Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Eter minyak bumi

Eter minyak bumi adalah fraksi minyak bumi yang terdiri dari hidrokarbon alifatik dan mendidih dalam kisaran 35–60 °C, dan umumnya digunakan sebagai pelarut laboratorium. Meskipun namanya "eter minyak bumi", tetapi sebenarnya bukanlah eter.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Eter minyak bumi[1][2][3]
Nama
Nama lain
Benzina; Ligroin ringan; Minyak bumi ringan; "peter"; Eter petroleum; Petroleum eter
Penanda
Nomor CAS
  • 8032-32-4 checkY
  • 8030-30-6 checkY
ChemSpider
  • none
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • 5OQ4BMR99T checkY
  • O3L624621X checkY
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID5027699 Sunting di Wikidata
Sifat
Massa molar 82,2 g/mol
Penampilan Cairan yang mudah menguap, bening, tidak berwarna dan tidak berfluoresensi
Densitas 0,653 g/mL
Titik lebur < −73 °C (−99 °F; 200 K)
Titik didih 42–62 °C (108–144 °F; 315–335 K)
Kelarutan dalam air
tidak larut
Kelarutan dalam Etanol larut
Tekanan uap 31 kPa (20 °C)
Indeks bias (nD) 1,370
Viskositas 0,46 mPa·s
Bahaya
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakar GHS07: Tanda Seru GHS08: Bahaya Kesehatan GHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
Pernyataan bahaya GHS
H225, H304, H315, H336, H411
Langkah perlindungan GHS
P210, P243, P273, P301+P310, P301+P330+P331, P303+P361+P353, P403+P235
Titik nyala < 0 °C (32 °F; 273 K)
Suhu
swasulut
24.611 °C (44.332 °F; 24.884 K)
Ambang ledakan 1,4–5,9 %
Threshold limit value (TLV)
300 ppm (1370 mg/m3) 8 jam TWA (TWA)
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
LC50 (konsentrasi median)
3400 ppm (pada tikus, 4 jam)
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
100 ppm (400 mg/m3) 8 jam TWA
REL (yang direkomendasikan)
100 ppm (400 mg/m3) 10 jam TWA
IDLH (langsung berbahaya)
1000 ppm
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Ligroin, benzina minyak bumi, spiritus minyak bumi, pelarut Stoddard, nafta, spiritus putih
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi
Chemical compoundTemplat:SHORTDESC:Chemical compound

Eter minyak bumi (disebut juga dengan eter petroleum atau petroleum eter) adalah fraksi minyak bumi yang terdiri dari hidrokarbon alifatik dan mendidih dalam kisaran 35–60 °C, dan umumnya digunakan sebagai pelarut laboratorium.[4] Meskipun namanya "eter minyak bumi", tetapi sebenarnya bukanlah eter.

Properti

Botol liter

Petroleum eter sebagian besar terdiri dari hidrokarbon alifatik dan biasanya rendah aromatik. Eter ini umumnya dihidrodesulfurisasi dan dapat dihidrogenasi untuk mengurangi jumlah hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon tak jenuh lainnya.[5]

Standar

DIN 51630 memiliki titik didih awal di atas 25 °C, dan titik didih akhirnya hingga 80 °C.[5]

Keamanan

Kebakaran harus dipadamkan dengan busa, karbon dioksida, bahan kimia kering, atau karbon tetraklorida.[2]

Campuran nafta yang disuling pada titik didih yang lebih rendah memiliki keteruapan yang lebih tinggi, dan secara umum tingkat toksisitas yang lebih tinggi daripada fraksi titik didih yang lebih tinggi.[6]

Paparan berlebih akibat inhalasi terutama menyebabkan efek pada sistem saraf pusat (SSP) berupa sakit kepala, pusing, mual, kelelahan, dan gangguan koordinasi. Secara umum, toksisitas lebih terasa pada eter petroleum yang mengandung konsentrasi senyawa aromatik yang lebih tinggi. n-Heksana menyebabkan kerusakan akson pada saraf tepi.[3]

Kontak dengan kulit dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi.[3]

Sulingan yang berasal dari petroleum belum terbukti bersifat karsinogenik pada manusia.[6] Eter petroleum terdegradasi dengan cepat di tanah dan air.[3]

Referensi

  1. ↑ Dieter Stoye (2007), "Solvents", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry (Edisi 7th), Wiley, hlm. 41
  2. 1 2 N. Irving Sax, ed. (1957), "Petroleum Spirits", Dangerous Properties of Industrial Materials, Reinhold, hlm. 996–997
  3. 1 2 3 4 Patricia J Beattie (2005), "Petroleum Ether", Encyclopedia of Toxicology, vol. 3 (Edisi 2nd), Elsevier, hlm. 375–376
  4. ↑ David R. Lide, ed. (2010), CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 90th), CRC Press, hlm. 2–60
  5. 1 2 Alan Phenix (2007), "Generic Hydrocarbon Solvents: a Guide to Nomenclature" (PDF), WAAC Newsletter, 29 (2)
  6. 1 2 Stephen R Clough (2005), "Petroleum Distillates", Encyclopedia of Toxicology, vol. 3 (Edisi 2nd), Elsevier, hlm. 372–375

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Properti
  2. Standar
  3. Keamanan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Minyak

cairan organik yang tidak larut dengan air

Produk bahan bakar minyak Pertamina

artikel daftar Wikimedia

Bensin

jenis bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026