Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiFrijjo
Artikel Wikipedia

Frijjo

*Frijjō ("Frigg-Frija") nama atau julukan yang direkonstruksi dalam bahasa Proto-Jermanik dari dewi cinta, salah satu anggota dewi paling menonjol dari *Ansiwiz', dan sering diidentifikasi sebagai pasangan dewa utama, yaitu *Wōdanaz (Woden-Odin).

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

*Frijjō ("Frigg-Frija") nama atau julukan yang direkonstruksi dalam bahasa Proto-Jermanik dari dewi cinta, salah satu anggota dewi paling menonjol dari *Ansiwiz', dan sering diidentifikasi sebagai pasangan dewa utama, yaitu *Wōdanaz (Woden-Odin).

Etimologi yang diusulkan

Nama *Frijjō (bahasa Nordik Kuno: [Frigg] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan), {{lang-goh}Frīja}}) diturunkan dari *prih-y(a)h dalam bahasa Proto-Indo-Eropa, berkerabat dengan priya berarti "sayang, tercinta".[1][2] Namun, dalam bahasa-bahasa Jermanik, makna kata tersebut terbagi menjadi dua asal kata: satu terkait dengan hal semantik "cinta", "kencan", "persahabatan", sedangkan yang lainnya terkait dengan hal "kebebasan". Kata kerabat lainnya adalah:[3]

  • Gotik: frijôn - transkripsi φιλειν, αγαπαν "mencintai".
  • Inggris Kuno: freogan, freon
  • Sachsen Kuno: friehan.

Turunan

Nama dewa-dewi dalam bahasa-bahasa Jermanik Barat antara lain: *Frīg (Inggris Kuno); Frīja (Jerman Hulu Kuno); Frike, Freke, Fru Freen, Fru Frien, Fru Freke, Fru Frick, Fuik, Frie (Sachsen Kuno);[4] danFrea (Langobardi, dibuktikan dalam Origo Gentis Langobardorum).[5] Nama dewi Anglo-Saxon dibuktikan hanya atas nama hari Jumat, meskipun frīg (gender feminin kuat) sebagai kata benda umum yang berarti "cinta" (tunggal) atau "kasih sayang", "pelukan" (jamak) dibuktikan dalam puisi.[6]

Hari Jumat dalam bahasa-bahasa Jermanik Barat seperti Friday (Inggris), Freitag (Jerman), Vrijdag (Belanda), Freedag (Sachsen Hilir)[7][8]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Wodtko et al., Nomina im Indogermanischen Lexikon, Heidelberg (2008) ISBN 978-3-8253-5359-9, s.v. "preyH", pp. 568-573.
  2. ↑ Bader, Françoise (1990). "Autobiographie et héritage dans la langue des dieux : d'Homère à Hésiode et Pindare". Revue des Études Grecques. 103 (492): 383–408. doi:10.3406/reg.1990.2486.
  3. ↑ Mezger, Fritz (1964). "Germ. frijōnd- 'Verwandte'". Zeitschrift für vergleichende Sprachforschung auf dem Gebiete der Indogermanischen Sprachen. 79 (1/2): 32–38. JSTOR 40848135.
  4. ↑ The k isn't a reflex of Old Norse ggj (as implied by Paul Hermann 1903), but a diminutive, as it were Frija-ke, Frea-ke (Elard Hugo Meyer, Mythologie der Germanen 1903).
  5. ↑ Dumézil, Georges (1954). "Le trio des Macha". Revue de l'histoire des religions. 146 (1): 5–17. doi:10.3406/rhr.1954.6992.
  6. ↑ OED s.v. "Friday".
  7. ↑ Johan Fritzner: Ordbog over det gamle norske sprog. Omarbeidet, forøget og forbedret udgave. Volume 1 (1886) page 490 (online Diarsipkan 2023-06-02 di Wayback Machine. at Google Books),
  8. ↑ Johan Fritzner: Ordbog over det gamle norske sprog. Omarbeidet, forøget og forbedret udgave. Volume 1 (1886) page 486 (online Diarsipkan 2023-05-05 di Wayback Machine. at Google Books).

Daftar pustaka

  • Lindow, John (2002). Norse Mythology: A Guide to Gods, Heroes, Rituals, and Beliefs. Oxford University Press. hlm. 129. ISBN 978-0-19-983969-8.
  • Grimm's Teutonic Mythology, ch.13 Diarsipkan 2010-03-30 di Wayback Machine.
  • M. Scheller, Vedisch ‘priyá-’ u. die Wortsippe ‘frei, freien, Freund’ (1959)
  • D. H. Green, Lang. & Hist. Early Germanic World (1998) 39–41.
  • Jan de Vries, Studien over germaansche mythologie, VII: De skaldenkenningen met de namen der godinnen Freyja en Frigg, Tijdschrift voor nederlandsche taal- en letterkunde 53 (1934), 210–217.
  • Marian Edwardes, Lewis Spence, Dictionary of Non-Classical Mythology (1913); 2003 reprint ISBN 978-0-7661-4453-8, 2005 reprint: ISBN 978-1-59605-342-7, pp. 70f.
  • Coremans (1844). "L'année de l'ancienne Belgique. Mémoire sur les saisons, les mois, les semaines, les jours, les fêtes dans les temps antérieurs à l'introduction du christianisme en Belgique, avec l'indication et l'explication de différentes dates qui se trouvent dans les documents du moyen âge, et qui en partie sont encore usitées de nos jours". Compte-rendu des séances de la commission royale d'histoire. 7 (7): 11–192. doi:10.3406/bcrh.1844.3181.
  • Kurylowicz, J. (June 1967). "The Germanic Verscharfung". Language. 43 (2): 445–451. doi:10.2307/411544. JSTOR 411544.
  • Sturtevant, Albert Morey (1941). "A Note on the Semantic Development of Old Norse "Fría:Frjá" < Gothic 'Frijon' 'To Love'". Scandinavian Studies. 16 (5): 194–196. JSTOR 40915517. ProQuest 1296912963.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi yang diusulkan
  2. Turunan
  3. Referensi
  4. Catatan kaki
  5. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Frigg

Nama Frigg berarti “cinta” atau “yang tersayang” (bahasa Proto-Jerman: frijjō; atau dalam bahasa Sanskerta: priyā; “yang tersayang”). Balairung Frigg

Daftar dewa-dewi cinta dan nafsu

Eostre, titisan Jermanik Hausos dan dengan demikian adalah leluhur Frigg/Frijjo; dia rupanya diubah menjadi dewi musim semi/kesuburan oleh suku Anglo-Saxon

Interpretatio germanica

tampak dipadankan dengan Hercules yang memegang palu. Jumat, memakai nama Frijjō (Frigg; Frīg; Frīja), sebelumnya adalah hari Venus, dewi cinta Dalam hampir

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026