Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiFungsionalisme (hubungan internasional)
Artikel Wikipedia

Fungsionalisme (hubungan internasional)

Fungsionalisme adalah teori hubungan internasional yang muncul pada masa antarperang setelah ada kekhawatiran bahwa negara sudah tidak layak lagi dijadikan organisasi masyarakat. Alih-alih kepentingan diri negara-bangsa yang dianggap realis sebagai faktor pendorong, para fungsionalis mengutamakan kepentingan bersama dan kebutuhan bersama dalam proses integrasi global. Integrasi tersebut dipicu oleh memudarnya kedaulatan negara dan banyaknya pengetahuan yang diberikan para ilmuwan dan pakar dalam proses pembuatan kebijakan. Asal-usulnya dapat ditemukan pada tradisi liberal/idealis yang diawali oleh Kant sampai pidato "Empat Belas Poin" oleh Woodrow Wilson.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori hubungan internasional
Realisme
  • Realisme neoklasik
  • Neorealisme (realisme struktural)
  • Realisme klasik
  • Realisme ofensif
  • Realisme defensif
  • Realisme liberal (Mazhab Inggris)
  • Keunggulan relatif
  • Keunggulan absolut
  • Realisme strategis
Liberalisme
  • Idealisme
  • Teori perdamaian demokratis
  • Liberalisme republik
  • Institusionalisme
  • Neoliberalisme
  • Liberalisme interdependensi
  • Liberalisme sosiologis
  • Liberalisme institusional
Konstruktivisme
  • Konstruktivisme modern
  • Konstruktivisme pascamodern
  • Konstruktivisme feminis
Marxisme
  • Neo-Gramscianisme
  • Studi keamanan kritis
  • Teori kritis
Teori lain
  • Anarki
  • Ekonomi politik internasional
  • Feminisme
  • Teori hijau
  • Teori kestabilan hegemon
  • Teori sistem dunia
  • Strukturalisme
  • Pascastrukturalisme
  • Mazhab Inggris
  • Mazhab Kopenhagen
  • Fungsionalisme (Neofungsionalisme)
  • Pascamodernisme
  • Pascakolonialisme
Klasifikasi
  • Teori kritis
  • Teori ketergantungan
  • Positivisme
  • Pascapositivisme
  • Rasionalisme
  • Reflektivisme
  • Pondasionalisme
  • Anti-pondasionalisme
  • Behaviouralisme
  • "Perdebatan Besar"
  • Perdebatan antarparadigma
Pendekatan lain
  • Etika internasional
  • Sosiologi sejarah
  • Teori rezim
  • Teori kartel negara
  • Geopolitik
 Portal Politik
  • l
  • b
  • s

Fungsionalisme adalah teori hubungan internasional yang muncul pada masa antarperang (antara Perang Dunia I dan II) setelah ada kekhawatiran bahwa negara sudah tidak layak lagi dijadikan organisasi masyarakat. Alih-alih kepentingan diri negara-bangsa yang dianggap realis sebagai faktor pendorong, para fungsionalis mengutamakan kepentingan bersama dan kebutuhan bersama (baik negara maupun non-negara) dalam proses integrasi global. Integrasi tersebut dipicu oleh memudarnya kedaulatan negara dan banyaknya pengetahuan yang diberikan para ilmuwan dan pakar dalam proses pembuatan kebijakan (Rosamond, 2000). Asal-usulnya dapat ditemukan pada tradisi liberal/idealis yang diawali oleh Kant sampai pidato "Empat Belas Poin" oleh Woodrow Wilson (Rosamond, 2000).

Fungsionalisme adalah perintis teori globalisasi dan strategi. Negara telah membangun struktur berwenang di atas prinsip kewilayahan (teritorialisme). Teori negara dibangun dengan asumsi yang menyebut wilayah sebagai cakupan kewenangan (Held 1996, Scholte: 1993, 2000, 2001) yang dibantu oleh kewilayahan metodologis (Scholte 1993). Fungsionalisme hendak menciptakan kewenangan (otoritas) berdasarkan fungsi dan kebutuhan yang dapat menghubungkan kewenangan tersebut dengan kebutuhan, pengetahuan ilmiah, keahlian, dan teknologi. Artinya kewenangan tersebut memiliki konsep suprateritorial. Pendekatan fungsionalis mengecualikan dan membantah ide kekuasaan negara dan pengaruh politik (pendekatan realis) dalam pembentukan organisasi internasional pada masa antarperang (yang penuh konflik negara-bangsa) dan tahun-tahun selanjutnya.

Menurut fungsionalisme, integrasi internasional (pemerintahan bersama dan 'saling ketergantungan material' memiliki dinamika internalnya sendiri setelah negara-negara semakin terintegrasi di sektor fungsional, teknis, dan/atau ekonomi.[1] Lembaga internasional akan memenuhi kebutuhan manusia berkat bantuan pengetahuan dan keahlian. Manfaat yang didapat dari lembaga fungsional akan menarik perhatian penduduk dunia dan mendorong keterlibatan mereka serta memperluas wilayah integrasi. Ada asumsi kuat mengenai fungsionalisme: 1) bahwa proses integrasi terjadi dalam kerangka kebebasan manusia, 2) bahwa pengetahuan dan keahlian saat ini dapat memenuhi kebutuhan yang menjadi misi lembaga fungsional, dan 3) bahwa negara tidak akan melakukan sabotase terhadap proses tersebut.

Perbandingan

John McCormick membandingkan asas-asas fungsionalisme dengan realisme:

 RealismeFungsionalismePenjelasan
Tujuan utama pelakuKeamanan militerPerdamaian dan kesejahteraanKeamanan melalui: kekuasaan vs. kerja sama
Instrumen kebijakan negaraKekuatan militer dan instrumen ekonomiInstrumen ekonomi dan kemauan politikKebijakan negara: asersi vs. negosiasi
Pendorong pembuatan agendaPotensi pergeseran keseimbangan kekuasaan dan ancaman keamananPenekanan politik rendah seperti isu-isu ekonomi dan sosialAgenda yang dikejar: mempertahankan posisi vs. mencapai konsensus
Peran organisasi internasionalKecil; dibatasi oleh kekuasaan negara dan pentingnya kekuatan militerBesar; organisasi internasional yang baru dan fungsional akan merumuskan kebijakan dan bertanggung jawab atas penerapannyaKeterlibatan internasional: sedikit vs. Banyak

Lihat pula

  • Intergovernmentalisme
  • Teori hubungan internasional
  • David Mitrany
  • Ernst B. Haas
  • Organisasi fungsional
  • Piagam IX Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Komisi Pembangunan Sosial
  • Millennium Summit
  • Earth Summit 2002
  • Hak asasi manusia
  • Daftar lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Organisasi internasional
  • Efek limpasan
  • Institusionalisme (hubungan internasional)

Bacaan lanjutan

  • Caporaso, J. 1998: "Regional integration theory: understanding our past and anticipating our future." Journal of European Public Policy, 5(1):1–16.
  • Claude, Inis L, Jr. The Functional Approach to Peace, in Swords into Plowshares. 4th ed. New York: Random House, 1971. pp. 378–407.
  • Groom, J. R. and Paul Taylor. Functionalism: Theory and Practice in International Relations. London: University of London Press, 1975.
  • Haas, Ernst B. (1958). The Uniting of Europe; Political, Social, and Economic Forces, 1950–1957. Stanford: Stanford University Press.
  • Haas, Ernst B. (1964). Beyond the Nation-State: Functionalism and International Organization. Stanford: Stanford University Press.
  • Held, D. (1996) Models of Democracy, Polity Press, Cambridge.
  • Imber, Mark. F. The U.S.A., ILO, UNESCO, and IAEA: Politicization and Withdrawal in the Specialized Agencies. London: Macmillan, 1989.
  • Keohane, R. O. and S. Hoffmann 1991: The New European Community: Decision-making and Institutional Change. Boulder, Colorado: Westview Press.
  • McCormick, John. The European Union. Westview Press. January 1, 1999. ISBN 0-8133-9032-X
  • Mitrany, D. (1933) The Progress of International Government. New Haven: Yale university press.
  • Mitrany, D. "Functional Approach to World Organization." International Affairs. Vol. 23. (1948)
  • Mitrany, D. (1965) "The Prospect of European Integration: Federal or Functional", Journal of Common Market Studies
  • Mitrany, D. (1966) A Working Peace System. Chicago: Quadrangle Books.
  • Mitrany, D.(1976) The Functional Theory of Politics. New York: St. Martin's Press.
  • Piquet, Howard S. "Functional International Organization." American Academy of Political and Social Science. Vol. 240. (Jul, 1945): pp. 43–50.
  • Rosamond, B. (2000) Theories of European integration, Macmillan ; New York: St. Martin's Press, Basingstoke.
  • Scholte, J. A. (2000) Globalization: a critical introduction, St. Martin's Press Inc., New York.
  • Scholte, J. A. (2001) In The Globalization of World Politics, The globalization of world politics, (Eds, Baylis, J. and Smith, S.) Oxford University Press, New York, pp. 13–34.
  • Scholte, J. A. (1993) International Relations of Social Change, Open University Press, Buckingham.
  • Sewell, James P. Functionalism and World Politics. Princeton: Princeton University Press, 1966.
  • Wallace, William (ed.) 1990: The Dynamics of European Integration. London: Pinter Publishers.
  • Wolf, Peter. "International Organization and Attitude Change: A Re-examination of the Functionalist Approach." International Organization. Vol.27. (July 1973): pp. 347–371.
  • Ziring, Lawrence, Robert E. Riggs, and Jack C. Plano. The United Nations: International Organization and World Politics. California: Thomson Wadsworth, 2005. pp. 397–469.

Referensi

  1. ^ Wolf, Peter. "International Organization and Attitude Change: A Re-examination of the Functionalist Approach." International Organization. Vol.27. (July 1973): pp. 347–371.
  2. ^ McCormick pp. 13.
  3. ^ McCormick pp. 14.
  4. ^ Mitrany, D. (1966) A Working Peace System. Chicago: Quadrangle books. pp. 35.
  5. ^ Mitrany, A Working Peace System. pp. 35.
  6. ^ Wolf, Peter. "International Organization and Attitude Change: A Re-examination of the Functionalist Approach." International Organization. Vol.27. (July 1973): pp. 347–371
  7. ^ Mitrany, A Working Peace System. pp. 35.
  8. ^ Wolf, Peter., "International Organization and Attitude Change: A Re-examination of the Functionalist Approach." pp. 347–371.
  9. ^ Ziring, Lawrence, Robert E. Riggs, and Jack C. Plano. The United Nations: International Organization and World Politics. California: Thomson Wadsworth, 2005. pp. 398.
  10. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 398.
  11. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 399.
  12. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 400.
  13. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 400.
  14. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 400.
  15. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 401.
  16. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 401–402.
  17. ^ Ziring, Riggs and Plano, pp. 403.

Pranala luar

  • Global Power Barometer Diarsipkan 2007-07-05 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Teori hubungan internasional
Realisme
  • Realisme neoklasik
  • Neorealisme (realisme struktural)
  • Realisme klasik
  • Realisme ofensif
  • Realisme defensif
  • Realisme liberal (Mazhab Inggris)
  • Keunggulan relatif
  • Keunggulan absolut
  • Realisme strategis
Liberalisme
  • Idealisme
  • Teori perdamaian demokratis
  • Liberalisme republik
  • Institusionalisme
  • Neoliberalisme
  • Liberalisme interdependensi
  • Liberalisme sosiologis
  • Liberalisme institusional
Konstruktivisme
  • Konstruktivisme modern
  • Konstruktivisme pascamodern
  • Konstruktivisme feminis
Marxisme
  • Neo-Gramscianisme
  • Studi keamanan kritis
  • Teori kritis
Teori lain
  • Anarki
  • Ekonomi politik internasional
  • Feminisme
  • Teori hijau
  • Teori kestabilan hegemon
  • Teori sistem dunia
  • Strukturalisme
  • Pascastrukturalisme
  • Mazhab Inggris
  • Mazhab Kopenhagen
  • Fungsionalisme (Neofungsionalisme)
  • Pascamodernisme
  • Pascakolonialisme
Klasifikasi
  • Teori kritis
  • Teori ketergantungan
  • Positivisme
  • Pascapositivisme
  • Rasionalisme
  • Reflektivisme
  • Pondasionalisme
  • Anti-pondasionalisme
  • Behaviouralisme
  • "Perdebatan Besar"
  • Perdebatan antarparadigma
Pendekatan lain
  • Etika internasional
  • Sosiologi sejarah
  • Teori rezim
  • Teori kartel negara
  • Geopolitik
 Portal Politik
  1. ↑ "A Working Peace System. By David Mitrany [Chicago, Quadrangle Books, 1966, 221 pp. $5.95.]". Israel Law Review (dalam bahasa Inggris). 2 (3): 448–449. 1967-07. doi:10.1017/S0021223700001333. ISSN 2047-9336.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Perbandingan
  2. Lihat pula
  3. Bacaan lanjutan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Hubungan internasional

Cabang ilmu yang mempelajari tentang hubungan antarnegara

Realisme (hubungan internasional)

teori hubungan internasional

Teori hubungan internasional

teoretis. Untuk studi internasional, lihat hubungan internasional Teori hubungan internasional adalah studi hubungan internasional dari sudut pandang teoretis;

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026