Ekuinoks matahari, adalah momen ketika Matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa Bumi, artinya, muncul tepat di atas khatulistiwa, bukan di utara atau di selatan garis khatulistiwa. Pada hari di mana terjadi ekuinoks, Matahari tampak terbit "tepat dari arah timur" dan terbenam "tepat ke arah barat". Hal ini terjadi dua kali setiap tahun, tetapi tidak selalu tepat pada tanggalnya, yaitu sekitar tangal 20 Maret dan sekitar tanggal 23 September.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| peristiwa | ekuinoks | titik balik | ekuinoks | titik balik | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| bulan | Maret[3] | Juni[4] | September[5] | Desember[6] | ||||
| tahun | tanggal | waktu | tanggal | waktu | tanggal | waktu | tanggal | waktu |
| 2021 | 20 | 09:37 | 21 | 03:32 | 22 | 19:21 | 21 | 15:59 |
| 2022 | 20 | 15:33 | 21 | 09:14 | 23 | 01:04 | 21 | 21:48 |
| 2023 | 20 | 21:25 | 21 | 14:58 | 23 | 06:50 | 22 | 03:28 |
| 2024 | 20 | 03:07 | 20 | 20:51 | 22 | 12:44 | 21 | 09:20 |
| 2025 | 20 | 09:02 | 21 | 02:42 | 22 | 18:20 | 21 | 15:03 |
| 2026 | 20 | 14:46 | 21 | 08:25 | 23 | 00:06 | 21 | 20:50 |
| 2027 | 20 | 20:25 | 21 | 14:11 | 23 | 06:02 | 22 | 02:43 |
| 2028 | 20 | 02:17 | 20 | 20:02 | 22 | 11:45 | 21 | 08:20 |
| 2029 | 20 | 08:01 | 21 | 01:48 | 22 | 17:37 | 21 | 14:14 |
| 2030 | 20 | 13:51 | 21 | 07:31 | 22 | 23:27 | 21 | 20:09 |
| 2031 | 20 | 19:41 | 21 | 13:17 | 23 | 05:15 | 22 | 01:56 |

Ekuinoks matahari, adalah momen ketika Matahari melintas tepat di atas garis khatulistiwa Bumi, artinya, muncul tepat di atas khatulistiwa, bukan di utara atau di selatan garis khatulistiwa. Pada hari di mana terjadi ekuinoks, Matahari tampak terbit "tepat dari arah timur" dan terbenam "tepat ke arah barat". Hal ini terjadi dua kali setiap tahun, tetapi tidak selalu tepat pada tanggalnya, yaitu sekitar tangal 20 Maret dan sekitar tanggal 23 September.
Ekuinoks terjadi dua kali setahun (ekuinoks Maret dapat terjadi antara 19 hingga 21 Maret, sedangkan ekuinoks September dapat terjadi antara 21 hingga 24 September) ketika sumbu Bumi tidak terinklinasi terhadap Matahari, dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi. Istilah ekuinoks dapat pula digunakan untuk arti yang lebih luas, yaitu tanggal saat peristiwa semacam ini terjadi.
Nama "ekuinoks" berasal dari bahasa Latin aequus (yang berarti sama) dan nox (yang bermakna malam), karena selama ekuinoks, panjang siang dan malam sama.
Ekuinoks yang terjadi pada musim semi di suatu belahan Bumi disebut ekuinoks vernal, sedangkan ekuinoks pada musim gugur disebut ekuinoks autumnal.
Ekuinoks Maret[7][8] (atau ekuinoks utara) adalah sebuah ekuinoks yang terjadi di Bumi ketika titik subsolar terlihat meninggalkan Belahan Bumi selatan dan melintasi ekuator langit, menuju ke arah utara seperti yang terlihat dari Bumi. Ekuinoks Maret juga dikenal sebagai ekuinoks vernal (ekuinoks musim semi) di Belahan Bumi utara dan sebagai ekuinoks musim gugur di Belahan Bumi selatan.[7][8][9]
Dalam kalender Gregorian, ekuinoks Maret dapat terjadi paling cepat 19 Maret atau paling lambat 21 Maret pada garis bujur 0°. Untuk tahun biasa, selisih waktu yang dihitung adalah sekitar 5 jam 49 menit lebih lambat daripada tahun sebelumnya, dan selisih waktu untuk tahun kabisat adalah sekitar 18 jam 11 menit lebih cepat daripada tahun sebelumnya. Dengan menyeimbangkan kenaikan tahun biasa dengan penurunan tahun kabisat, dapat menjaga tanggal kalender ekuinoks Maret agar tidak menyimpang lebih dari satu hari dari tanggal 20 Maret setiap tahunnya.
Ekuinoks Maret dapat dipakai untuk menandai awal musim semi dan akhir musim dingin di Belahan Bumi utara, tetapi menandai awal musim gugur dan akhir musim panas di Belahan Bumi selatan.[10]
Dalam astronomi, ekuinoks Maret adalah titik nol dari waktu sideris dan asensio rekta.[11] Ekuinoks Maret juga digunakan sebagai referensi untuk beberapa kalender dan perayaan di banyak budaya dan agama.
Ekuinoks September (atau ekuinoks selatan) adalah momen ketika Matahari tampak melintasi ekuator langit, menuju ke arah selatan. Karena perbedaan antara tahun kalender dan tahun tropis, ekuinoks September dapat terjadi kapan saja dari tanggal 21 hingga 24 September.
Saat ekuinoks, Matahari jika dilihat dari ekuator akan terbit tepat ke arah timur dan terbenam tepat ke arah barat. Sebelum ekuinoks September, Matahari terbit dan terbenam lebih ke arah utara, dan setelah itu, terbit dan terbenam lebih ke arah selatan.
Ekuinoks September dapat dipakai untuk menandai akhir musim panas dan awal musim gugur (ekuinoks musim gugur) di Belahan Bumi Utara, sementara menandai akhir musim dingin dan awal musim semi (ekuinoks musim semi) di Belahan Bumi Selatan.[12]
Salah satu dampak dari periode ekuinoks adalah terganggunya sementara komunikasi satelit. Pada semua satelit geostasioner, terdapat beberapa hari di sekitar waktu ekuinoks ketika posisi Matahari berada tepat di belakang satelit jika dilihat dari Bumi (berada dalam lebar pancaran antena stasiun bumi) selama beberapa saat setiap hari. Kekuatan radiasi Matahari yang sangat tinggi dan spektrumnya yang luas menambah kebisingan pada sistem penerima di stasiun bumi, sehingga tergantung ukuran antena dan faktor lain dapat menyebabkan gangguan atau penurunan kualitas sinyal untuk sementara waktu. Lama gangguan ini bervariasi, umumnya berlangsung dari beberapa menit hingga sekitar satu jam. (Pada frekuensi tertentu, antena yang lebih besar memiliki sudut penerimaan lebih sempit sehingga waktu terjadinya “pemadaman matahari” menjadi lebih singkat).[13]
Satelit geostasioner juga mengalami tantangan dalam mempertahankan pasokan daya selama ekuinoks karena mereka melewati bayangan Bumi dan hanya bisa mengandalkan baterai. Biasanya, satelit bergerak sedikit ke utara atau selatan bayangan Bumi karena kemiringan sumbu Bumi yang tidak tegak lurus terhadap garis antara Bumi dan Matahari di luar waktu ekuinoks. Namun saat ekuinoks, karena satelit geostasioner berada tepat di atas Khatulistiwa, mereka masuk ke bayangan Bumi untuk durasi terlama dalam setahun.[14]
Ekuinoks dapat terjadi pada planet mana pun yang memiliki kemiringan sumbu rotasi. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah Saturnus, di mana saat ekuinoks terjadi, cincin-cincinnya tampak berada pada posisi tepi menghadap Matahari. Jika dilihat dari atas seperti dalam pengamatan pertama dari wahana antariksa Cassini pada tahun 2009 cincin tersebut hampir tidak mendapat cahaya Matahari; bahkan, cahayanya lebih banyak berasal dari pantulan cahaya Saturnus sendiri daripada dari Matahari. Peristiwa ini terjadi setiap rata-rata 14,7 tahun, dan efeknya dapat berlangsung beberapa minggu sebelum dan sesudah momen ekuinoks yang tepat. Ekuinoks Saturnus terbaru jatuh pada 6 Mei 2025. Ekuinoks Saturnus terbaru jatuh pada 6 Mei 2025.[15]
Untuk Mars, ekuinoks terbaru terjadi pada 12 Januari 2024 (menandai musim gugur di belahan utara), dan sebelumnya pada 26 Desember 2022 (menandai musim semi di belahan utara).[16]