Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

H. S. Dillon

Harbrinderjit Singh Dillon atau lebih dikenal dengan nama H. S. Dillon adalah salah satu tokoh Indonesia di bidang hak asasi manusia dan sosial-ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan. Ia meraih penghargaan Global Award dari Priyadarshni Academy, India sebagai keturunan India di luar India yang memberikan kontribusi bagi negara yang ditinggalinya.

politisi Indonesia | Aktivis dan pejuang HAM asal Indonesia
Diperbarui 21 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

H. S. Dillon

Harbrinderjit Singh Dillon
LahirHarbrinderjit Singh Dillon
(1945-04-23)23 April 1945
Medan, Hindia Belanda
Meninggal16 September 2019(2019-09-16) (umur 74)
Kuta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Sumatera Utara
Universitas Cornell
Dikenal atasTokoh HAM, Sosial Ekonomi, Pakar Pertanian, Pemerhati Penanggulangan Kemiskinan
Anak3
H. S. Dillon
Jabatan Pemerintahan
1998–2002Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
1999–2000Anggota Dewan Ekonomi Nasional
2000–2001Anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
2010–2012Anggota Komite Ekonomi Nasional
2011–2014Utusan Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Harbrinderjit Singh Dillon (23 April 1945 – 16 September 2019)[1] atau lebih dikenal dengan nama H. S. Dillon adalah salah satu tokoh Indonesia di bidang hak asasi manusia dan sosial-ekonomi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan. Ia meraih penghargaan Global Award dari Priyadarshni Academy, India sebagai keturunan India di luar India yang memberikan kontribusi bagi negara yang ditinggalinya.

Pendidikan

H. S. Dillon menghabiskan masa kecilnya di Medan, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan di SD Santo Josef Medan, SMP Santo Thomas Medan, dan SMA 1 Teladan Medan. Kemudian ia berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU)

Tahun 1983, ia mendapatkan gelar PhD dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.[2]

Karier

Departemen Pertanian (1985–1996)

Ia memulai karier pemerintahan di Departemen Pertanian. Ia menjadi Tenaga ahli diperbantukan pada Ketua Tim Khusus Proyek Perkebunan Berbantuan, Direktorat Jenderal Perkebunan dari tahun 1983 hingga 1985. Kemudian, Dillon diangkat menjadi Kepala Bagian Pengkajian Komoditas Biro Kerja Sama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian dari tahun 1985 hingga tahun 1990.

Dalam rentang 6 tahun (1990–1990), ia kemudian menjadi Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Pengembangan dan Perdagangan Komoditas.[3] Selain itu pada tahun 1994, ia menjabat 3 posisi, yakni Ketua Tim Konsolidasi Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan (BUMN), Ketua Tim Perumus Konsolidasi BUMN Sektor Pertanian, kemudian menjadi Kepala Biro Tata Usaha BUMN, Departemen Pertanian.

Lembaga Nonstruktural Pemerintahan dan Penasihat Menteri (1997–2001)

Tahun 1997 hingga tahun 2019, ia memimpin sebuah lembaga penelitian, yakni menjadi Direktur Eksekutif Centre for Agricultural Policy Studies (CAPS). Setahun kemudian pada 1998 hingga 2002, ia dipercaya menjadi Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Kemudian pada tahun 1999, ia dilantik oleh Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid menjadi Anggota Dewan Ekonomi Nasional yang diketuai oleh Emil Salim. Selain itu Presiden Abdurrahman Wahid juga menunjukkan menjadi Anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.[4]

Ia kemudian menjadi Penasihat Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan pada Februari 2001. Ia juga dipercaya menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dari Maret hingga Oktober 2001 dan Direktur Kemitraan untuk Reformasi Pemerintahan.[4]

Komisaris di perusahaan pangan

Pada Oktober 2001, PT Astra Agro Lestari menunjuk H. S. Dillon sebagai Komisaris Independen. Ia menjadi komisaris independen di perusahaan tersebut selama belasan tahun.[2][5]

Utusan Khusus Presiden dan Komite Ekonomi Nasional (2010–2014)

Dillon ditunjuk oleh Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional pada tahun 2010 hingga tahun 2012.[6] Kemudian ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Penanggulangan Kemiskinan pada April 2011.[2]

Pada Agustus 2011, ia bersama Komisi Pemberantasan Korupsi, Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia serta Ombudsman mendeklarasikan "Gerakan Cukup Sudah Kemiskinan dan Pemiskinan".[7] Gerakan ini merupakan kolaborasi gerakan konkrit untuk mengentaskan kemiskinan. Pada Juli 2012, HS Dillon ke Kalimantan Tengah untuk mendukung intensifikasi budidaya kedelai di lahan seluas 150.000 hektar oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang. Ia juga mengimbau melakukan kemitraan dengan masyarakat, agar keterlibatan masyarakat mampu meningkatkan taraf hidup mereka.[8]

Di Juni 2013, ia sempat menyentil pemerintah daerah karena tidak memberikan lahan kepada petani, yang mengakibatkan kesenjangan semakin meningkat.[9]

Kegiatan Internasional

Dalam kancah internasional, ia beberapa kali diutus mewakili Indonesia dalam bidang Agribisnis. Pada tahun 1988, ia menjadi representasi negara dalam International Association of Agricultural Economists. Pada tahun yang sama, ia menjadi Chief Negotiator pada delegasi Indonesia di Uruguay Round Negotiations sampai 1993.[2] Setahun kemudian pada 1989, ia ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat Komisi Kerja Tetap Departeman Pertanian – Departemen Perindustrian (1989).

Pada tahun 1990 hingga tahun 1996, Dillon menjadi Koordinator Task Force Kebijakan Pertanian, INPEC (Indonesian National Committee for Pacific Economic Cooperation). Selanjutnya dipercaya menjadi Sekretaris Board of Supervisors, PTP Commodities Limited New York dan Indoham (1991–1996), Anggota Consultative Committee, the Common Fund for Commodities, Amsterdam (1991–1992), Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (1996–1999), dan Vice President Asian Society of Agricultural Economists (1996–1999).

Penghargaan

H. S. Dillon mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra dari Presiden Joko Widodo (2015)

Beberapa penghargaan yang pernah diperoleh oleh H. S. Dillon, salah satunya Bintang Jasa Pratama. Ia dianugerahkan penghargaan ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 Agustus 2007.[10] Ia juga mendapatkan Global Award dari Priyadarshni Academy Mumbay, India, Bidang Hak Asasi Manusia dan Sosial Ekonomi. Penghargaan ini ia dapatkan pada 19 September 2014.[11]

Pada Agustus 2015, ia kembali mendapatkan penghargaan dari Presiden Indonesia. Dillon mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Hal ini ia dapatkan karena 3 hal, yakni berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara. Kedua, pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan beberapa bidang lain yang besar manfaat bagi bangsa dan negara. Ketiga, darma bakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.[12]

Tanda kehormatan

  • Bintang Jasa Pratama (2007)
  • Bintang Mahaputera Utama (2015)

Kehidupan Pribadi

H. S. Dillon menikah dengan seorang dokter bernama Drupadi S. Harnopidjati. Dari pernikahannya tersebut, mereka mempunyai 3 anak, yakni Haryasetyaka Singh Dillon, Mahawira Singh Dillon, dan Mahareksha Singh Dillon.[13]

Dillon menganut agama Sikhisme. Agama ini merupakan agama minoritas di Indonesia.[14]

Pranala luar

  • Situs web resmi

Referensi

  1. ↑ "H.S. Dillon meninggal dunia". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-12. Diakses tanggal 2019-09-16.
  2. 1 2 3 4 PT Astra Agro Lestari (2014). Laporan Tahunan 2013 PT Astra Agro Lestari (PDF). hlm. 103. Diakses tanggal 13 November 2025.
  3. ↑ "HS Dillon Meninggal Dunia". ESQ News. 17 September 2019. Diakses tanggal 13 November 2025.
  4. 1 2 "Mengenang HS Dillon". Kumparan. 17 September 2019. Diakses tanggal 13 November 2025.
  5. ↑ PT Astra Agro Lestari (2016). Laporan Tahunan 2015 PT Astra Agro Lestari (PDF). hlm. 103. Diakses tanggal 13 November 2025.
  6. ↑ "Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2010 tentang Komite Ekonomi Nasional". Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan. 20 Mei 2010. Diakses tanggal 8 Agustus 2025.
  7. ↑ Wardah, Fathiyah (24 Agustus 2011). "Sejumlah Lembaga Luncurkan Deklarasi 'Cukup Sudah Kemiskinan'". Diakses tanggal 13 November 2025.
  8. ↑ Radius, Dwi Bayu (31 Juli 2012). "Utusan Presiden Dukung Intensifikasi Kedelai". Kompas.com. Diakses tanggal 13 November 2025.
  9. ↑ "HS Dillon: Petani Seharusnya Diberi Lahan". Tempo.co. 9 Juni 2013. Diakses tanggal 13 November 2025.
  10. ↑ "Presiden Anugerahkan Bintang Kehormatan". Kementerian Sekretariat Negara Republik Idnonesia. 15 Agustus 2007. Diakses tanggal 13 November 2025.
  11. ↑ "22nd Anniversary Global Award: Global recognition for an Overseas Indian!". Priyadarshni Academy Mumbay. 19 September 2014.
  12. ↑ "HS Dillon dan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Jokowi". Kumparan. 17 September 2019.
  13. ↑ Lesmana, Agung Sandy (16 September 2019). "Sempat Berjuang Selama 1 Bulan, HS Dillon Wafat Akibat Komplikasi Jantung". Suara.com. Diakses tanggal 13 November 2025.
  14. ↑ UNHCR 2009 Report on International Religious Freedom- Indonesia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan
  2. Karier
  3. Departemen Pertanian (1985–1996)
  4. Lembaga Nonstruktural Pemerintahan dan Penasihat Menteri (1997–2001)
  5. Komisaris di perusahaan pangan
  6. Utusan Khusus Presiden dan Komite Ekonomi Nasional (2010–2014)
  7. Kegiatan Internasional
  8. Penghargaan
  9. Tanda kehormatan
  10. Kehidupan Pribadi
  11. Pranala luar
  12. Referensi

Artikel Terkait

Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025

Unjuk rasa di Indonesia pada Agustus-September 2025

Yasonna Laoly

politikus Indonesia

Muhammad Rifqinizamy Karsayuda

politikus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026