Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Goenawan Mohamad

Goenawan Soesatyo Mohamad adalah seorang penyair, esais, penulis naskah drama, dan editor Indonesia. Dia adalah pendiri dan editor majalah Indonesia Tempo. Goenawan adalah seorang pengkritik yang vokal terhadap pemerintah Indonesia, dan majalahnya secara berkala ditutup karena kritik-kritiknya.

Sastrawan Bahasa Indonesia dan Jawa
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad
LahirGoenawan Soesatyo Mohamad
29 Juli 1941 (umur 84)
Batang, Hindia Belanda
Nama lainGM
Pekerjaan
  • Penyair
  • penulis esai
  • penulis naskah
  • sutradara
  • editor
OrganisasiTempo
Karya terkenalCatatan Pinggir, Komunitas Salihara
Suami/istriWidarti Goenawan
Anak2
KerabatKartono Mohamad (kakak)
PenghargaanCPJ International Press Freedom Awards (1998)
International Editor of the Year Award (1999)
Bintang Budaya Parama Dharma[note 1]
Penghargaan
  • (2006) Dan David Prize (en) Terjemahkan
  • (1998) CPJ International Press Freedom Awards (en) Terjemahkan
  • International Editor of the Year Award (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm7655437 Musicbrainz: d435a6a1-bdf2-47e1-9264-7f31ea4d0053 Discogs: 3137334 Modifica els identificadors a Wikidata

Goenawan Soesatyo Mohamad (lahir 29 Juli 1941) adalah seorang penyair, esais, penulis naskah drama, dan editor Indonesia. Dia adalah pendiri dan editor majalah Indonesia Tempo. Goenawan adalah seorang pengkritik yang vokal terhadap pemerintah Indonesia, dan majalahnya secara berkala ditutup karena kritik-kritiknya.

Goenawan telah memenangkan berbagai penghargaan untuk karya jurnalistiknya, termasuk CPJ International Press Freedom Awards (1998), International Editor of the Year Award (1999) dan Dan David Prize (2006).

Empat puisinya telah digubah menjadi kumpulan Tembang Puitik oleh pianis Ananda Sukarlan berjudul "Gemuruhnya Malam", dan telah menjadi bagian dari repertoire untuk bariton dan piano oleh para vokalis klasik.

Masa muda

Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo, ini pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum. Ia menulis sejak berusia 17 tahun dan dua tahun kemudian menerjemahkan puisi penyair wanita Amerika, Emily Dickinson. Sejak di kelas 6 SD, ia mengaku menyenangi acara puisi siaran RRI. Kemudian kakaknya yang dokter, ketika itu berlangganan majalah Kisah asuhan Hans Bague Jassin.

Goenawan yang biasanya dipanggil Goen, belajar psikologi di Universitas Indonesia, ilmu politik di Belgia, dan menjadi Nieman Fellow di Universitas Harvard. Goenawan menikah dengan Widarti Goenawan dan memiliki dua anak.[note 2]

Pendidikan

  • Sekolah Rakyat Negeri Parakan, Batang (1953).
  • SMP Negeri II, Pekalongan (1956).
  • SMA Negeri, Pekalongan (1959).
  • Psikologi, Universitas Indonesia, (tidak diselesaikan).
  • Ilmu Politik, College of Europe, Belgia.
  • Nieman Fellow, Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Dunia jurnalistik

Karier GM—panggilan singkatnya—dimulai dari redaktur Harian KAMI (1969-1970), redaktur Majalah Horison (1969-1974), pemimpin redaksi Majalah Ekspres (1970-1971), pemimpin redaksi Majalah Swasembada (1985).[2] Dan sejak 1971, Goenawan bersama rekan-rekannya mendirikan majalah Mingguan Tempo.

Dia juga ikut dalam seni pertunjukan di dalam negeri. Dalam bahasa Indonesia dan Jawa, Goenawan menulis teks untuk wayang kulit yang dimainkan Dalang Sudjiwo Tedjo, Wisanggeni, (1995) dan Dalang Slamet Gundono, Alap-alapan Surtikanti (2002), dan drama-tari Panji Sepuh koreografi Sulistio Tirtosudarmo.[3]

Jaringan Islam Liberal

Setelah pembredelan Tempo pada 1994, ia mendirikan ISAI (Institut Studi Arus Informasi), sebuah organisasi yang dibentuk bersama rekan-rekan dari Tempo dan Aliansi Jurnalis Independen, serta sejumlah cendekiawan yang memperjuangkan kebebasan ekspresi. Secara sembunyi-sembunyi, antara lain di Jalan Utan Kayu 68H, ISAI menerbitkan serangkaian media dan buku perlawanan terhadap Orde Baru. Sebab itu di Utan Kayu 68H bertemu banyak elemen: aktivis pro-demokrasi, seniman, dan cendekiawan, yang bekerja bahu membahu dalam perlawanan itu.

Dari ikatan inilah lahir Teater Utan Kayu, Radio 68H, Galeri Lontar, Kedai Tempo, Jaringan Islam Liberal, dan terakhir Sekolah Jurnalisme Penyiaran, yang meskipun tak tergabung dalam satu badan, bersama-sama disebut “Komunitas Utan Kayu”. Semuanya meneruskan cita-cita yang tumbuh dalam perlawanan terhadap pemberangusan ekspresi. Goenawan Mohamad juga punya andil dalam pendirian Jaringan Islam Liberal.[4][5][6]

Karya tulis

Buku

  • Parikesit (1969)
  • Interlude (1971)
  • Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972)
  • Seks, Sastra, dan Kita (1980)
  • Sajak-sajak Lengkap, 1961-2001 (2001)

Tanda Kehormatan

Dalam Negeri

  •  Indonesia:
    • Bintang Budaya Parama Dharma (7 Agustus 2015)[7]

Luar Negeri

  •  Spanyol:
    • Officer's Cross of the Royal Order of Isabella the Catholic (OYC) (19 Maret 2025)[8]

Lihat pula

  • Saut Situmorang
  • Datuk Panji Alam Khalifatullah

Catatan

  1. ↑ Presiden Joko Widodo atas nama negara menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Budayawan Goenawan Susatyo Mohamad. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara. Jakarta, 13 Agustus 2015[1]
  2. ↑ Melanjutkan pendidikan ke Fakultas Psikologi UI, GM -- demikian ia dipanggil di kalangan dekat -- segera terbilang di kalangan intelektual muda yang gelisah menjelang keruntuhan Orde Lama. Bersama antara lain Trisno Sumardjo, Wiratmo Soekito, Taufiq Ismail, Arief Budiman, dan H.B. Jassin, ia ikut menyusun Manifesto Kebudayaan, yang pada zaman Soekarno diejek sebagai Manikebu. Begitu Orde Lama tumbang, GM malah seperti menyingkir, menuntut ilmu ke College of Europe, Belgia. Pulang dari sana, ia sempat menjadi wartawan harian Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), kemudian turut mendirikan majalah Ekspres, dan terakhir, bersama sejumlah rekan, memisahkan diri dan mendirikan Majalah Berita Mingguan Tempo.[2]

Rujukan

  1. ↑ Hutasoit, Moksa (Kamis 13 Aug 2015, 11:18 WIB). "Jokowi Beri Tanda Kehormatan ke 46 Orang, dari Paloh Sampai Goenawan Mohamad". detikcom. Jakarta: News.detik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-22. Diakses tanggal 13 Agustus 2015. ; Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  2. 1 2 "Pusat Data & Analisis TEMPO Apa & Siapa '85/86". Diakses tanggal 1 Juli, 2015. [pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Mohamad, Mesya (1 Juni 2018). "Kekuatan Warna Lukisan Goenawan Mohamad". JPNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-19. Diakses tanggal 1 Juni 2018.
  4. ↑ "Apa Itu Jaringan Islam Liberal (JIL)?". Senin, 13 Oktober 2014, 14:49 WIB. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-04. Diakses tanggal 3 September 2015. ; ;
  5. ↑ "Jaringan Islam Liberal, Riwayatmu Kini". UIN-Maliki Press. 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-07. Diakses tanggal 3 September 2015. ;
  6. ↑ Sekularisme, liberalisme, dan pluralisme - Islam progresif dan perkembangan diskursusnya. Jakarta: PT Grasindo Widiasara Indonesia. 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-07. ;
  7. ↑ "Daftar WNI yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma Tahun 2004–sekarang" (PDF). Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 30 Januari 2017. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-05-13. Diakses tanggal 12 Agustus 2021.
  8. ↑ "Goenawan Mohamad Mendapat Penghargaan dari Raja Spanyol Felipe VI". Tempo. 19 Maret 2025 | 14.00 WIB. Diakses tanggal 2025-03-20.

Bacaan

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Goenawan Mohamad
  • (Indonesia) Herlambang, Wijaya. Kekerasan Budaya Pasca 1965 - Bagaimana Orde Baru melegitimasi anti-komunisme melaui sastra dan film. Marjin Kiri. ISBN 978-979-1260-26-8

Pranala luar

  • (Indonesia) Goenawan Mohamad di Tokoh Indonesia Diarsipkan 2010-02-05 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Blog Catatan Pinggir Diarsipkan 2023-06-07 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Situs Jaringan Islam Liberal Diarsipkan 2005-06-13 di Wayback Machine.
Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa
Pendiri: Richard Oh • Takeshi Ichiki
Puisi/Nonfiksi
  • Goenawan Mohamad (2001)
  • Sapardi Djoko Damono (2004)
  • Joko Pinurbo (2005, 2015)
  • Dorothea Rosa Herliany (2006)
  • Acep Zamzam Noor (2007)
  • Nirwan Dewanto (2008, 2011)
  • Sindu Putra (2009)
  • Mardi Luhung (2010)
  • Gunawan Maryanto (2010)
  • Avianti Armand (2011, 2018)
  • Zeffry Alkatiri (2012)
  • Afrizal Malna (2013)
  • Oka Rusmini (2014)
  • F. Aziz Manna (2016)
  • Kiki Sulistyo (2017)
Prosa/Fiksi
  • Remy Sylado (2002)
  • Hamsad Rangkuti (2003)
  • Linda Christanty (2004, 2010)
  • Seno Gumira Ajidarma (2004, 2005)
  • Gde Aryantha Soethama (2006)
  • Gus tf Sakai (2007)
  • Ayu Utami (2008)
  • Floribertus Rahardi (2009)
  • Arafat Nur (2011)
  • Okky Madasari (2012)
  • Leila S. Chudori (2013)
  • Iksaka Banu (2014)
  • Dorothea Rosa Herliany (2015)
  • Yusi Avianto Pareanom (2016)
  • Mahfud Ikhwan (2017)
  • Azhari Aiyub (2018)
Penulis Muda Berbakat
  • Farida Susanty (2007)
  • Wa Ode Wulan Ratna (2008)
  • Ria N. Badaria (2009)
Karya Perdana atau Kedua
  • Nunuk W. Kusmiana (2017)
  • Rio Johan (2018)
  • l
  • b
  • s
Penerima Penghargaan Kebebasan Pers Internasional CPJ
1991–2000
1991
Pius Njawé
Wang Juntao
Bill Foley
Chen Ziming
Cary Vaughan
Tatyana Mitkova
Byron Barrera
1992
Thepchai Yong
Gwen Lister
Sony Esteus
Mohammed Al-Sager
David Kaplan
1993
Ricardo Uceda
Veran Matić
Nosa Igiebor
Đoàn Viết Hoạt
Omar Belhouchet
1994
Navidi Vakhsh
Daisy Li Yuet-Wah
Yndamiro Restano Díaz
Aziz Nesin
Iqbal Athas
1995
Veronica Guerin
Ahmad Taufik
Fred M'membe
José Rubén Zamora
Siglo Veintiuno
Yevgeny Kiselyov
1996
Ocak Işık Yurtçu
Özgür Gündem
Daoud Kuttab
Jesús Blancornelas
Yusuf Jameel
1997
Yelena Masyuk
Freedom Neruda
Viktor Ivančić
Yuen-Ying Chan
Shieh Chung-liang
Christine Anyanwu
1998
Ruth Simon
Pavel Sheremet
Goenawan Mohamad
Gustavo Gorriti
Grémah Boucar
1999
Jesús Joel Díaz Hernández
Baton Haxhiu
Jugnu Mohsin
Najam Sethi
María Cristina Caballero
2000
Željko Kopanja
Modeste Mutinga
Steven Gan
Mashallah Shamsolvaezin
2001–2010
2001
Jiang Weiping
Geoffrey Nyarota
Horacio Verbitsky
Mazen Dana
2002
Fesshaye Yohannes
Irina Petrushova
Tipu Sultan
Ignacio Gómez
2003
Manuel Vázquez Portal
Musa Muradov
Aboubakr Jamaï
Abdul Samay Hamed
2004
Paul Klebnikov
Alexis Sinduhije
Aung Pwint
Thaung Tun
Svetlana Kalinkina
2005
Shi Tao
Lúcio Flávio Pinto
Beatrice Mtetwa
Galima Bukharbaeva
2006
Atwar Bahjat
Madi Ceesay
Jamal Amer
Jesús Abad Colorado
2007
Gao Qinrong
Adela Navarro Bello
Dmitry Muratov
Mazhar Abbas
2008
Bilal Hussein
Danish Karokhel
Farida Nekzad
Andrew Mwenda
Héctor Maseda Gutiérrez
2009
J. S. Tissainayagam
Eynulla Fatullayev
Naziha Réjiba
Mustafa Haji Abdinur
2010
Laureano Márquez
Dawit Kebede
Nadira Isayeva
Mohammad Davari
2011–kini
2011
Mansoor al-Jamri
Natalya Radina
Javier Valdez Cárdenas
Umar Cheema
2012
Mauri König
Dhondup Wangchen
Azimzhan Askarov
Mae Azango
2013
Janet Hinostroza
Bassem Youssef
Nedim Şener
Nguyễn Văn Hải
2014
Aung Zaw
Siamak Ghaderi
Mikhail Zygar
Ferial Haffajee
2015
Zulkiflee Anwar Haque
Raqqa is Being Slaughtered Silently
Cándido Figueredo Ruíz
Zone 9 Bloggers
2016
Mahmoud Abou Zeid
Malini Subramaniam
Can Dündar
Óscar Martínez
2017
Ahmed Abba
Patricia Mayorga
Afrah Nasser
Pravit Rojanaphruk
2018
Amal Habani
Nguyen Ngoc Nhu Quynh
Luz Mely Reyes
Anastasia Stanko
2019
Neha Dixit
Patrícia Campos Mello
Lucía Pineda Ubau dan Miguel Mora
Maxence Melo Mubyazi
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Belanda
  • Korea
Seniman
  • MusicBrainz
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa muda
  2. Pendidikan
  3. Dunia jurnalistik
  4. Jaringan Islam Liberal
  5. Karya tulis
  6. Buku
  7. Tanda Kehormatan
  8. Dalam Negeri
  9. Luar Negeri
  10. Lihat pula
  11. Catatan
  12. Rujukan
  13. Bacaan
  14. Pranala luar

Artikel Terkait

Bahasa Indonesia

bahasa resmi di Indonesia

Kartini

pahlawan nasional emansipasi wanita Indonesia (1879–1904)

Bahasa Sunda

bahasa yang dituturkan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026