Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGeorge Lutfallah
Artikel Wikipedia

George Lutfallah

George Lutfallah adalah seorang pengusaha dan tokoh politik keturunan Lebanon–Mesir yang aktif pada masa Mandat Prancis di Timur Tengah. Ia dikenal karena upayanya menggabungkan kekayaan keluarga besarnya dengan ambisi politik, termasuk pencalonannya sebagai Presiden Lebanon dengan dukungan Prancis pada akhir 1920-an. Lutfallah juga sempat dikaitkan dengan gagasan pendirian monarki di Lebanon.

sosialita dan politikus keturunan Lebanon-Mesir (kematian 1941)
Diperbarui 11 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

George Lutfallah
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Lebanese socialite and political aspirantTemplat:SHORTDESC:Lebanese socialite and political aspirant

Georges Lutfallah
George Lutfallah pada 1928
Nama asalجورج لطف الله
Meninggal20 June 1941
London, Inggris
KewarganegaraanMesir dan Lebanon
PekerjaanSosialita dan Politikus
Dikenal atasUpaya untuk mendirikan monarki di Lebanon selama Mandat Prancis
GelarPrince, Emir, Pasha

George Lutfallah (Arab: جورج لطف اللهcode: ar is deprecated ) adalah seorang pengusaha dan tokoh politik keturunan Lebanon–Mesir yang aktif pada masa Mandat Prancis di Timur Tengah. Ia dikenal karena upayanya menggabungkan kekayaan keluarga besarnya dengan ambisi politik, termasuk pencalonannya sebagai Presiden Lebanon dengan dukungan Prancis pada akhir 1920-an. Lutfallah juga sempat dikaitkan dengan gagasan pendirian monarki di Lebanon.

Ia merupakan anggota keluarga Lutfallah, salah satu keluarga terkaya di Mesir pada awal abad ke-20, yang memperoleh gelar kehormatan turun-temurun Emir dari Raja Hussein bin Ali dari Hijaz.

Latar belakang keluarga

The Gezirah Palace in Zamalek, Egypt

George Lutfallah lahir dari pasangan Habib Pasha Lutfallah, seorang bangsawan dan pengusaha kaya asal Lebanon yang bermukim di Kairo.[1][2][3] Habib berasal dari keluarga Kristen Ortodoks Yunani dan meninggalkan Lebanon menuju Mesir pada tahun 1845.[1][4] Di sana ia memperoleh kekayaan besar melalui kegiatan pemberian pinjaman selama kampanye Anglo–Mesir di Sudan dan kemudian berinvestasi dalam sektor pertanian kapas.[5][1]

Kekayaan yang diperoleh menjadikan Habib salah satu tuan tanah terkaya di Mesir pada akhir abad ke-19. Ia menjalin hubungan erat dengan Hussein bin Ali, Raja Hijaz, serta dengan Khedive Ismail dari Mesir. Sebagai pengakuan atas dukungan finansial dan politiknya, Habib dianugerahi gelar kehormatan turun-temurun Emir.[1][6][4]

Pada tahun 1919, Habib Lutfallah membeli Istana Gezirah (Gezirah Palace) di Kairo — bangunan yang sebelumnya dibangun oleh Khedive Ismail untuk menyambut Permaisuri Prancis Eugénie de Montijo saat pembukaan Terusan Suez tahun 1869. Istana tersebut dijadikan kediaman pribadi keluarga Lutfallah dan sering digunakan sebagai tempat perjamuan serta pertemuan sastra dan politik.

Kakak tertua George, Michel Lutfallah, menikah dengan keluarga pedagang kaya asal Aleksandria dan dikenal sebagai pendukung utama gagasan Persatuan Suriah. Selama Perang Dunia I, Michel terlibat dalam kampanye dukungan terhadap Pemberontakan Arab serta menjadi salah satu pendiri Partai Persatuan Suriah di Kairo. Ia juga berperan dalam pembentukan Kongres Suriah–Palestina, di mana ia menjabat sebagai ketua komite eksekutif dan bersama George menjadi salah satu penyandang dana utama.

Karier politik

Pencalonan Presiden Lebanon

George Lutfallah mulai aktif dalam politik Lebanon sejak tahun 1927. Bersama ayah mertuanya, Najib Sursock, ia berupaya memperoleh dukungan dari Komisaris Tinggi Prancis untuk Levant, Henri Ponsot, guna mencalonkan diri sebagai Presiden Lebanon.

Meskipun pihak Prancis berhati-hati karena hubungan keluarga Lutfallah yang sebelumnya kurang baik selama Pemberontakan Suriah Raya (1925–1927), mereka tetap membuka komunikasi dengan Lutfallah. Proyek pembangunan jalur kereta Tripoli–Beirut–Palestina menjadi salah satu alasan formal pertemuan antara keduanya.

Pada tahun 1927–1928, aktivitas politik Lutfallah menimbulkan kekhawatiran bagi Presiden Lebanon saat itu, Charles Debbas, yang melihat adanya potensi campur tangan Prancis dan pengaruh finansial Lutfallah yang besar. Lawatan Lutfallah ke Beirut dan pertemuannya dengan pejabat Prancis di Paris semakin memperkuat rumor mengenai ambisi politiknya.

Gagasan Monarki Lebanon

Selain ambisi presidensial, Lutfallah juga dikaitkan dengan ide pembentukan monarki di Lebanon. Gagasan ini semula dikemukakan oleh intelektual Maronit, Habib Bustani, yang menyerukan pendirian kerajaan dengan seorang penguasa Kristen. Setelah kematian Bustani, ide tersebut sempat mencuat kembali ketika sejumlah tokoh Lebanon, termasuk jurnalis Antoine Gemayel, membicarakan kemungkinan menjadikan Lutfallah sebagai penguasa monarki baru di Lebanon dalam sebuah jamuan makan di Istana Gezirah.

Menurut laporan sezaman, Lutfallah menanggapi gagasan itu dengan antusias dan menyatakan kesiapannya untuk mengikuti jejak Napoleon III, menggunakan jabatan presiden sebagai langkah awal menuju kerajaan.

Skandal Dokumen dan Kegagalan Politik

Untuk memperkuat posisinya, Lutfallah melakukan berbagai upaya, termasuk pertemuan politik, kampanye publik, dan pemberian hadiah kepada jurnalis serta pejabat Prancis. Media di Paris sempat melaporkan bahwa ia telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri Prancis. Namun, kemudian terungkap bahwa surat dukungan tersebut adalah palsu.

Lutfallah diketahui telah membayar sejumlah besar uang, termasuk £30.000 kepada seorang pejabat Prancis, untuk memperoleh surat dukungan yang ternyata hasil pemalsuan. Skandal ini menghancurkan reputasinya dan menyebabkan kegagalannya dalam pemilihan presiden Lebanon tahun 1929, yang akhirnya dimenangkan kembali oleh Charles Debbas.

Upaya hukum yang diajukan Lutfallah terhadap pihak-pihak yang diduga menipunya tidak membuahkan hasil. Kegagalannya dianggap memperkuat sistem republik di Lebanon dan menandai berakhirnya aspirasi monarkis di masa Mandat Prancis.

Kematian dan warisan

George Lutfallah meninggal dunia di London pada 20 Juni 1941. Ia sempat menjadi subjek penghormatan dalam bentuk elegi berisi 29 bait yang ditulis oleh penyair terkenal Khalil Gibran, bahkan sebelum kematiannya.

Dalam historiografi politik Lebanon, Lutfallah dipandang sebagai salah satu contoh awal pengusaha diaspora kaya yang berupaya menerjemahkan kekuatan finansialnya menjadi pengaruh politik. Fenomena serupa kemudian berulang dalam politik Lebanon modern melalui tokoh-tokoh seperti Rafiq Hariri dan Issam Fares.

Lihat pula

  • Lebanon raya
  • Mandat Prancis di Suriah dan Lebanon

Referensi

  1. 1 2 3 4 Khoury 2014, hlm. 222.
  2. ↑ Dib 2006, hlm. 707, 805.
  3. ↑ Zamir 2025, Note 79.
  4. 1 2 Khoury 2009, hlm. 39.
  5. ↑ Philipp 1985, hlm. 122.
  6. ↑ Riachi 1953, hlm. 73.

Sumber

  • Bibliotheca Alexandrina (2025). "Zamalek". architecture.cultnat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2025. Diakses tanggal 29 September 2025.
  • Dib, Boutros (2006). Histoire du Liban: des origines au XXe siècle (dalam bahasa Prancis). Rey. ISBN 978-2-84876-073-5.
  • Douek, Ellis (19 April 2012). A Middle Eastern Affair (dalam bahasa Inggris). Halban Publishers. ISBN 978-1-905559-36-7.
  • Gellhorn, Eleanor Cowles (1965). McKay's Guide to the Middle East (dalam bahasa Inggris). McKay Company.
  • Gibran, Gibran Khalil. "ما لجرح جرحته من ضماد" [Roughly: Unmended Wound]. Wikisource (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 4 Desember 2022.
  • Great Britain and the East (1929). "The Lebanese Presidency". Great Britain and the East (dalam bahasa Inggris). 35.
  • Istituto per l'oriente (1929). Oriente moderno: rivista mensile d'informazione e di studi per la diffusione e la conoscenza dell'oriente, sopra tutto musulmano, pubblicata a cura dell'Instituto per l'oriente (dalam bahasa Italia). Istituto per l'oriente.
  • Istituto per l'oriente (1941). Oriente moderno: rivista mensile d'informazioni e di studi per la diffusione e la conoscenza dell'Oriente, sopra tutto musulmano (dalam bahasa Italia). Istituto per l'oriente.
  • Khazen, Farid El (10 Desember 2020). The Breakdown of the State in Lebanon, 1967-1976 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. ISBN 978-0-7556-0377-0.
  • Khoury, Philip S. (2009). "ʿAbd al-Rahman Shahbandar". Dalam Khalidi, Walida; Manṣūr, Kamīl; Fawaz, Leila Tarazi (ed.). Transformed Landscapes: Essays on Palestine and the Middle East in Honor of Walid Khalidi (dalam bahasa Inggris). American Univ in Cairo Press. ISBN 978-977-416-247-3.
  • Khoury, Philip Shukry (14 Juli 2014). Syria and the French Mandate: The Politics of Arab Nationalism, 1920-1945 (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. ISBN 978-1-4008-5839-2.
  • Philipp, Thomas (1985). The Syrians in Egypt, 1725-1975 (dalam bahasa Inggris). Steiner. ISBN 978-3-515-04031-0.
  • Riachi, Iskandar (1953). قبل وبعد - تذكارات إسكندر رياشي [Before and After - the memoires of Iskandar Riachy] (PDF) (dalam bahasa Arab) (Edisi 1). Beirut: Dar al-Hayat. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Desember 2022.
  • Saoud, Ghassan (23 Mei 2015). "نعمة افرام: فرنكلن لبنان يهوى الرئاسة لا السياسة!". Elnashra News (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Februari 2016. Diakses tanggal 1 Desember 2022.
  • Zamir, Meir (31 Desember 1997). Lebanon's Quest: The Road to Statehood, 1926-39 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Academic. ISBN 978-1-86064-107-7.
  • Zamir, Meir (1 Mei 2025). The Formation of Modern Lebanon (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. ISBN 978-1-040-34047-9.
  • Zein ed-Din, Ahmad (30 Agustus 2018). "من حكايا لبنان السياسية المنسية كيف فكر أحدهم ان يكون رئيسا.. فأميرا.. فملكا" [From Lebanon’s forgotten political tales: How one man dreamed of becoming President… then Prince… then King]. جريدة اللواء (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2025. Diakses tanggal 25 September 2025.
  • Zein ed-Din, Ahmad (20 Agustus 2022). "حين كثُر الحديث عن إمارة وعرش في لبنان في عشرينيات القرن الماضي". Al Liwaa (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Desember 2022. Diakses tanggal 1 Desember 2022.

Bacaan lebih lanjut

  • Al-Shura staff (24 Juli 1929). "ملك لبنان ..." [The King of Lebanon...] (PDF). al-Shūrá (الشورى newspaper 1924–1931) (dalam bahasa Arab). Cairo. hlm. 2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2025. Diakses tanggal 29 September 2025 – via palestine-memory.org.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang keluarga
  2. Karier politik
  3. Pencalonan Presiden Lebanon
  4. Gagasan Monarki Lebanon
  5. Skandal Dokumen dan Kegagalan Politik
  6. Kematian dan warisan
  7. Lihat pula
  8. Referensi
  9. Sumber
  10. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

John F. Kennedy

Presiden Amerika Serikat ke-35 (1961–1963)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026