Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gol Gumbaz

Gol Gumbaz adalah sebuah mausoleum di Kota Bijapur yang dibangun untuk Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tahun 1656 M. Pembangunan Gol Gumbaz diselesaikan pada tahun 1659 M oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz. Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki. Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan bagian atas hanya memiliki satu kubah. Di India, Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional yang mewakili pluralisme agama di India.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gol Gumbaz
Gol Gumbaz dari tampak samping.

Gol Gumbaz adalah sebuah mausoleum di Kota Bijapur yang dibangun untuk Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tahun 1656 M.[1][2] Pembangunan Gol Gumbaz diselesaikan pada tahun 1659 M oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz.[3][4][5] Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki.[6] Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan bagian atas hanya memiliki satu kubah.[7][8] Di India, Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional yang mewakili pluralisme agama di India.[9]

Pembangunan

Lokasi Gol Gumbaz berada di Kota Bijapur yang termasuk dalam wilayah negara bagian Karnataka, India.[1] Gol Gumbaz dibangun sebagai mausoleum bagi Muhammad Adil Syah selaku Sultan Bijapur yang meninggal pada tanggal 4 November 1656 M.[2] Pembangunan Gol Gumbaz dimulai pada tahun 1656 M di Kota Bijapur dan selesai pada tahun 1659 M selama masa kekuasaan Kesultanan Bijapur.[3][4] Gol Gumbaz dibangun oleh para perajin yang dipekerjakan oleh Syah Nawaz.[5]

Arsitektur

Tampak atas dari Gol Gumbaz yang menampakkan bentuk persegi dengan satu menara di setiap sudutnya dan sebuah kubah di bagian tengahnya.

Di antara kesultanan-kesultanan Dekkan, Kesultanan Bijapur menjadi kesultanan yang paling menonjolkan pembuatan bangunan yang bersifat megah.[10] Kemegahan arsitektur Kesultanan Bijapur salah satunya ditampilkan pada Gol Gumbaz.[11] Gaya arsitektur utama yang diterapkan pada Gol Gumbaz adalah arsitektur Turki.[6] Gol Gumbaz dibangun berbentuk kubus dengan tiap sisinya memiliki panjang 47,5 meter dan membentuk satu ruangan saja.[7]

Bagian atas pada bangunan utama Gol Gumbaz hanya memiliki satu kubah dengan diameter sepanjang 38 meter.[8] Gol Gumbaz memiliki kubah dengan ukuran yang terbesar dibandingkan dengan kubah-kubah lain di India.[12] Kubah Gol Gumbaz dibangun menjulang tinggi mengikuti tradisi pembangunan makam bagi Sultan Bijapur yang dimulai dari Sultan Ibrahim Adil Syah II (1580–1627 M).[13] Ketebalan kubah Gol Gumbaz dari permukaan atas ke permukaan bawahnya adalah 3,5 meter.[14]

Bangunan pada Gol Gumbaz dilengkapi dengan empat menara.[15] Masing-masing menara di Gol Gumbaz terletak pada tiap sudut ruangan. Bentuk dari keempat menara di Gol Gumbaz adalah segi delapan.[7] Tiap menara di Gol Gumbaz dibangun dengan tujuh lantai.[16]

Nilai penting

Sepotong prangko terbitan tahun 1949 M yang menampilkan Gol Gumbaz.

Gol Gumbaz merupakan salah satu situs warisan nasional di India yang mewakili persatuan dalam keberagaman agama di India. Identitas keagamaan di India yang diwakili oleh keberadaan Gol Gumbaz adalah muslim. Pada tahun 1949 M, Pemerintah India menerbitkan satu edisi prangko yang berisi sebanyak 16 lembar prangko yang masing-masing menampilkan gambar dari salah satu situs warisan nasional di India. Penerbitan edisi prangko ini sebagai simbol bahwa India merupakan negara yang menganut pluralisme agama.[9]

Referensi

  1. 1 2 Pearson, Christopher E.M. (2009). 1000 Monuments of Genius. Kota Ho Chi Minh: Parkstone International. hlm. 100. ISBN 978-1-78310-415-4. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Hosamani, Ratnakar D. (2022). Adil Shahis of Bijapur A Study on their contributions to Deccan Art and Heritage (dalam bahasa Inggris). Raleigh: Lulu Publication. hlm. 43. ISBN 978-1-387-44247-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Peacock, A.C.S., & McClary, R. P., ed. (2020). Turkish History and Culture in India: Identity, Art and Transregional Connections (dalam bahasa Inggris). Leiden & Boston: Brill. hlm. 294. ISBN 978-90-04-43736-4. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Ali, A. Yusuf (Juli 2025). The Making of India (dalam bahasa Inggris). Antigonos Verlag. hlm. 86. ISBN 978-3-56345-955-3. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Naqvī, Ṣādiq (2003). The Iranian Afaquies Contribution to the Qutb Shahi and Adil Shahi Kingdoms (dalam bahasa Inggris). A.A. Hussain Book Shop. hlm. 187. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Chopra, P. N., dan Puri, B.N., & Das, M.N. (Desember 2003). Medieval India: A Comprehensive History of India (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Sterling Publishers. hlm. 259. ISBN 81-207-2508-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 3 Sopandi, Setiadi (2013). Sejarah Arsitektur: Sebuah Pengantar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 143. ISBN 978-979-22-9764-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. 1 2 Melaragno, Michele (1991). An Introduction to Shell Structures: The Art and Science of Vaulting (dalam bahasa Inggris). Kota New York: Van Nostrand Reinhold. hlm. 53. ISBN 978-1-4757-0223-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. 1 2 Truschke, Audrey (Juni 2025). Nelson, P., dan Wagh, E. (ed.). India: 5,000 Years of History on the Subcontinent (dalam bahasa Inggris). Princeton & Oxford: Princeton University Press. hlm. 463. ISBN 978-0-691-22123-6. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Prakash, Om (2005). Cultural History of India (dalam bahasa Inggris). New Delhi: New Age International. hlm. 196–197. ISBN 81-224-1587-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Farooqui, Salma Ahmed (2011). A Comprehensive History of Medieval India: Twelfth to the Mid-eighteenth Century (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Dorling Kindersley. hlm. 177. ISBN 978-81-317-3202-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Narayana K, Prakash. Know are Karnataka: A Book for Competitive Exams (dalam bahasa Inggris). Pothi.com. hlm. 7. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Haidar, N. N., dan Sardar, M. (2015). Foreman, K., Blood, A., dan Franzen, E. (ed.). Sultans of Deccan India, 1500-1700: Opulence and Fantasy. Kota New York: Metropolitan Museum of Art. hlm. 147. ISBN 978-0-300-21110-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Ching, F. D. K., Jarzombek, M. M., dan Prakash, V. (2007). A Global History of Architecture (dalam bahasa Inggris). Hoboken: John Wiley & Sons. hlm. 477. ISBN 978-0-471-26892-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Chaurasia, Radhey Shyam (2002). History of Medieval India: From 1000 A.D. to 1707 A.D. (dalam bahasa Inggris). New Delhi: Atlantic Publishers and Distributors. hlm. 106. ISBN 81-269-0123-3. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Pereira, José (2004). The Sacred Architecture of Islam (dalam bahasa Inggris). Aryan Books International. hlm. 280. ISBN 978-8-17305-266-8. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Kulturenvanteri monument

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembangunan
  2. Arsitektur
  3. Nilai penting
  4. Referensi

Artikel Terkait

Mausoleum

monumen bebas eksternal dengan bangunan pemakaman pribadi

Islam di India

artikel daftar Wikimedia

Pagoda Vipassana Global

bangunan kuil di India

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026