Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gesta Francorum

Gesta Francorum atau Gesta Francorum et aliorum Hierosolimitanorum, adalah sebuah babad tentang Perang Salib Pertama yang ditulis dalam bahasa Latin oleh seorang sastrawan tak dikenal yang dekat dengan Bohemond I dari Antiokhia.

Babad Latin tentang Perang Salib Perdana
Diperbarui 20 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini berisi tentang Catatan awanama mengenai Perang Salib Pertama. Untuk catatan peninggalan Fulkerus orang Chartres, lihat Gesta Francorum Iherusalem peregrinantium. Untuk catatan yang dinisbatkan kepada Bartolfus orang Nangis, lihat Gesta Francorum Iherusalem expugnantium.

Gesta Francorum (Kisah Orang-Orang Franka) atau Gesta Francorum et aliorum Hierosolimitanorum (Kisah Orang Franka dan Para Peziarah Yerusalem Lainnya), adalah sebuah babad tentang Perang Salib Pertama yang ditulis dalam bahasa Latin oleh seorang sastrawan tak dikenal yang dekat dengan Bohemond I dari Antiokhia.[1]

Babad ini meriwayatkan kejadian-kejadian dalam Perang Salib Pertama, mulai dari Konsili Clermont tahun 1095 sampai dengan Pertempuran Askalon tahun 1099. Nama penulisnya tidak diketahui, tetapi dapat dipastikan bahwa ia adalah orang Norman atau Italia yang direkrut Boamundus dari Apulia di Kadipaten Napoli pada tahun 1096 untuk menganggotai rombongan relawan Perang Salib. Riwayatnya tentang perjalanan ke Yerusalem, yang mula-mula dipimpin Boamundus tetapi kemudian dipimpin Raymond IV dari Toulouse, dianggit dan dituliskan sepanjang perjalanan. Ia dibantu seorang katib yang sesekali menyunting kalimat-kalimat kisahnya, dan oleh sebab itu babad yang dihasilkannya menampilkan sudut pandang seorang kesatria berkuda yang bukan pimpinan besar ataupun rohaniwan yang dihormati.

Sumbangannya yang terpenting bagi sejarah adalah keterangan tentang kejadian-kejadian hari lepas hari sepanjang perjalanan, yaitu operasi-operasi taktis, pengadaan perbekalan, perubahan suasana hati tentara salib, prasangka anti-Yunani, dan kemajuan yang dicapai setiap harinya.

Bagi para sastrawan pada zamannya, penulis tanpa nama jelas ini terkesan "kasar". Guibertus orang Nogent, yang menulis Dei gesta per Francos (terbit tahun 1108) berdasarkan babad tersebut, mengatakan bahwa babad aslinya "acap kali membuat pembaca terhenyak akan hambarnya ketiadaan penjelasan mendalam". Robertus Rahib belakangan ditugaskan menyadur seluruh babad itu dengan judul Historia Hierosolymitana demi meningkatkan mutu kesejarahan maupun mutu sastranya. Kemudian hari babad ini disadur oleh Balderikus orang Bourgueil dan oleh seorang penulis awanama di dalam Historia Belli Sacri. Meskipun demikian, karya aslinya masih lestari dan dewasa ini menjadi salah satu sumber catatan Perang Salib yang paling berharga.[2]

Steven Runciman[3] mengemukakan pendapatnya tentang Gesta Francorum sebagai berikut:

Penulisnya adalah seorang prajurit biasa, jujur menuruti suara hati nurani tetapi gampang percaya apa kata orang, berprasangka, dan sangat mengagumi Bohemond .... yang menjajakannya keliling Prancis Utara ketika berkunjung ke sana pada tahun 1106. .... diterbitkan kembali oleh Tudebod .... dan pada sekitar tahun 1130 di dalam Historia Belli Sacri, sebuah kompilasi yang canggung [menggunakan sumber-sumber lain, misalnya karya tulis Radulfus orang Caen.] .... Gesta tersebut sudah beberapa kali disadur; sekitar tahun 1109 oleh Guibertus orang Nogent, yang menambahkan informasi pribadi maupun meminjam materi dari Fulkerus, dan yang berniat menjadikannya terkesan lebih kritis dan bersusila; sekitar tahun 1110 oleh Balderikus orang Bourgueil, Uskup Agung Dol, yang berusaha meningkatkan mutu sastranya; dan oleh Robertus orang Rheims, penghasil versi yang populer dan agak romantis, yakni Historia Hierosolymitana, yang mengemuka sekitar tahun 1122. Karya sastra ini juga mengilhami penulisan sebuah karangan pendek tanpa nama penulis, berjudul Expedition contra Turcos, dan penulisan bab-bab mengenai Perang Salib di dalam babad-babad anggitan Hugo orang Fleury dan Henrikus orang Huntington.

Gesta Francorum sangat sejalan dengan Historia de Hierosolymitano itinere, riwayat Perang Salib Pertama yang berasal dari seorang padri merangkap tentara salib bernama Petrus Tudebodus. Kedua babad tersebut mengandung detail-detail dan kalimat-kalimat yang sangat mirip satu sama lain, tetapi masing-masing juga mengandung detail-detail kecil yang tidak terdapat di dalam yang lain. Para sejarawan dan paleograf memperdebatkan keterkaitan di antara kedua babad tersebut dan mana yang muncul lebih dulu. Sejarawan Jay Rubenstein menduga bahwa kedua babad tersebut sama-sama disadur dari satu sumber tunggal yang lebih lengkap tetapi kini sudah hilang.[4] Dugaan ini disanggah Marcus Bull yang menegaskan bahwa Gesta jualah “riwayat sintas tertua yang mengisahkan jalannya Perang Salib Pertama.”[5]

Pembacaan Gesta Francorum

  • Gesta Francorum - Liber I, Perang Salib Perdana, bahasa Latin dengan takarir Inggris
  • Gesta Francorum - Liber II, Pengepungan Nikea, bahasa Latin dengan takarir Inggris
  • Gesta Francorum - Liber VI, Pertempuran di Luar Kota Antiokhia, bahasa Latin dengan takarir Inggris
  • Gesta Francorum - Liber X, Perebutan Yerusalem dan Palagan Askalon, bahasa Latin dengan takarir Inggris

Rujukan

  1. ↑ Allen, S. J.; Amt, Emilie (2014). The Crusades : a reader. University of Toronto Press. hlm. 56. ISBN 9781442608948. OCLC 864394724.
  2. ↑ Lapina, Elizabeth (2015). Warfare and the Miraculous in the Chronicles of the First Crusade. Pennsylvania State University Press.
  3. ↑ The First Crusade; Jilid I dari A History of the Crusades, Apendiks I (Cambridge University Press, 1951)
  4. ↑ Rubenstein, Jay (2005). "What is the Gesta Francorum, and who was Peter Tudebode?". Revue Mabillon. 16: 179–204. doi:10.1484/J.RM.2.303576.
  5. ↑ Bull, Marcus (2012). The Relationship Between the Gesta Francorum and Peter Tudebode’s Historia de Hierosolymitano Itinere. Dalam Crusades, Jilid 11 (2012). Oleh Benjamin Z. Kedar, Jonathan Phillips, Jonathan Riley-Smith.

Bacaan lanjutan

  • Louis Bréhier (penyunting dan penerjemah), Gesta Francorum et aliorum Hierosolimitanorum, 1964. terjemahan Prancis.
  • Gesta Francorum et aliorum Hierosolimitanorum, disunting dan diterjemahkan oleh Rosalind Hill, Oxford, 1967. Teks Latin bersanding halaman dengan terjemahan Inggris.
  • Lapina, Elizabeth (2015). Warfare and the Miraculous in the Chronicles of the First Crusade. Pennsylvania State University Press. ISBN 9780271066707.

Pranala luar

  • Petikan-petikan pilihan dari Gesta Francorum
  • Isi lengkap dalam bahasa Latin
  • Edisi kritis tahun 1890 oleh Heinrich Hagenmeyer (di Internet Archive)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • VIAF
    • 2

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembacaan Gesta Francorum
  2. Rujukan
  3. Bacaan lanjutan
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Heraldik

Faramundus, lambang salib dan sriti kepada Edwardus Pengaku Iman, dan sekian banyak lambang yang dinisbatkan kepada Sembilan Sadu Perdana dan para Kesatria

Keterangan Tacitus tentang Kristus

menyinggung tentang Kristus, pelaksanaan pidana mati terhadap Kristus atas perintah Pontius Pilatus, dan keberadaan umat Kristen perdana di kota Roma

Orang Saksen

konfederasi puak-puak Jermanik di Dataran Jerman Utara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026