Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak adalah paroki dari Gereja Katolik di Keuskupan Sintang dengan pusat paroki di Desa Tempunak Kapuas—dahulu di Desa Nanga Tempunak, sebelum pemekaran-- Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang - Kalbar. Paroki Tempunak, dengan gereja utamanya Gereja Maria Ratu Damai Semesta—disebut juga Gereja MRDS, merupakan pemekaran dari Paroki Kristus Raja, Katedral Sintang sejak tahun 1980. Pastor dari tarekat Oblat Maria Imakulata (OMI) sempat melayani wilayah Paroki Tempunak ketika masih tergabung dalam Paroki Katedral Sintang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Gereja Maria Ratu Damai Semesta, Tempunak | |
|---|---|
| 0°02′35″N 111°21′51″E / 0.043003°N 111.364244°E / 0.043003; 111.364244 (0°2'34.81"N 111°21'51.28"E) | |
| Lokasi | Desa Tempunak Kapuas Tempunak, Sintang, Kalimantan Barat 78661 |
| Jumlah anggota/umat | 9.916 jiwa (2013)[1] |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Maria Ratu Damai Semesta |
| Administrasi | |
| Keuskupan | Keuskupan Sintang |
| Klerus | |
| Jumlah imam | 2 |
| Imam kepala | Pastor Aloysius Adi Wiratama DS, Pr. |
| Imam rekan | Pastor Yosef Padak Duli, Pr. |
| Parokial | |
| Jumlah kapel | >7 |
| Stasi | 25 |
Paroki Maria Ratu Damai Semesta Tempunak adalah paroki dari Gereja Katolik di Keuskupan Sintang dengan pusat paroki di Desa Tempunak Kapuas—dahulu di Desa Nanga Tempunak, sebelum pemekaran[2]-- Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang - Kalbar.[1] Paroki Tempunak, dengan gereja utamanya Gereja Maria Ratu Damai Semesta—disebut juga Gereja MRDS, merupakan pemekaran dari Paroki Kristus Raja, Katedral Sintang sejak tahun 1980.[1] Pastor dari tarekat Oblat Maria Imakulata (OMI) sempat melayani wilayah Paroki Tempunak ketika masih tergabung dalam Paroki Katedral Sintang.[3]
Wilayah Paroki Tempunak mencakup 25 stasi;[4] salah satunya adalah Stasi Balai Gana di Desa Balai Harapan yang mana bangunan gerejanya, Gereja St. Gabriel, diresmikan pada 18 Januari 2014 oleh Wakil Bupati Sintang Drs. Ignasius Juan MM dan diberkati Uskup Sintang Mgr Agustinus Agus. Gereja St Gabriel bersifat oikumene sehingga umat Kristen Protestan juga dapat memanfaatkannya.[5]