Drs. H. Firdaus Wadjdi adalah seorang mantan aktivis reformasi dan tokoh pelayaran Indonesia. Ia merupakan anggota Eksponen '66 yang aktif dalam gerakan penumbangan rezim Orde Lama pada pertengahan tahun 1960-an. Ia pernah menjadi staf Badan Intelijen Negara (BIN).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Firdaus Wadjdi | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 1 Februari 1967 – 13 Februari 1968 | |
| Daerah pemilihan | Mahasiswa |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 18 Februari 1942 Kurai Taji, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Hindia Belanda |
| Meninggal | 10 Februari 2018 (umur 75) Jakarta |
| Suami/istri | Suhartini |
| Anak | 2, termasuk Muhammad Lutfi |
| Almamater | Universitas Indonesia |
Drs. H. Firdaus Wadjdi (18 Februari 1942 – 10 Februari 2018)[1][2] adalah seorang mantan aktivis reformasi dan tokoh pelayaran Indonesia. Ia merupakan anggota Eksponen '66 yang aktif dalam gerakan penumbangan rezim Orde Lama pada pertengahan tahun 1960-an.[3] Ia pernah menjadi staf Badan Intelijen Negara (BIN).[4]
Firdaus seangkatan dengan tokoh aktivis lainnya, seperti Fahmi Idris, Abdul Gafur, Akbar Tanjung, Sofjan Wanandi, dan lain-lain. Ia merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua HMI Jakarta yang pertama.[5] Ia kemudian berkiprah sebagai wakil rakyat di DPR RI, dan sebagai pengusaha.[3] Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum INSA (Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia) periode 1998-2002.[6][7]
Firdaus Wadjdi adalah ayah dari Muhammad Lutfi, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia. Firdaus menikah dengan Suhartini.[4]