Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGuru Engku
Artikel Wikipedia

Guru Engku

Guru Engku atau nama lengkapnya Syekh Tengku H. Muhammad bin Alim adalah seorang ulama kharismatik, pendidik, dan tokoh historis dari wilayah Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi. Beliau dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam moderat di wilayah aliran sungai Tabir dan merupakan penulis manuskrip keagamaan yang menjadi rujukan lokal.

Wikipedia article
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Syekh Haji
Muhammad bin Alim
GelarGuru Engku
Kehidupan pribadi
Lahir
Muhammad

1903
Desa Muara Jernih, Tabir, Hindia Belanda
Meninggal1985 (umur 81–82)
Muara Jernih, Merangin, Indonesia
KebangsaanIndonesia
AnakHj. Siti Fatimah (salah satu putri)
Dikenal karenaUlama penyebar pendidikan Islam di Tabir Ulu, penulis Manuskrip Qawaid al-Iman
Nama lainSyekh Tengku H. Muhammad bin Alim
PekerjaanUlama, Pendidik, Filolog
Kehidupan religius
AgamaIslam
DenominasiSunni

Guru Engku atau nama lengkapnya Syekh Tengku H. Muhammad bin Alim (1903 – 1985) adalah seorang ulama kharismatik, pendidik, dan tokoh historis dari wilayah Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi. Beliau dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam moderat di wilayah aliran sungai Tabir dan merupakan penulis manuskrip keagamaan yang menjadi rujukan lokal.[1]

Latar Belakang dan Pendidikan

Muhammad lahir pada tahun 1903 di Desa Muara Jernih, Kecamatan Tabir Ulu, Merangin. Beliau merupakan putra sulung dari pasangan Alim dan Cinto Ado.[2]

Perjalanan menuntut ilmu beliau dimulai dari pendidikan dasar Al-Qur'an di kampung halamannya. Pada tahun 1918, dalam usia 15 tahun, beliau merantau ke Kerinci untuk mendalami ilmu agama selama lima tahun. Di Kerinci, beliau berguru kepada seorang ulama asal Aceh yang kemudian memberikannya gelar Tengku sebagai pengakuan atas ketekunannya.[1]

Pada tahun 1931, beliau melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke wilayah Patani, Thailand Selatan, yang saat itu merupakan pusat studi Islam terkemuka di Asia Tenggara. Beliau menempuh perjalanan menggunakan rakit melalui jalur sungai menuju Jambi sebelum akhirnya menyeberang ke Thailand. Beliau menetap dan belajar di Patani selama hampir 30 tahun, serta sempat melanjutkan pendidikan ke Makkah, Arab Saudi, di mana beliau mendalami ilmu hadis dan ilmu falak.[1][2]

Kontribusi dan Dakwah

Sekembalinya ke Merangin, Syekh Tengku Muhammad bin Alim memfokuskan diri pada pengembangan pendidikan Islam di Desa Muara Jernih dan sekitarnya. Beliau menerapkan metode pembelajaran tradisional halaqah (duduk melingkar) dalam mengajarkan Al-Qur'an dan Kitab Kuning.[1]

Beliau dikenal sebagai sosok yang disiplin dan gigih dalam mengubah pola pikir masyarakat setempat melalui dakwah yang persuasif. Perannya sangat sentral dalam pendirian institusi pendidikan agama di Tabir Ulu, yang kemudian melahirkan banyak murid yang menjadi tokoh agama di wilayah tersebut. Karena kedalaman ilmunya, masyarakat memberikan penghormatan tertinggi dengan memanggil beliau Guru Engku.[1]

Karya Tulis

Sebagai seorang ulama yang produktif, beliau meninggalkan warisan intelektual berupa manuskrip tulisan tangan. Karya utamanya yang paling dikenal adalah:

  • Manuskrip Qawaid al-Iman: Sebuah kitab yang membahas tentang dasar-dasar keimanan (rukun Islam dan rukun iman), serta memuat kisah-kisah historis Islam seperti kisah Sayyidina Ali dan kaum Khawarij. Manuskrip ini ditulis untuk memudahkan masyarakat awam dalam memahami persoalan tauhid.[2]

Wafat

Syekh Tengku H. Muhammad bin Alim wafat pada tahun 1985 di Desa Muara Jernih. Makam beliau terletak di desa kelahirannya dan hingga kini sering diziarahi oleh masyarakat serta para santri sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam menyebarkan Islam di wilayah Merangin.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Putri, Benni Agusti; Zahara; Putra (2024). "Biografi Syekh Tengku H. Muhammad bin Alim (1903 - 1985)". The Proceedings of the 8th Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF): Tema Teks dan Manuskrip. UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Diakses tanggal 2024-05-22.
  2. 1 2 3 Ikram, L.; Rafli; Taher; Sultan (2023). "Sayyidina Ali and Khawarij's Story in Qawaid Al-Iman Manuscript". Fuaduna: Jurnal Keagamaan dan Kemasyarakatan. UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Diakses tanggal 2024-05-22.

Pranala luar

  • (Indonesia) Biografi Syekh Tengku H. Muhammad bin Alim di Proceeding BUAF
  • (Indonesia) Situs Resmi Kabupaten Merangin

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang dan Pendidikan
  2. Kontribusi dan Dakwah
  3. Karya Tulis
  4. Wafat
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Mohammad Sjafei

menyebutkan bahwa Engku Mohammad Syafei lahir pada tanggal 31 Oktober 1893. Sedangkan Audrey R. Kahin menyebut bahwa Engku Mohammad Syafei adalah guru kelahiran

Universitas Islam Indragiri

dengan lima fakultas dan sebelas program studi pada sebuah acara di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, yang dihadiri Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Pulau Penyengat

pulau di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026