Paroki Santo Martinus Balai Berkuak adalah paroki Gereja Katolik Roma di Keuskupan Ketapang. Pusat Paroki Balai Berkuak terletak di Desa Balai Pinang - Kecamatan Simpang Hulu, di Kabupaten Ketapang - Kalimantan Barat. Pusat paroki yang terletak di pedalaman ini dapat ditempuh selama 5 jam perjalanan dari Pontianak, dan jika dari pusat keuskupan di Kota Ketapang jaraknya sekitar 300 km atau 8 jam perjalanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Gereja Santo Martinus, Balai Berkuak | |
|---|---|
Koordinat: 0°31′31.64696″S 110°22′8.25586″E / 0.5254574889°S 110.3689599611°E / -0.5254574889; 110.3689599611Lihat peta diperbesar Koordinat: 0°31′31.64696″S 110°22′8.25586″E / 0.5254574889°S 110.3689599611°E / -0.5254574889; 110.3689599611Lihat peta diperkecil | |
| 0°31′32″S 110°22′08″E / 0.525488°S 110.368980°E / -0.525488; 110.368980 (0°31'31.8"S 110°22'08.3"E)[1] | |
| Lokasi | Balai Berkuak, Desa Balai Pinang Simpang Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat 78854 |
| Jumlah anggota/umat | 16.796 jiwa (2014) |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Martinus |
| Administrasi | |
| Keuskupan | Keuskupan Ketapang |
| Klerus | |
| Imam kepala | RD Kamilus Kukuh[2] |
| Imam rekan | RD Bangun Wahyu Nugroho[2] |
| Parokial | |
| Stasi | 45 |
Paroki Santo Martinus Balai Berkuak adalah paroki Gereja Katolik Roma di Keuskupan Ketapang. Pusat Paroki Balai Berkuak terletak di Desa Balai Pinang - Kecamatan Simpang Hulu, di Kabupaten Ketapang - Kalimantan Barat. Pusat paroki yang terletak di pedalaman ini dapat ditempuh selama 5 jam perjalanan dari Pontianak,[3] dan jika dari pusat keuskupan di Kota Ketapang jaraknya sekitar 300 km atau 8 jam perjalanan.
Misi di wilayah Paroki Balai Berkuak dimulai sejak tahun 1966; per tahun 2014 sudah memiliki 45 stasi dan jumlah baptisan sebanyak 16.796 jiwa sehingga paroki ini dapat dikatakan sebagai salah satu paroki 'gemuk' di Keuskupan Ketapang.[4] Sejauh ini Paroki Balai Berkuak telah berhasil melahirkan Paroki Santo Yohanes Rasul, Balai Semandang;[5] dan Paroki Santo Yosef Meraban, Desa Kualan Hilir.
Gereja (gedung) yang digunakan saat ini, Gereja St Martinus, dibangun sejak tahun 2005; setelah pembangunan selama kurang lebih 5 tahun kemudian diresmikan oleh Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH dan diberkati oleh Uskup Ketapang Mgr. Blasius Pujaraharja pada 25 Juli 2010.[6]