Empress Chung adalah film fitur animasi Korea Utara-Korea Selatan produksi tahun 2005 yang disutradarai oleh Nelson Shin, berdasarkan skenario yang ditulis bersama antara Kim Jung-ha, Shin Jang-hyun, Yoo Kwang-hee, Kyong Seung-won, dan Kwon Young-sup, mengangkat dongeng rakyat tengant seorang anak perempuan yang berupaya memulihkan kebutaan mata ayahnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Empress Chung | |
|---|---|
Theatrical poster | |
| Nama lain | |
| Hangul | 왕후 심청code: ko is deprecated |
| Hanja | 王后 沈淸code: ko is deprecated |
| Alih Aksara yang Disempurnakan | Wanghu simcheong |
| McCune–Reischauer | Wanghu simch‘ŏng |
| Sutradara | Nelson Shin |
| Produser | Nelson Shin Yi Jin-eun Kang Min-woo |
| Skenario | Kim Jung-ha Shin Jang-hyun Yoo Kwang-hee Kyong Seung-won Kwon Young-sup |
| Cerita | Nelson Shin |
| Penata musik | Sung Dong-hwan |
| Penyunting | Nelson Shin |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | KOAA Films |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 93 minutes |
| Negara | North Korea South Korea |
| Bahasa | Korean |
| Anggaran | US$6.5 million[1] |
Empress Chung (Hangul: 왕후심청code: ko is deprecated ; Hanja: 王后沈淸code: ko is deprecated ; RR: Wanghu simcheong) adalah film fitur animasi Korea Utara-Korea Selatan produksi tahun 2005 yang disutradarai oleh Nelson Shin, berdasarkan skenario yang ditulis bersama antara Kim Jung-ha, Shin Jang-hyun, Yoo Kwang-hee, Kyong Seung-won, dan Kwon Young-sup, mengangkat dongeng rakyat tengant seorang anak perempuan yang berupaya memulihkan kebutaan mata ayahnya.
In this adventure, based on a famous Korean folk tale, a daughter sacrifices herself to restore her blind father's eyesight.
Sebagai proyek pribadi, Shin menghabiskan waktu selama delapan tahun, termasuk tiga setengah tahun praproduksi. Di Kora Utara, film ini diproduksi oleh Chosun April 26th Children Film Studio (dikenal dengan nama SEK), dan skor film juga direkam oleh Pyongyang Film and Broadcasting Orchestra. Untuk menyesuaikan pendengar di kedua negara, pengisian suara dilakukan melalui sulih suara di kedua Korea, terkait perbedaan dialek. Untuk rilis versi internasional, Korea Selatan menggunakan salah satu sulih suara.
Pada 12 Agustus 2005, Empress Chung menjadi film pertama yang dirilis secara serentak, baik di Korea Utara maupun Korea Selatan. Film ini diperkenalkan dalam perhelatan Annecy International Animation Festival 2004, dan memenangi beberapa penghargaan.
Setelah penutupan pemutaran, film dengan anggaran $6.5 juta, ini berhasil meraup laba kotor sebesar US $140,000 pada saat awal pekan.[1][2]