Gempa bumi sebesar 7,1 Mw, gempa berlokasi 38,3 km (23,8 mi) timur-tenggara Ambunti di Provinsi Sepik Timur, Papua Nugini pada 3 April 2023. sementara GEOSCOPE melaporkan gempa sebesar Mw 7.2 pada kedalaman 39 km (24 mi),
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Waktu UTC | 2023-04-02 18:04:10 |
|---|---|
| ISC | 625938325 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 3 April 2023 (UTC+10:00) |
| Waktu setempat | 04:04 |
| Magnitudo | 7.1 Mw |
| Kedalaman | 62,6 km (39 mi) |
| Episentrum | 4°17′31″S 143°09′18″E / 4.292°S 143.155°E / -4.292; 143.155 |
| Jenis | Dip-slip |
| Wilayah bencana | Papua Nugini |
| Kerusakan total | Berat |
| Intensitas maks. | MMI VII (Sangat kuat) |
| Tanah longsor | Ya |
| Korban | 8 tewas, 17 terluka |
Gempa bumi sebesar 7,1 Mw, gempa berlokasi 38,3 km (23,8 mi) timur-tenggara Ambunti di Provinsi Sepik Timur, Papua Nugini pada 3 April 2023.[1][2] sementara GEOSCOPE melaporkan gempa sebesar Mw 7.2 pada kedalaman 39 km (24 mi),[3]

Papua Nugini terletak di zona kompleks tumbukan antara lempeng Australia dan lempeng Pasifik, yang menyatu dengan kecepatan 107 mm per tahun di lokasi gempa. Sabuk lipat dan dorong Papua, yang merupakan daerah pegunungan Dataran Tinggi Nugini, membentuk batas antara area Platform Stabil di selatan dan Sabuk Bergerak di utara. Platform Stabil terdiri dari sedikit deformasi kerak benua di lempeng Australia. Sabuk Bergerak terdiri dari serangkaian terran busur dan pecahan benua yang sebelumnya menyatu dengan lempeng Australia. Konvergensi arus pada lipatan dan sabuk dorong diperkirakan mencapai 15 mm per tahun. Dorongan ini bertipe tebal, melibatkan reaktivasi terbalik dari patahan ekstensional yang jauh lebih tua.[4]
Gempa tersebut memiliki mekanisme fokus yang berhubungan dengan sesar dip-slip. Survei Geologi Amerika Serikat melaporkan bahwa gempa berkekuatan Mw 7,0 sedangkan GEOSCOPE melaporkan gempa berkekuatan Mw 7.2 di kedalaman 39 km (24 mil), sedangkan GCMT melaporkan peristiwa tersebut berkekuatan 7.1.
Menurut PAGER, USGS gempa bumi tersebut menyebabkan guncangan yang merusak dengan intensitas V-VII (Sedang-Sangat Kuat) di kota Ambunti, Angoram, Wewak, Aitape, Porgera dan Wabag, sehingga total populasinya berjumlah sekitar 1,12 juta jiwa. Getaran ringan juga dirasakan di negara tetangga Indonesia, dengan intensitas III (Lemah) dirasakan di Keerom dan Jayapura, serta II-III (Lemah) di Kabupaten Nabire dan Merauke.
Enam distrik di Provinsi Sepik Timur terkena dampak gempa ini.[5] Lebih dari 300 rumah runtuh akibat gempa, termasuk tujuh di Ambunti,[6] dan kerusakan terjadi di 23 desa sekitar pusat gempa.[7] Dilaporkan ada delapan kematian dan tujuh belas luka-luka.[8][9] Kematian yang dilaporkan terjadi tiga di Angoram, satu di Distrik Yangoru, dua di Distrik Wosera-Gawi dan satu kematian di Wewak.[10][5] Di desa Korogu, tiga rumah roboh dan banyak yang terluka.[5] Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di daerah yang terkena dampak,[5] dan retak tanah yang dalam dilaporkan terjadi di Danau Chambri, tempat pusat gempa berada.[11] Setidaknya dilaporkan dua orang terluka[12] dan 178 rumah hancur di Karawari, tenggara pusat gempa.[9] Tiga rumah hancur di Karambit.[13]