Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Emisi non-gas buang

Emisi non-gas buang merupakan partikel yang terlepas ke udara dari komponen kendaraan selain mesin, seperti keausan rem, ban, gesekan permukaan jalan, dan debu jalan yang terangkat kembali. Partikel-partikel tersebut sering kali mencemari udara dan menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia seperti asma, penyakit kardiovaskular, dan kematian dini. Meskipun emisi non-gas buang sama berbahayanya dengan emisi gas buang, tetapi keberadaannya jarang diperhatikan oleh berbagai ilmuwan dan pemerintah. Terdapat sebuah studi yang menyatakan bahwa partikel-partikel yang berasal dari emisi non-gas buang memiliki ukuran yang lebih besar daripada partikel yang berasal dari emisi gas buang.

Wikipedia article
Diperbarui 28 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Emisi non-gas buang
Warna air yang menghitam di salah satu taman di Queensland yang disebabkan karena hujan membawa partikel ban yang menempel di jalan ke saluran air.

Emisi non-gas buang merupakan partikel yang terlepas ke udara dari komponen kendaraan selain mesin, seperti keausan rem, ban, gesekan permukaan jalan, dan debu jalan yang terangkat kembali. Partikel-partikel tersebut sering kali mencemari udara dan menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia seperti asma, penyakit kardiovaskular, dan kematian dini.[1] Meskipun emisi non-gas buang sama berbahayanya dengan emisi gas buang, tetapi keberadaannya jarang diperhatikan oleh berbagai ilmuwan dan pemerintah.[2] Terdapat sebuah studi yang menyatakan bahwa partikel-partikel yang berasal dari emisi non-gas buang memiliki ukuran yang lebih besar daripada partikel yang berasal dari emisi gas buang.[3]

Sumber

Rem dan ban

Rem dan ban yang terbuat dari karet akan melepaskan partikel ketika keduanya aus atau bersentuhan dengan jalan. Dalam masalah rem, proses gesekan antara bantalan rem dan cakram atau tromol menyebabkan keausan pada kedua permukaan tersebut, sehingga menghasilkan partikel yang sebagian besar terlepas ke udara. Sedangkan ban, di saat benda tersebut bersentuhan dengan permukaan jalan, gesekan menyebabkan keausan pada ban, menghasilkan pelepasan partikel karet kecil dalam berbagai ukuran.[4]

Dampak kesehatan

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa efek nanopartikel, yang salah satu penyebabnya berasal dari emisi non-gas buang, memiliki dampak buruk terhadap otak dan proses kognitif melalui mekanisme pembuluh darah dan peradangan.[5] Bila partikel-partikel tersebut memasuki pembuluh darah, maka tubuh akan mendapatkan masalah kesehatan jangka panjang.[6] Dalam penelitian terbaru, keberadaan partikel polutan udara juga dapat memperburuk epidemi virus corona seperti sindrom pernapasan akut berat dan Covid-19.[7]

Penanggulangan

Sejumlah ilmuwan mengusulkan peraturan ban yang lebih ketat untuk mengurangi emisi non-gas buang. Menggunakan kendaraan yang lebih ringan dan mengurangi jarak tempuh kendaraan juga dapat menekan polusi ini.[8] Untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, berbagai langkah dapat diterapkan, seperti membuat transportasi umum dan moda non-bermotor (misalnya berjalan kaki dan bersepeda) lebih menarik. Langkah ini mencakup disinsentif seperti menambah biaya atau ketidaknyamanan penggunaan kendaraan pribadi, serta memberikan insentif untuk alternatif seperti transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda.[9]

Referensi

  1. ↑ EIT Urban Mobility (3 Juni 2025). "Mastering mobility with non-exhaust emissions". EIT Urban Mobility (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-28.
  2. ↑ Wei, Yingyue; Kumar, Prashant (2025-03). "Beyond the tailpipe: Review of non-exhaust airborne nanoparticles from road vehicles". Eco-Environment & Health. 4 (1): 100130. doi:10.1016/j.eehl.2024.11.003. ISSN 2772-9850. PMC 11872470. PMID 40027955.
  3. ↑ Wang, Xiaoliang; Gronstal, Steven; Lopez, Brenda; Jung, Heejung; Chen, L. -W. Antony; Wu, Guoyuan; Ho, Steven Sai Hang; Chow, Judith C.; Watson, John G. (2023-01-15). "Evidence of non-tailpipe emission contributions to PM2.5 and PM10 near southern California highways". Environmental Pollution. 317: 120691. doi:10.1016/j.envpol.2022.120691. ISSN 0269-7491.
  4. ↑ Air Quality Expert Group (2019). Non-Exhaust Emissions from Road Traffic (PDF). Department for Environment, Food and Rural Affairs; Scottish Government; Welsh Government; and Department of the Environment in Northern Ireland. hlm. 35–37. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Ognjen Bobicic, M Damjanović, David C. Finger, Radoje Vujadinovic, Boško Matović (Juni 2023). Impact of non-exhaust particle emissions from motor vehicles on human health. International Conference on Accomplishments in Mechanical and Industrial Engineering. Banja Luka: DEMI. Diakses tanggal 2025/09/28. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  6. ↑ Maillard, Julie. "News - Clearing the Air: Understanding and Tackling Non-Exhaust Emissions". www.fehrl.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
  7. ↑ OECD (2020). Non-exhaust Particulate Emissions from Road Transport: An Ignored Environmental Policy Challenge (PDF). Paris: OECD Publishing. hlm. 9. ISBN 978-92-64-88885-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Carrington, Damian; editor, Damian Carrington Environment (2022-06-03). "Car tyres produce vastly more particle pollution than exhausts, tests show". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-09-28.
  9. ↑ OECD (2020). Non-exhaust Particulate Emissions from Road Transport: An Ignored Environmental Policy Challenge (PDF). Paris: OECD Publishing. hlm. 128–135. ISBN 978-92-64-88885-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sumber
  2. Rem dan ban
  3. Dampak kesehatan
  4. Penanggulangan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Polusi udara

pencemaran atmosfer Bumi oleh partikulat, molekul biologis, dan materi berbahaya yang lain

Pencemaran

paparan sampah dan bahan-bahan pencemar yang merugikan alam

Polutan

senyawa atau sumber energi yang merusak lingkungan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026