Gangguan afektif musiman, atau dikenal juga dengan nama depresi musiman, adalah gangguan suasana hati di mana seseorang mengalami depresi selama periode tertentu dalam setahun. Hal ini terjadi secara berulang, dan paling sering terjadi pada musim dingin. Gejalanya bisa berupa perasaan lesu, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai, sulit tidur, perubahan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis |
| Gangguan afektif musiman | |
|---|---|
| Nama lain | Gangguan depresi dengan pola mengikuti musim winter depression, depresi musiman, winter blues, summer depression, seasonal depression[1] |
| Terapi cahaya terang biasanya diberikan untuk mengatasi SAD atau circadian rhythm sleep disorder | |
| Spesialisasi | Psikiatri |
| Gejala | Depressi pada saat-saat tertentu sepanjang tahun[2] |
| Durasi | Berulang[2] |
| Penyebab | Tidak ada kejelasan[2] |
| Faktor risiko | Riwayat keluarga[3] |
| Metode diagnostik | Berdasar gejala[2] |
| Diagnosis banding | Siklotimia, Gangguan depresi mayor, Gangguan bipolar, premenstrual dysphoric disorder, chronic fatigue syndrome, low thyroid[4] |
| Pengobatan | Terapi cahaya, konseling, obat anti depresan, vitamin D[2] |
| Frekuensi | ~5% (Amerika Serikat)[4] |
Gangguan afektif musiman (seasonal affective disorder, atau disingkat SAD), atau dikenal juga dengan nama depresi musiman, adalah gangguan suasana hati di mana seseorang mengalami depresi selama periode tertentu dalam setahun .[2] Hal ini terjadi secara berulang, dan paling sering terjadi pada musim dingin .[2] Gejalanya bisa berupa perasaan lesu, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai, sulit tidur, perubahan nafsu makan, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan semangat untuk melakukan sesuatu.[2]
Penyebabnya tidak jelas.[2] Faktor risiko termasuk riwayat keluarga .[3] Dalam DSM-5, gangguan ini bukan merupakan gangguan yang unik, tetapi diterapkan sebagai penentu “dengan pola musiman” pada gangguan depresi mayor atau gangguan bipolar .[3][5] Diagnosis didasarkan pada gejala.[2]
Penanganannya bisa berupa terapi cahaya, konseling, antidepresan, atau vitamin D.[2] Lebih sering berolahraga juga dianjurkan.[3] Karena gejala-gejala akan mulai muncul pada waktu tertentu dalam setahun, pengobatan dapat dimulai sebelum gejala-gejala diperkirakan akan muncul.[2] Gejala sering membaik 1 sampai 2 minggu setelah memulai pengobatan.[4]
SAD diperkirakan memengaruhi 5% orang di Amerika Serikat .[4] Angkanya bervariasi berdasarkan garis lintang, mulai dari 1,4% di Florida hingga 10% di Alaska .[6] Perempuan terkena penyakit ini empat kali lebih sering dibandingkan laki-laki.[2][4] Penyakit ini sering kali timbul pada awal masa dewasa.[2] Kondisi ini secara resmi dijelaskan dan diberi nama oleh Norman E. Rosenthal pada tahun 1984.[1][7][8]