Fahmi Abdul Haq Zaini atau Lora Fahmi AHZ adalah Wakil Bupati Probolinggo periode 2025–2030 yang menjabat sejak 20 Februari 2025, mendampingi Gus Haris sebagai bupati. Ia juga dikenal sebagai seorang Ulama dan Politikus dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Fahmi AHZ | |
|---|---|
| Wakil Bupati Probolinggo ke-4 | |
| Mulai menjabat 20 Februari 2025 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Gubernur | Khofifah Indar Parawansa |
| Bupati | Muhammad Haris |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 November 1985 Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia |
| Partai politik | PKB |
| Suami/istri | Ummi Hani'ah |
| Anak | 5 |
| Almamater | IAIN Sunan Ampel Universitas Nurul Jadid Universitas Brawijaya |
| Pekerjaan | |
|
| |
Fahmi Abdul Haq Zaini atau Lora Fahmi AHZ (lahir 17 November 1985) adalah Wakil Bupati Probolinggo periode 2025–2030 yang menjabat sejak 20 Februari 2025, mendampingi Gus Haris sebagai bupati.[1] Ia juga dikenal sebagai seorang Ulama dan Politikus dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.[2]
Ra Fahmi merupakan putra dari pasangan K.H. Abdul Haq Zaini, Lc. - Ny. Hj. Nuri Firdausiyah. Dari jalur sang ayah, Ra Fahmi merupakan cucu K.H. Zaini Mun’im, pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid. KH Zaini merupakan ulama asal Pamekasan, Madura. Karena itulah, ada sebutan Lora di depan nama Fahmi AHZ.
Kata Lora berasal dari Bahasa Madura. Kata ini digunakan sebagai panggilan untuk anak laki-laki dari seorang kiai atau orang terhormat.
Meski lahir di lingkungan pesantren, Ra Fahmi memiliki semangat egaliter. Ia tak pilih-pilih dalam bergaul. Figur kelahiran 17 November 1985 ini juga aktif berorganisasi sejak kecil.[3]
Gus Fahmi telah aktif dalam berbagai bidang, terutama di lingkungan pesantren, organisasi keagamaan, dan politik. Kariernya dimulai di Pondok Pesantren Nurul Jadid, di mana ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengembangan Pesantren dari 2013 hingga 2018. Setelah itu, ia kembali mengemban amanah sebagai Kepala Biro PULH Pesantren Nurul Jadid untuk periode 2024–2026 serta menjabat sebagai Direktur PPIQ Pesantren Nurul Jadid sejak 2020 hingga 2025. Selain itu, ia juga menjadi Ketua I Insan Qur'ani Pondok Pesantren Nurul Qur'an untuk periode 2020–2025.
Di bidang organisasi, ia aktif dalam berbagai lembaga keagamaan dan kemasyarakatan. Ia menjabat sebagai Koordinator Divisi I Hebitren Jawa Timur (2021–2026), pengurus DPW Petanesia Jawa Timur (2022–2027), serta Bendahara Umum JATMAN Kraksaan, Kabupaten Probolinggo (2023–2028).[4] Selain itu, ia dipercaya sebagai Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama|MWC-NU Paiton, Kabupaten Probolinggo (2020–2025), serta Mustasyar PCNU Kota Kraksaan periode 2025–2030.[5]
Dalam bidang politik, ia menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo sejak 2024.[6]
Pada Pemilihan umum Bupati Probolinggo 2024, ia maju sebagai calon Wakil Bupati Probolinggo berpasangan dengan Gus Haris sebagai calon bupati. Pasangan Gus Haris–Gus Fahmi memperoleh 492.212 suara atau 80,55% dari total suara sah dan ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo pada 9 Januari 2025.[7] Keduanya kemudian dilantik secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.[8]
Ra Fahmi memulai pendidikannya di TK Bina Anaprasa Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Setelah itu, ia melanjutkan ke tingkat dasar di MI Nurul Mun’im, Paiton, Probolinggo. meski hanya satu tahun 1990–1991, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan dasarnya di MI Nurul Qur’an, Kraksaan, Probolinggo. 1991–1997.
Jenjang menengah ia tempuh di MTs Nurul Jadid 1997–2000, lalu melanjutkan ke MA Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo di tempat yang sama dan lulus pada tahun 2003. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ra Fahmi sempat menempuh pendidikan tinggi di Sejarah dan Kebudayaan Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, meskipun tidak sampai tamat. Ia kemudian melanjutkan studinya di bidang Filsafat Agama/Akidah Filsafat di IAIN Sunan Ampel, Surabaya.[9]
Kemudian, pada tahun 2014 melanjutkan studi ke S1 Teknik Informatika di Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2018. Saat ini, Ra Fahmi tengah melanjutkan studinya ke jenjang S2 Administrasi Publik di Universitas Brawijaya, Malang. 2025–sekarang.[10]
Gus Fahmi juga menempuh pendidikan nonformal di berbagai pondok pesantren yang membentuk pemahaman keagamaannya yang kuat. Ia memulai perjalanan keilmuannya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, yang menjadi salah satu tempat utama dalam pendidikannya. Selain itu, ia juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Qur'an, Kraksaan, Probolinggo, serta Pondok Pesantren Nurul Abror Al Robbaniyin, Wongsorejo, Banyuwangi.
Tidak hanya itu, Gus Fahmi juga sempat mendalami ilmu agama dan bahasa di Pondok Pesantren Gedang Sewu, Pare, Kediri, yang terkenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Arab dan kitab kuning. Pengalaman belajar di berbagai pesantren ini memberikan bekal kuat bagi Gus Fahmi dalam pemahaman keislaman, kepemimpinan, serta pengabdiannya di masyarakat.[11]
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Timbul Prihanjoko |
Wakil Bupati Probolinggo 2025 — sekarang |
Petahana |