Forum Asia Pasifik tentang Pembangunan Berkelanjutan adalah forum tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik untuk meninjau kemajuan, tantangan, dan strategi dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di kawasan Asia-Pasifik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Forum Asia Pasifik tentang Pembangunan Berkelanjutan Asia-Pacific Forum on Sustainable Development (APFSD) | |
|---|---|
| Status | Aktif |
| Jenis | Forum kebijakan regional |
| Frekuensi | Tahunan |
| Tempat | ESCAP Hall, Bangkok, Thailand |
| Negara | Kawasan Asia-Pasifik |
| Tahun aktif | 2014–sekarang |
| Penyelenggara | Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik |
| Situs web | unescap.org/events/apfsd |
Forum Asia Pasifik tentang Pembangunan Berkelanjutan (bahasa Inggris: Asia-Pacific Forum on Sustainable Developmentcode: en is deprecated , disingkat APFSD) adalah forum tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP) untuk meninjau kemajuan, tantangan, dan strategi dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di kawasan Asia-Pasifik.[1]
Forum ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 sebagai respons terhadap resolusi Majelis Umum PBB tentang pelaksanaan Agenda 2030 di tingkat regional. APFSD bertujuan untuk:
Tema forum disesuaikan dengan tantangan utama kawasan. Misalnya:
Forum ini juga menyoroti tantangan sistemik, seperti lemahnya sistem multilateral, perlunya reformasi global, serta pentingnya pembiayaan inovatif seperti green sukuk dan social impact bonds untuk mendukung pembangunan jangka panjang.[4]
APFSD dihadiri oleh pejabat tinggi negara anggota ESCAP, organisasi internasional, LSM, serta wakil pemuda. Forum ini menghasilkan laporan tahunan yang disampaikan ke forum tingkat tinggi global seperti High-Level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) di New York.[5]
Forum ini juga menjadi ruang diplomasi pembangunan dan advokasi isu-isu inklusivitas, seperti prinsip leaving no one behind yang ditegaskan oleh perwakilan Indonesia dalam forum APFSD 2025.[4]