Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua merupakan sebuah paroki dari Gereja Katolik Roma di Keuskupan Denpasar; berpusat di Nusa Dua, di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung provinsi Bali. Pada awalnya Paroki Nusa Dua adalah stasi dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Kuta sejak tahun 1992. Wilayahnya meliputi Kecamatan Kuta Selatan - Kabupaten Badung. Sementara Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) dibangun pada tahun 1995 di Kompleks Puja Mandala - Nusa Dua, yang merupakan kompleks ibadah yang didirikan PT Bali Tourism Development Corporation berisikan tempat ibadah dari 5 agama di Indonesia. Di kemudian hari Gereja MBSB direnovasi dan diresmikan oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester Tung Kiem San pada 16 Oktober 2011, sekaligus pengumuman secara resmi peningkatan status dari stasi menjadi paroki definitif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gereja Maria Bunda Segala Bangsa, Nusa Dua | |
|---|---|
Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa - Nusa Dua | |
| Lokasi | Kompleks Puja Mandala, Jl. Kuruk Setra, Banjar Permata Nusa Dua, Desa Kampial, Benoa Kuta Selatan, Badung, Bali 80363 |
| Jumlah anggota/umat | 2.015 jiwa[1] |
| Situs web | http://www.paroki-mbsb.org/ |
| Sejarah | |
| Didirikan | 16 Oktober 2011[2] |
| Dedikasi | Maria Bunda Segala Bangsa |
| Administrasi | |
| Keuskupan | Keuskupan Denpasar |
| Klerus | |
| Jumlah imam | 3 |
| Imam kepala | R.D. Adianto Paulus Harun (pastor kepala) R.D. Ferdy Panggur (pastor rekan) R.D. Joannes Handrijanto Widjaja (pastor rekan) |
Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Nusa Dua merupakan sebuah paroki dari Gereja Katolik Roma di Keuskupan Denpasar; berpusat di Nusa Dua, di Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung provinsi Bali. Pada awalnya Paroki Nusa Dua adalah stasi dari Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Kuta sejak tahun 1992. Wilayahnya meliputi Kecamatan Kuta Selatan - Kabupaten Badung.[1] Sementara Gereja Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) dibangun pada tahun 1995 di Kompleks Puja Mandala - Nusa Dua, yang merupakan kompleks ibadah yang didirikan PT Bali Tourism Development Corporation berisikan tempat ibadah dari 5 agama di Indonesia (gereja Katolik, gereja Kristen Protestan, masjid, vihara, pura). Di kemudian hari Gereja MBSB direnovasi dan diresmikan oleh Uskup Denpasar Mgr. Silvester Tung Kiem San pada 16 Oktober 2011, sekaligus pengumuman secara resmi peningkatan status dari stasi menjadi paroki definitif.[2]