Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Engklek

Engklek atau permainan jingkat-jingkat merupakan permainan anak-anak tradisional. Permainan engklek biasanya dimainkan dengan dua sampai lima orang peserta.

permainan tradisional
Diperbarui 3 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Engklek
Ilustrasi permainan tradisional Éngklék dalam lukisan Dolanan Éngklék (1998) oleh pelukis Indonesia Ahmad Su'udhi

Engklek[1] atau permainan jingkat-jingkat merupakan permainan anak-anak tradisional. Permainan engklek biasanya dimainkan dengan dua sampai lima orang peserta.

Sejarah

Permainan ini dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, baik di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Di setiap daerahnya dikenal dengan nama yang berbeda. Terdapat dugaan bahwa nama permainan ini berasal dari "zondag-maandag" yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada zaman kolonial.

Di Jawa, permainan ini disebut engklek dan biasanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Permainan yang serupa dengan peraturan berbeda di Britania Raya disebut dengan hopscotch. Permainan hopscotch tersebut diduga sangat tua dan dimulai dari zaman Kekaisaran Romawi.

Peristilahan

"Engklek" di berbagai tempat di Indonesia juga disebut sebagai marpicek (akb dan btm), engklek (Jv dan Bew), betengan (Bew), sandah atau sandah-mandah (Sd), dende, sunda mandah atau ciplak gunung.

Cara bermain

Contoh ilustrasi petak-petak pada engklek

Peserta permainan ini melompat menggunakan satu kaki disetiap petak-petak yang telah digambar sebelumnya di tanah.[2]

Untuk dapat bermain, setiap anak harus berbekal gacuk yang biasanya berupa sebentuk pecahan genting, yang juga disebut kreweng, yang dalam permainan, kreweng ini ditempatkan di salah satu petak yang tergambar di tanah dengan cara dilempar, petak yang ada gacuknya tidak boleh diinjak / ditempati oleh setiap pemain, jadi para pemain harus melompat ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.

Pemain yang telah menyelesaikan satu putaran terlebih dahulu, berhak memilih sebuah petak untuk dijadikan "sawah" mereka, yang artinya di petak tersebut pemain yang bersangkutan dapat menginjak petak itu dengan kedua kaki, sementara pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. Peserta yang memiliki kotak paling banyak adalah yang akan memenangkan permainan ini.

Referensi

  1. ↑ "Arti kata engklek". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 13 Oktober 2020.
  2. ↑ Nugraha, Jevi (21 April 2020). Nugraha, Jevi (ed.). "9 Jenis Permainan Tradisional Indonesia yang Perlu Dilestarikan". Merdeka.com. Diakses tanggal 3 Mei 2020.
  • l
  • b
  • s
Permainan tradisional Indonesia
Lomba tradisional
  • Balap bakiak
  • Balap karung
  • Lari kelereng
  • Makan kerupuk
  • Panjat pinang
  • Perang bantal
  • Sepeda lambat
  • Tarik tambang
Dengan alat
  • Adu Kerito Surong
  • Ali oma
  • Balap bakiak
  • Bekel
  • Buang jung (permainan)
  • Bosukan
  • Bengkek
  • Campak bunga
  • Congklak (varian Dakon, Gunung (permainan))
  • Egrang (varian Ingkau)
  • Engklek
  • Gasing (variasiː Begasingan)
  • Gatrik
  • Goncang kaleng
  • Kelereng
  • Layang-layang
  • Lempar kaleng
  • Mallogo
  • Patekong
  • Patok lele
  • Platok
  • Perang bantal
  • Rorodaan
  • Tapuk tanggui
  • Tapuk anak
  • Setatak
  • Serentam
  • Tuju lubang
Menggunakan bambu
  • Bambu Gila
  • Bedil buluh
  • Meriam bambu
  • Pletokan
Menggunakan bola
  • Sepak raga (varianː Aqraga)
Menggunakan kelapa/pinang
  • Arul (permainan)
  • Belogo
  • Daro
  • Gatok
  • Porok (permainan)
  • Tarek situek
Menggunakan batu
  • Caca Gulali
  • Famaikara
  • Ongklak-angklok
  • Sisik (permainan)
Menggunakan kartu
  • Ceki
  • Truf
Menggunakan tali
  • Lompat tali
  • Tarik tambang
  • Tali (permainan)
Tanpa alat
  • Ancak-Ancak Alis
  • Bancakan
  • Belanjakan
  • Bebilun
  • Benteng-bentengan
  • Celle (permainan)
  • Cing Ciripit
  • Cublak-cublak Suweng (varianː Pong alau-alau)
  • Dolip-dolipan
  • Hompimpa
  • Kucing dan tikus
  • Main hadang (varianː Adang-adangan, Gobak sodor, Margala)
  • Patung-patungan
  • Petak umpet (varianː Cari-carian)
  • Randai
  • Rimau
  • Sepangkal
  • Suit
  • Ular naga panjang
Lihat juga: Daftar permainan Indonesia (menurut provinsi)
Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Peristilahan
  3. Cara bermain
  4. Referensi

Artikel Terkait

Permainan

aktivitas bermain dengan peraturan tertentu

Daftar permainan Indonesia

Daftar permainan Indonesia ini memuat bermacam-macam permainan khas atau tradisional Indonesia yang disusun berdasarkan nama provinsi, di mana jenis permainan

Ceki

permainan kartu tradisional di Asia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026