Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Anaphalis javanica

Anaphalis javanica, yang dikenal sebagai Edelweis jawa atau Bunga Senduro, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi di Indonesia yang saat ini dikategorikan sebagai tumbuhan langka. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia, walaupun pada umumnya tidak melebihi 1 meter.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Anaphalis javanica

Anaphalis javanica
Anaphalis javanica (Javanese Edelweiss), di kawasan "Taman Nasional Bromo Tengger Semeru" disebut "Bunga Senduro".
Status konservasi

Kritis  (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Anaphalis
Spesies:
A. javanica
Nama binomial
Anaphalis javanica
(Reinw. ex Blume) DC.

Anaphalis javanica, yang dikenal sebagai Edelweis jawa (Javanese edelweiss) atau Bunga Senduro, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi di Indonesia yang saat ini dikategorikan sebagai tumbuhan langka. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia, walaupun pada umumnya tidak melebihi 1 meter.

Edelweis berkembang biak dengan cara generatif. Dengan serbuk-serbuk bunga yang ringan, maka mudah terbawa oleh angin.

Bunga edelweis sering juga disebut sebagai Bunga Keabadian karena mampu tumbuh di tempat yang tandus dan bunganya tidak rontok karena pengaruh hormon tertentu. Adapun ciri-ciri dari edelweis adalah sebagai berikut:

  • Edelweis termasuk tumbuhan epifit sehingga batangnya tak membesar.
  • Batang tanaman pada edelweis sekaligus menjadi tangkai bunga.
  • Batang pada edelweis ini tertutupi kulit yang cenderung kasar dan bercelah.
  • Daun pada edelweis berbentuk linear dan lancip. Panjang daun ini berkisar 4 hingga 6 cm, dengan lebar berkisar 0,5 cm.
  • Daun pada edelweis mempunyai bulu bulu halus berwarna putih yang mirip dengan wol.
  • Pada masing-masing tangkai bunga, terdapat 5 hingga 6 kepala bunga edelweis berukuran sekitar 5 mm yang dikelilingi daun daun muda.
  • Kelopak bunga edelweis berwarna putih dengan tekstur yang lembut. Adapun bagian kepala bunga dari edelweis berwarna kuning.
  • Merupakan tumbuhan endemik yang hanya tumbuh di ketinggian 2000 hingga 3000 mdpl.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan, serta mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. Hal tersebut dikarenakan edelweis mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu, yang secara efektif memperluas jangkauan akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus,[1] menarik lebih dari 300 jenis serangga, seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah. Jika dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang burung tiung batu licik Myophonus glaucinus.

Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekadar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini telah dinyatakan punah.[2]

Tempat terbaik untuk melihat edelweis berada di Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "dlc.dlib.indiana.edu" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-08-07. Diakses tanggal 2009-03-04.

Pranala luar

  • (Indonesia) Satu artikel tentang A. javanica.
Pengidentifikasi takson
Anaphalis javanica
  • Wikidata: Q4184247
  • Wikispecies: Anaphalis javanica
  • CoL: 66KVM
  • GBIF: 3137058
  • iNaturalist: 348330
  • IPNI: 60455967-2
  • NCBI: 59420
  • Open Tree of Life: 442427
  • Plant List: gcc-112957
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:176423-1
  • WFO: wfo-0000013388
Gnaphalium javanicum
  • Wikidata: Q95925014
  • CoL: 3GKBF
  • IPNI: 209594-1
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:209594-1

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Gunung Wanggameti

gunung di Indonesia

Senduro

genus tumbuh-tumbuhan

Cagar Alam Gunung Papandayan

taman reservasi di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026