Efesus 1 adalah bagian pertama dari Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Secara tradisional, surat ini diyakini ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada di penjara di Roma, tetapi belakangan ini, terdapat dugaan bahwa surat ini ditulis antara tahun 80 dan 100 M oleh penulis lain yang menggunakan nama dan gaya penulisan Paulus. Bab ini berisi salam pembuka, diikuti oleh bagian tentang "Berkat Allah" dan doa Paulus. Digubah oleh rasul Paulus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Efesus 1 | |
|---|---|
Potongan surat Efesus 1:11-13 pada Papirus 92, yang ditulis sekitar tahun 300 M. | |
| Kitab | Surat Efesus |
| Kategori | Surat-surat Paulus |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 10 |
Efesus 1 (disingkat Ef 1) adalah bagian pertama dari Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Secara tradisional, surat ini diyakini ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada di penjara di Roma (sekitar tahun 62 M), tetapi belakangan ini, terdapat dugaan bahwa surat ini ditulis antara tahun 80 dan 100 M oleh penulis lain yang menggunakan nama dan gaya penulisan Paulus.[3][4] Bab ini berisi salam pembuka, diikuti oleh bagian tentang "Berkat Allah" dan doa Paulus.[5] Digubah oleh rasul Paulus.[6]
Pembagian isi pasal:
Sebagai meterai, Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya sebagai tanda kepemilikan Allah. Dengan mencurahkan Roh Kudus, Allah memeteraikan orang percaya sebagai milik-Nya (lihat 2 Korintus 1:22). Demikianlah, orang percaya mempunyai bukti bahwa mereka adalah anak angkat Allah dan bahwa penebusan mereka itu nyata jikalau Roh Kudus ada dalam hidup mereka (Efesus 1:5). Orang percaya dapat mengetahui bahwa mereka sungguh-sungguh menjadi milik Allah apabila Roh Kudus mengubah dan memperbaharui mereka (Yohanes 1:12–13; 3:3–6), membebaskan mereka dari kuasa dosa (Roma 8:1–17; Galatia 5:16–25), memberikan kesadaran bahwa Allah adalah Bapa mereka (Efesus 1:5; Roma 8:15; Galatia 4:6) dan memenuhi mereka dengan kuasa untuk bersaksi bagi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8; 2:4).[8]
Roh Kudus dan tempat-Nya dalam penebusan orang percaya menjadi penekanan inti surat ini. Roh Kudus
Roh Kudus adalah "jaminan" (Efesus 1:14), yaitu cengkeram atau panjar dari warisan kita. Pada zaman ini Roh Kudus dianugerahkan kepada orang percaya sebagai persekot dari apa yang akan dimiliki oleh orang percaya sepenuhnya pada masa yang akan datang. Kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya menjadi jaminan dari bagian warisan mereka pada masa yang akan datang (bandingkan Roma 8:23; 2 Korintus 1:22; 2 Korintus 5:5).[8]