Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGangguan afektif musiman
Artikel Wikipedia

Gangguan afektif musiman

Gangguan afektif musiman, atau dikenal juga dengan nama depresi musiman, adalah gangguan suasana hati di mana seseorang mengalami depresi selama periode tertentu dalam setahun. Hal ini terjadi secara berulang, dan paling sering terjadi pada musim dingin. Gejalanya bisa berupa perasaan lesu, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai, sulit tidur, perubahan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu.

kondisi medis
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gangguan afektif musiman
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis
Gangguan afektif musiman
Nama lainGangguan depresi dengan pola mengikuti musim winter depression, depresi musiman, winter blues, summer depression, seasonal depression[1]
Terapi cahaya terang biasanya diberikan untuk mengatasi SAD atau circadian rhythm sleep disorder
SpesialisasiPsikiatri
GejalaDepressi pada saat-saat tertentu sepanjang tahun[2]
DurasiBerulang[2]
PenyebabTidak ada kejelasan[2]
Faktor risikoRiwayat keluarga[3]
Metode diagnostikBerdasar gejala[2]
Diagnosis bandingSiklotimia, Gangguan depresi mayor, Gangguan bipolar, premenstrual dysphoric disorder, chronic fatigue syndrome, low thyroid[4]
PengobatanTerapi cahaya, konseling, obat anti depresan, vitamin D[2]
Frekuensi~5% (Amerika Serikat)[4]

Gangguan afektif musiman (seasonal affective disorder, atau disingkat SAD), atau dikenal juga dengan nama depresi musiman, adalah gangguan suasana hati di mana seseorang mengalami depresi selama periode tertentu dalam setahun .[2] Hal ini terjadi secara berulang, dan paling sering terjadi pada musim dingin .[2] Gejalanya bisa berupa perasaan lesu, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai, sulit tidur, perubahan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu.[2]

Penyebabnya tidak jelas.[2] Faktor risiko termasuk riwayat keluarga .[3] Dalam DSM-5, gangguan ini bukan merupakan gangguan yang unik, tetapi diterapkan sebagai penentu “dengan pola musiman” pada gangguan depresi mayor atau gangguan bipolar .[3][5] Diagnosis didasarkan pada gejala.[2]

Penanganannya bisa berupa terapi cahaya, konseling, antidepresan, atau vitamin D.[2] Lebih sering berolahraga juga dianjurkan.[3] Karena gejala-gejala akan mulai muncul pada waktu tertentu dalam setahun, pengobatan dapat dimulai sebelum gejala-gejala diperkirakan akan muncul.[2] Gejala sering membaik 1 sampai 2 minggu setelah memulai pengobatan.[4]

SAD diperkirakan memengaruhi 5% orang di Amerika Serikat .[4] Angkanya bervariasi berdasarkan garis lintang, mulai dari 1,4% di Florida hingga 10% di Alaska .[6] Perempuan terkena penyakit ini empat kali lebih sering dibandingkan laki-laki.[2][4] Penyakit ini sering kali timbul pada awal masa dewasa.[2] Kondisi ini secara resmi dijelaskan dan diberi nama oleh Norman E. Rosenthal pada tahun 1984.[1][7][8]

Referensi

  1. 1 2 Danilenko, KV; Levitan, RD (2012). "Seasonal affective disorder". Handbook of clinical neurology. 106: 279–89. doi:10.1016/B978-0-444-52002-9.00017-6. PMID 22608628.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "NIMH » Seasonal Affective Disorder". www.nimh.nih.gov. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 15, 2021. Diakses tanggal 16 February 2021.
  3. 1 2 3 4 Galima, SV; Vogel, SR; Kowalski, AW (1 December 2020). "Seasonal Affective Disorder: Common Questions and Answers". American family physician. 102 (11): 668–672. PMID 33252911.Galima, SV; Vogel, SR; Kowalski, AW (December 1, 2020). "Seasonal Affective Disorder: Common Questions and Answers". American family physician. 102 (11): 668–672. PMID 33252911.
  4. 1 2 3 4 5 Kurlansik, SL; Ibay, AD (1 December 2012). "Seasonal affective disorder". American family physician. 86 (11): 1037–41. PMID 23198671.
  5. ↑ American Psychiatric Association (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi Fifth). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing. hlm. 187. ISBN 978-0-89042-555-8.
  6. ↑ Nolen-Hoeksema, Susan (2014). Abnormal Psychology (Edisi 6th). New York, New York: McGraw-Hill Education. hlm. 179. ISBN 978-1-259-06072-4.
  7. ↑ Rosenthal NE, Sack DA, Gillin JC, Lewy AJ, Goodwin FK, Davenport Y, Mueller PS, Newsome DA, Wehr TA (January 1984). "Seasonal affective disorder. A description of the syndrome and preliminary findings with light therapy". Archives of General Psychiatry. 41 (1): 72–80. doi:10.1001/archpsyc.1984.01790120076010. PMC 2686645. PMID 6581756.
  8. ↑ Itkowitz, Colby. "The Washington Post helped discover seasonal affective disorder. Now here's how to beat it". Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 10, 2020. Diakses tanggal 17 February 2021.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Penyakit

kondisi abnormal yang berpengaruh negatif terhadap makhluk hidup

Ereksi klitoris

fenomena fisiologis saat klitoris membesar, mengeras, dan mengencang

Ereksi

fenomena fisiologis menegangnya penis laki-laki (jantan)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026