Gol Gumbaz adalah sebuah mausoleum di Kota Bijapur yang dibangun untuk Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tahun 1656 M. Pembangunan Gol Gumbaz diselesaikan pada tahun 1659 M oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz. Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki. Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan bagian atas hanya memiliki satu kubah. Di India, Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional yang mewakili pluralisme agama di India.
Gol Gumbaz adalah sebuah mausoleum di Kota Bijapur yang dibangun untuk Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tahun 1656 M.[1][2] Pembangunan Gol Gumbaz diselesaikan pada tahun 1659 M oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz.[3][4][5]Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki.[6] Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan bagian atas hanya memiliki satu kubah.[7][8] Di India, Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional yang mewakili pluralisme agama di India.[9]
Pembangunan
Lokasi Gol Gumbaz berada di Kota Bijapur yang termasuk dalam wilayah negara bagian Karnataka, India.[1] Gol Gumbaz dibangun sebagai mausoleum bagi Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tanggal 4 November 1656 M.[2] Pembangunan Gol Gumbaz dimulai pada tahun 1656 M di Kota Bijapur dan selesai pada tahun 1659 M selama masa kekuasaan Kesultanan Bijapur.[3][4] Gol Gumbaz dibangun oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz.[5]
Arsitektur
Tampak atas dari Gol Gumbaz yang menampakkan bentuk persegi dengan satu menara di setiap sudutnya dan sebuah kubah di bagian tengahnya.
Di antara kesultanan-kesultanan Dekkan, Kesultanan Bijapur menjadi kesultanan yang paling menonjolkan pembuatan bangunan yang bersifat megah.[10] Kemegahan arsitektur Kesultanan Bijapur salah satunya ditampilkan pada Gol Gumbaz.[11]Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki.[6] Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan tiap sisinya memiliki panjang 47,5 meter dan membentuk satu ruangan saja.[7]
Bagian atas pada bangunan utama Gol Gumbaz hanya memiliki satu kubah dengan diameter sepanjang 38 meter.[8] Gol Gumbaz memiliki kubah dengan ukuran yang terbesar dibandingkan dengan kubah-kubah lain di India.[12] Kubah Gol Gumbaz dibangun menjulang tinggi mengikuti tradisi pembangunan makam bagi Sultan Bijapur yang dimulai dari Sultan Ibrahim Adil Syah II (1580–1627 M).[13] Ketebalan kubah Gol Gumbaz dari permukaan atas ke permukaan bawahnya adalah 3,5 meter.[14]
Bangunan pada Gol Gumbaz dilengkapi dengan empat menara.[15] Masing-masing menara di Gol Gumbaz terletak pada tiap sudut ruangan. Bentuk dari keempat menara di Gol Gumbaz adalah segi delapan.[7] Tiap menara di Gol Gumbaz dibangun dengan tujuh lantai.[16]
Nilai penting
Sepotong prangko terbitan tahun 1949 M yang menampilkan Gol Gumbaz.
Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional di India yang mewakili persatuan dalam keberagaman agama di India. Identitas keagamaan di India yang diwakili oleh keberadaan Gol Gumbaz adalah muslim. Pada tahun 1949 M, Pemerintah India menerbitkan satu edisi prangko yang berisi sebanyak 16 lembar prangko yang masing-masing menampilkan gambar dari salah satu situs warisan nasional di India. Penerbitan edisi prangko ini sebagai simbol bahwa India merupakan negara yang menganut pluralisme agama.[9]
↑Ching, F. D. K., Jarzombek, M. M., dan Prakash, V. (2007). A Global History of Architecture (dalam bahasa Inggris). Hoboken: John Wiley & Sons. hlm.477. ISBN978-0-471-26892-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)