Paroki Santo Petrus Denpasar adalah paroki Gereja Katolik Roma di Keuskupan Denpasar. Pusat Paroki Santo Petrus Denpasar berada di Desa Tegal Harum - Kecamatan Denpasar Barat, di Kota Denpasar - Bali. Paroki Santo Petrus Denpasar merupakan pemekaran dari Paroki Santo Yoseph, Denpasar; berdiri sendiri melalui Surat Keputusan Uskup Denpasar Nomor 083/VI/E/Juni/DD/1995 tanggal 12 Juni 1995. Paroki ini pernah dilayani oleh imam dari tarekat Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan imam diosesan; saat ini digembalakan oleh imam dari tarekat Serikat Sabda Allah (SVD).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Gereja Santo Petrus, Monang Maning | |
|---|---|
| 8°39′55″S 115°11′51″E / 8.665195°S 115.197476°E / -8.665195; 115.197476 (8°39'54.7"S 115°11'50.9"E)[1] | |
| Lokasi | Jl. Gunung Batok I / 1, Perumnas Monang Maning, Dusun Bhuana Merta, Desa Tegal Harum Denpasar Barat, Denpasar, Bali 80119 |
| Jumlah anggota/umat | 3000 jiwa / 726 KK (2017)[2] |
| Sejarah | |
| Didirikan | 20 Desember 1987 |
| Dedikasi | Santo Petrus |
| Administrasi | |
| Keuskupan | Keuskupan Denpasar |
| Parokial | |
| Jumlah lingkungan | 15 Lingkungan |
Paroki Santo Petrus Denpasar adalah paroki Gereja Katolik Roma di Keuskupan Denpasar. Pusat Paroki Santo Petrus Denpasar berada di Desa Tegal Harum - Kecamatan Denpasar Barat, di Kota Denpasar - Bali. Paroki Santo Petrus Denpasar merupakan pemekaran dari Paroki Santo Yoseph, Denpasar; berdiri sendiri melalui Surat Keputusan Uskup Denpasar Nomor 083/VI/E/Juni/DD/1995 tanggal 12 Juni 1995. Paroki ini pernah dilayani oleh imam dari tarekat Misionaris Keluarga Kudus (MSF) dan imam diosesan; saat ini digembalakan oleh imam dari tarekat Serikat Sabda Allah (SVD).[2]
Paroki Santo Petrus Denpasar berawal dari Sektor Paulus Roncali (St. Yohanes XXIII) di Paroki St. Yoseph Denpasar sejak tahun 1946. Kemudian pada tahun 1980 umat di wilayah Perumnas Monang Maning membentuk sektor sendiri, yaitu Sektor St. Petrus, terpisah dari Sektor Paulus Roncali. Pendirian Gereja St. Petrus dimulai sejak 1 Juni 1987 di lokasinya saat ini, di Jalan Gunung Batok, dan diberkati pada 20 Desember 1987 oleh Uskup Denpasar Mgr. Vitalis Djebarus, SVD. Pada 15 Juni 1995 statusnya ditingkatkan menjadi Quasi Paroki St. Petrus Monang Maning. Seiring dengan perkembangan umat, pada tahun 1999 dilakukan pembongkaran gereja (gedung) untuk dibangun gereja baru yang lebih representatif.[2]