Flowers City Casuals (FCC) adalah firma hooligan sepak bola yang terkait dengan klub sepak bola Indonesia, Persib Bandung. Nama tersebut berasal dari julukan kota Bandung sebagai Kota Kembang, firma ini merupakan pelopor subkultur kasual di Indonesia dan firma paling terkenal di sepak bola tanah air.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (June 2008) |
Lambang FCC, tahun 2005-an | |
| Lokasi ditemukan | Jl. Badak Singa, Bandung |
|---|---|
| Pendiri | Suporter Persib Bandung |
| Tahun aktif | 2005 – sekarang |
| Teritori | Bandung, Jawa Barat |
| Etnis | Sunda |
| Keanggotaan | 50–150 |
| Aktivitas kriminal | Hooliganisme sepak bola, kerusuhan dan perkelahian |
| Sekutu | Inter Johor Firm (Malaysia) |
| Musuh | Green Nord 27, B6 Surakartans, Tiger Bois 16, Hooligans 1932 |
Flowers City Casuals (FCC) adalah firma hooligan sepak bola yang terkait dengan klub sepak bola Indonesia, Persib Bandung. Nama tersebut berasal dari julukan kota Bandung sebagai Kota Kembang (Bahasa Inggris: City of Flowers), firma ini merupakan pelopor subkultur kasual di Indonesia dan firma paling terkenal di sepak bola tanah air.[1]
Firma ini memiliki kode isyarat yaitu #633 yang digunakan ketika mereka melakukan vandalisme, sebagai penanda atau konflik dengan firma lain.
Firma ini terbentuk pada tahun 2005 dari sejumlah penggemar musik Skinhead di kota Bandung, dikenal sebagai firma pertama yang mengadopsi pakaian kasual dan pakaian desainer di Indonesia.

Firma ini semakin dikenal pada tahun 2010, karena cara mendukung dan berpakaian mereka sangat berbeda. Selain itu, beberapa perkelahian terjadi dengan kelompok pendukung lain, termasuk kelompok pendukung Persib lainnya.
Pada tahun 2013, mereka membubarkan diri secara perkumpulan namun tidak dengan persepsi pemikiran firma itu sendiri. Meskipun dikabarkan telah bubar, nama tersebut telah menjadi simbol legendaris untuk firma lain.
Seiring berkembangnya budaya kasual di kota Bandung, beberapa generasi anggota dari mereka mendirikan firma baru dan tergabung kedalam Northern Wall (NW), sebuah pergerakan dari sejumlah firma di kota Bandung yang didirikan pada tahun 2020.
Pada 19 Maret 2023, firma tersebut mengatur pertarungan dengan Green Nord, kelompok Ultras dari klub Persebaya Surabaya. Perkelahian terjadi di Sleman dan dimenangkan oleh firma tersebut. Konflik mereka disebabkan dari permasalahan dipertandingan tandang sebelumnya, yang melibatkan kedua kelompok.[2] [3]