan dengan urutan sebelum catatan peristiwa yang melibatkan suku Dan.[14]