Ensemble adalah koalisi politik liberal di Prancis. Dibentuk pada November 2021 sebagai Ensemble Citoyens, termasuk La République En Marche! (LREM), Gerakan Demokratik (MoDem), Agir, Wilayah Kemajuan (TDP), Horizons, En commun, dan Federasi Progresif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ensemble ! | |
|---|---|
| Ketua umum | Richard Ferrand (LREM) |
| Sekretaris Jenderal | Stanislas Guerini (LREM) |
| Wakil Presiden | |
| Dibentuk | 29 November 2021 (2021-11-29) |
| Ideologi | Liberalisme[1] |
| Posisi politik | Tengah[1] ke kanan tengah[2] |
| Anggota | |
| Warna | |
| Senat | 46 / 348 |
| Majelis Nasional | 246 / 570 |
| Parlemen Eropa | 23 / 79 |
| Situs web | |
| ensemblecitoyens | |
Ensemble (terj. har. 'Bersama') adalah koalisi politik liberal di Prancis.[3] Dibentuk pada November 2021 sebagai Ensemble Citoyens,[4] termasuk La République En Marche! (LREM), Gerakan Demokratik (MoDem), Agir, Wilayah Kemajuan (TDP), Horizons, En commun, dan Federasi Progresif.

François Bayrou, pemimpin Gerakan Demokratik (MoDem) sebelumnya telah mengusulkan pembentukan koalisi yang akan mencakup partai-partai tengah dan kanan tengah. Pada November 2021, presiden Majelis Nasional, Richard Ferrand, menerima usulannya dan bersama-sama mereka membentuk Ensemble Citoyens. Selain Gerakan Demokratik dan La République En Marche!, Agir juga merupakan anggota pendirinya.[5][6][7] Pada bulan berikutnya, mereka bergabung dengan Partai Radikal, Horizons, Wilayah Kemajuan, dan En Commun.[8][9]
Sejak didirikan pada bulan November, koalisi telah dipimpin oleh Ferrand sebagai pemimpinnya, Bayrou dan Édouard Philippe sebagai wakil presiden, dan Stanislas Guerini sebagai sekretaris jenderal.[10][11] Jean Castex juga berafiliasi dengan koalisi tersebut.[12] Philippe menangguhkan partisipasinya dalam koalisi pada 14 Januari 2022, meskipun, empat hari kemudian ia mengumumkan bahwa partainya dimasukkan kembali ke dalam koalisi.[13][14] Pada bulan April, LREM mengumumkan bahwa mereka akan mengubah nama partainya menjadi "Renaissance", dan sebulan kemudian, nama koalisi disingkat menjadi hanya Ensemble.[15][16] Federasi Progresif bergabung dengan koalisi pada Mei 2022.[17]
La République En Marche! sempat memikirkan untuk membentuk koalisi serupa dengan beberapa partai berhaluan sama di Parlemen Eropa termasuk Ciudadanos di Spanyol, Partai Demokrat dari Italia dan beberapa partai liberal yang tidak tergabung dengan Partai Aliansi Liberal dan Demokrat untuk Eropa. Pieyre-Alexandre Anglade ditugaskan untuk menjalin kontak dengan mitra potensial Eropa.[18] Pada 9 September 2018, Guy Verhofstadt dari ALDE menyatakan bahwa LREM akan bermitra dengan mereka tetapi dinyangkal oleh Castaner.[19] Berita pada bulan Oktober melaporkan bahwa Macron dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte telah menyepakati pembentukan koalisi secara prinsip meskipun Anglade menekankan bahwa partai-partai ALDE hanya akan berfungsi sebagai fondasi, dengan partai-partai EPP di sayap kanan seperti Mimbar Kewarganegaraan di Polandia dan Demokrasi Baru di Yunani, serta partai-partai PES di sayap kiri, termasuk Partai Demokrat di Italia dan Partai Sosial Demokrat Austria, dipertimbangkan. Partai tersebut mempertimbangkan untuk merekrut anggota Parlemen Eropa (MEP) untuk membentuk sebuah kelompok setelah pemilu.[20]
| Partai | Singkatan | Ideologi | Posisi | Pemimpin | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| La République En Marche![a] | LREM | Liberalisme | Tengah | Stanislas Guerini | ||
| Gerakan Demokrat | MoDem | Liberalisme Demokrasi Kristen |
Tengah ke Kanan tengah | François Bayrou | ||
| Horizons | Horizons | Liberalisme | kanan tengah | Édouard Philippe | ||
| Agir | Agir | Liberalisme konservatif | kanan tengah | Franck Riester | ||
| Wilayah Kemajuan[b] | TDP | Liberalisme sosial Demokrasi sosial |
Tengah ke Kiri tengah | Olivier Dussopt | ||
| Partai Radikal | PRV | Liberalisme | Tengah | Laurent Hénart | ||
| En Commun | EC | Politik hijau | Kiri tengah | Philippe Hardouin | ||
| Federasi Progresif | FP | Demokrasi sosial | Kiri tengah | François Rebsamen | ||
Koalisi tersebut bertujuan untuk menyatukan mayoritas presiden Emmanuel Macron untuk mengajukan kandidat bersama mereka untuk pemilihan umum legislatif 2022.[5][7] Pada Mei 2022, Ferrand menunjukkan komitmen mereka untuk "mayoritas stabil di Majelis Nasional", sementara Philippe menetapkan bahwa program Ensemble "adalah program Macron". Bayrou mengindikasikan bahwa partai-partai akan membentuk kelompok parlementer bersama di Majelis Nasional.[21] Beberapa sumber media menganggapnya sebagai inkarnasi modern dari Union for French Democracy (UDF) karya Valéry Giscard d'Estaing, yang didirikan pada 1978.[22]
C'est sans aucun doute les élections législatives les plus indécises depuis l'instauration du quinquennat et l'inversion du calendrier électoral en 2002. Le premier tour de la présidentielle a révélé la présence de trois blocs dans le pays (un bloc macroniste de centre-droit, un bloc d'extrême-droite et un bloc de gauche).
The election 'confirms the fact that Ensemble (Macron's coalition) is now the centre-right,' says Mathieu Doiret of FRANCE 24's polling partners Ipsos, noting that the president's camp now draws most of its support from an elderly, centre-right constituency that previously voted for the mainstream conservative party, Les Républicains. Should Macron's coalition fail to win an outright majority, an alliance with the rump of the Républicains is the most likely outcome, Doiret added. 'We have a centre-right majority because elderly people hold the balance of power, because they vote twice as much as the young,' he said. 'That's why Angela Merkel stayed in power for so long in Germany and why Boris Johnson wins in the UK.'