Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hamsad Rangkuti

Hamsad Rangkuti ; adalah seorang sastrawan Indonesia yang menulis cerita pendek terkenal "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu". Nama aslinya Hasyim Rangkuti.

Sastrawan Indonesia
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hamsad Rangkuti
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Rangkuti.

Hamsad Rangkuti
LahirHasyim Rangkuti
(1943-05-07)7 Mei 1943
Titi Kuning, Medan, Sumatera Utara
Meninggal26 Agustus 2018(2018-08-26) (umur 75)
Depok, Jawa Barat, Indonesia
PekerjaanPenulis

Hamsad Rangkuti (7 Mei 1943 – 26 Agustus 2018); adalah seorang sastrawan Indonesia yang menulis cerita pendek terkenal "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu". Nama aslinya Hasyim Rangkuti.

Biografi

Bersama lima saudaranya, Hamsad melewatkan masa kecilnya di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. Dia suka menemani bapaknya, yang bekerja sebagai penjaga malam merangkap Guru Mengaji, di pasar kota perkebunan itu. Hamsad juga membantu ibunya mencari makan dengan menjadi penjual buah di pasar dan buruh pencari ulat di perkebunan tembakau.

Karena tak mampu berlangganan koran dan membeli buku, Hamsad rajin membaca koran tempel di kantor wedana setempat. Dari koran-koran itu ia berkenalan berkenalan dengan karya-karya para pengarang terkenal, seperti Anton Chekhov, Ernest Hemingway, Maxim Gorkiy, O. Henry, dan Pramoedya Ananta Toer. Dia pun mulai tertarik untuk menulis karya sastra. Cerita pendek pertamanya dia tulis saat masih duduk di bangku SMP di Tanjungbalai, Asahan, pada 1959. Cerpen "Sebuah Nyanyian di Rambung Tua" itu dimuat di sebuah koran di Medan.

Dia hanya bisa sekolah hingga kelas 2 SMA pada 1961, karena tak mampu membayar uang sekolah. Hamsad lalu bekerja sebagai pegawai sipil di Kantor Kehakiman Komando Daerah Militer II Bukit Barisan di Medan. Tapi, ia tetap ingin menjadi pengarang. Pada 1964 dia masuk rombongan delegasi pengarang Sumatera Utara pada Konferensi Karyawan Pengarang Seluruh Indonesia (KKPI) di Jakarta, Sejak saat itu menetap di Jakarta dan tinggal di Balai Budaya, Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.

Hamsad termasuk seniman penandatangan Manifes Kebudayaan pada 1964, pernyataan para seniman yang menolak politik sebagai panglima. Presiden Soekarno melarang kelompok itu karena dinilai menyeleweng dan ingin menyaingi Manifesto Politik yang ia tetapkan.

Sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti "Sampah Bulan Desember" yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dan "Sukri Membawa Pisau Belati" yang diterjemahkan ke bahasa Jerman. "Umur Panjang Untuk Tuan Joyokoroyo" dan "Senyum Seorang Jenderal pada 17 Agustus" dimuat dalam Beyond the Horizon, Short Stories from Contemporary Indonesia yang diterbitkan oleh Monash Asia Institute. Tiga kumpulan cerpennya Lukisan Perkawinan dan Cemara pada tahun 1982 serta Sampah Bulan Desember pada tahun 2000, masing-masing diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan, Grafiti Pers, dan Kompas. Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir, termasuk Cerpen-cerpen indonesia Mutakhir (1991) yang disunting Suratman Markasam.

Karya-karya

Kumpulan Cerita Pendek

  • Bibir dalam Pispot (2003)
  • Sampah Bulan Desember (2000)
  • Lukisan Perkawinan (1982)
  • Cemara (1982)
  • Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah (2016)

Novel

  • Ketika Lampu Berwarna Merah (1981)

Penghargaan

  • Hadiah Harapan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (1981) untuk Ketika Lampu Berwarna Merah
  • Penghargaan Insan Seni Indonesia Mal Taman Anggrek & Musicafe (1999)
  • Penghargaan Sastra Pemerintah DKI (2000)
  • Penghargaan Khusus Kompas atas kesetiaan dalam penulisan cerpen (2001)
  • Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2001)
  • Khatulistiwa Literary Award 2003 untuk Bibir dalam Pispot
  • Pemenang Cerita Anak Terbaik 75 Tahun Balai Pustaka (2001) untuk "Umur Panjang untuk Tuan Joyokoroyo" dan Senyum "Seorang Jenderal pada 17 Agustus"
  • SEA Write Award (2008)
  • Penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (2014)

Aneka rupa

  • "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu" dibacakan Hamsad dan dipentaskan pada Festival November 1998 di Taman Ismail Marzuki
  • "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu" mengilhami lagu "Bibir" karya Samantha Band, grup musik asal Bandung yang beranggotakan empat perempuan. Lagu "Bibir" ditayangkan SCTV pada Kamis, 21 Oktober pukul 01.10 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan diprotes oleh Komisi Penyiaran Sulawesi Selatan, karena lirik dalam refrain "Kan kuhapus bibirnya dari bibirmu dengan bibirku, dengan bibirku..." dianggap melanggar norma kesopanan dan kesusilaan.[1]

Catatan Kaki

  1. ↑ "Samantha Band Diprotes Karena Bibir". Varianews. 14 January 2011 17:59. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-13. Diakses tanggal 2011-01-27. ;

Referensi

  • "Hamsad Rangkuti" Diarsipkan 2013-03-13 di Wayback Machine., profil tokoh di situs Taman Ismail Marzuki
  • "Hamsad Rangkuti Kembali Raih Penghargaan Sastra" Diarsipkan 2022-03-07 di Wayback Machine., Kompas, 30 Oktober 2008
  • "Sayembara Novel DKJ 2010 Memasuki Tahap Penjurian" Diarsipkan 2010-12-30 di Wayback Machine., Dewan Kesenian Jakarta, 18 Oktober 2010
  • "Sebelum Meninggal, Sastrawan Hamsad Rangkuti Derita Komplikasi" Diarsipkan 2018-08-28 di Wayback Machine., Jawa Pos, 27 Agustus 2018
Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa
Pendiri: Richard Oh • Takeshi Ichiki
Puisi/Nonfiksi
  • Goenawan Mohamad (2001)
  • Sapardi Djoko Damono (2004)
  • Joko Pinurbo (2005, 2015)
  • Dorothea Rosa Herliany (2006)
  • Acep Zamzam Noor (2007)
  • Nirwan Dewanto (2008, 2011)
  • Sindu Putra (2009)
  • Mardi Luhung (2010)
  • Gunawan Maryanto (2010)
  • Avianti Armand (2011, 2018)
  • Zeffry Alkatiri (2012)
  • Afrizal Malna (2013)
  • Oka Rusmini (2014)
  • F. Aziz Manna (2016)
  • Kiki Sulistyo (2017)
Prosa/Fiksi
  • Remy Sylado (2002)
  • Hamsad Rangkuti (2003)
  • Linda Christanty (2004, 2010)
  • Seno Gumira Ajidarma (2004, 2005)
  • Gde Aryantha Soethama (2006)
  • Gus tf Sakai (2007)
  • Ayu Utami (2008)
  • Floribertus Rahardi (2009)
  • Arafat Nur (2011)
  • Okky Madasari (2012)
  • Leila S. Chudori (2013)
  • Iksaka Banu (2014)
  • Dorothea Rosa Herliany (2015)
  • Yusi Avianto Pareanom (2016)
  • Mahfud Ikhwan (2017)
  • Azhari Aiyub (2018)
Penulis Muda Berbakat
  • Farida Susanty (2007)
  • Wa Ode Wulan Ratna (2008)
  • Ria N. Badaria (2009)
Karya Perdana atau Kedua
  • Nunuk W. Kusmiana (2017)
  • Rio Johan (2018)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Orang
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Karya-karya
  3. Kumpulan Cerita Pendek
  4. Novel
  5. Penghargaan
  6. Aneka rupa
  7. Catatan Kaki
  8. Referensi

Artikel Terkait

Daftar sastrawan Indonesia

Berikut adalah daftar sastrawan dan pujangga Indonesia Berikut adalah subdaftar penyair Indonesia: Acep Zamzam Noor Afrizal Malna Agam Wispi Agus R. Sarjono

Gol A Gong

dengan nama pena Gol A Gong (lahir 15 Agustus 1963) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ia adalah pendiri Rumah Dunia di Serang, Banten. Gol A Gong

Sapardi Djoko Damono

penyair Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026