Gaya jalan manusia atau lenggok manusia merujuk kepada gaya jalan yang diraih lewat gerakan anggota gerak manusia. Gaya jalan manusia diartikan bersifat bipedal dan bifase dari pusat gravitas tubuh manusia, di mana terdapat gerakan sinus dari segmen tubuh berbeda dengan setidaknya pengeluaran tenaga. Susunan gaya jalan berbeda dikarakterisasikan oleh perbedaan dalam susunan gerakan anggota gerak, kecepatan secara keseluruhan, kekuatan, kelenturan dan siklus tenaga potensial, dan perubahan dalam kontak dengan permukaan. Gaya jalan manusia memiliki banyak cara di mana manusia dapat berpindah, entah secara alami atau akibat keadaan tertentu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Gaya jalan manusia atau lenggok manusia merujuk kepada gaya jalan yang diraih lewat gerakan anggota gerak manusia.[1] Gaya jalan manusia diartikan bersifat bipedal dan bifase dari pusat gravitas tubuh manusia, di mana terdapat gerakan sinus dari segmen tubuh berbeda dengan setidaknya pengeluaran tenaga. Susunan gaya jalan berbeda dikarakterisasikan oleh perbedaan dalam susunan gerakan anggota gerak, kecepatan secara keseluruhan, kekuatan, kelenturan dan siklus tenaga potensial, dan perubahan dalam kontak dengan permukaan (tanah, lantai, dll). Gaya jalan manusia memiliki banyak cara di mana manusia dapat berpindah, entah secara alami atau akibat keadaan tertentu.[2]