Gundik adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai Anggy Umbara. Film ini dibintangi oleh Luna Maya, Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Ratu Sofya, hingga Tyo Pakusadewo. Alur ceritanya berpusat pada rencana perampokan yang dilakukan oleh empat penjahat. Keempat pria tersebut memiliki rencana untuk merampok rumah seorang selir pejabat negara, yang dikenal sebagai Gundik. Film ini dirilis pada 22 Mei 2025.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gundik | |
|---|---|
Poster film saat rilis | |
| Sutradara | Anggy Umbara |
| Produser | Indah Destriana Anggy Umbara |
| Ditulis oleh | Anggy Umbara |
| Pemeran | |
| Sinematografer | Dicky R. Maland |
| Penyunting | Gita Miaji |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 112 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Gundik adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai Anggy Umbara. Film ini dibintangi oleh Luna Maya, Maxime Bouttier, Agus Kuncoro, Ratu Sofya, hingga Tyo Pakusadewo. Alur ceritanya berpusat pada rencana perampokan yang dilakukan oleh empat penjahat. Keempat pria tersebut memiliki rencana untuk merampok rumah seorang selir pejabat negara, yang dikenal sebagai Gundik. Film ini dirilis pada 22 Mei 2025.[1][2]
Film Gundik bercerita tentang empat orang perampok yang ingin cepat kaya. Mereka menyusun rencana untuk merampok rumah mewah milik seorang perempuan kaya yang dikenal sebagai “Nyai”. Perempuan ini disebut-sebut sebagai gundik pejabat-pejabat penting, dan rumahnya diyakini menyimpan banyak uang dan barang berharga.
Pada malam hari, keempat perampok itu masuk ke rumah Nyai dengan keyakinan bahwa semuanya akan berjalan lancar. Awalnya, situasi memang terlihat mudah. Rumah terlihat kosong dan senyap. Namun, setelah masuk ke dalam, satu per satu dari mereka mulai mengalami kejadian aneh dan menakutkan. Mereka melihat bayangan hitam yang bergerak cepat dan sosok perempuan misterius dengan tatapan tajam. Ternyata, Nyai bukanlah wanita biasa. Ia adalah sosok mistis yang berkuasa di Pantai Selatan. Rumah yang mereka masuki menyimpan kekuatan gaib, dan keempat perampok itu secara tidak sadar telah melanggar batas antara dunia manusia dan dunia makhluk halus. Ketakutan demi ketakutan mulai muncul. Mereka mulai kehilangan akal sehat dan tak tahu cara keluar dari rumah tersebut. Satu per satu mulai menjadi korban teror gaib.[3]
Kanal YouTube Kawan Review mengungkapkan bahwa film Gundik ditunjang oleh performa totalitas Luna Maya sebagai Nyai tetapi tidak didukung oleh penulisan karakter yang mumpuni.[9] Krtikus film Timothy Fidealo mengatakan pemilihan genre film ini menjadi tanggung, karena Gundik memiliki genre utama horor, tetapi lebih didominasi dengan komedi yang garing.[10] Sementara kanal YouTube Geraldyta Channel menjelaskan film ini memiliki pengaturan cerita yang absurd dan tidak masuk akal, seperti ular bisa berjalan mundur, karakter ibu hamil 9 bulan bisa memanjat pagar rumah, hingga penambahan cerita bayi Baim dengan Merry lahir disebut sebagai Imam Mahdi.[11]