Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDjarum
Artikel Wikipedia

Djarum

PT Djarum adalah perusahaan konglomerat yang merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia yang berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah. PT Djarum membawahi banyak bisnis. Bisnis tersebut dikelola oleh keluarga Hartono, yang generasi pertamanya adalah Oei Wie Gwan. Di luar bisnis rokok kretek, Djarum Group juga memiliki unit bisnis lain seperti perbankan (BCA), elektronika (Polytron), perkebunan, permusikan, akomodasi, pusat perbelanjaan, ritel, lokapasar (Blibli), pariwisata (tiket.com), media komunikasi (Mola), makanan dan minuman. Baru-baru ini, Djarum juga mengakusisi saham Como 1907, Ranch Market, 5 Days Croissant, Bakmi GM, Rumah Sakit Hermina, dan SariWangi.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 22 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

<a href=\"./Wikipedia:Kebijakan_pelindungan#semi\" title=\"Artikel ini dilindungi semi.\" id=\"mwBQ\"><img alt=\"Halaman yang dilindungi semi\" resource=\"./Berkas:Semi-protection-shackle.svg\" src=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/20px-Semi-protection-shackle.svg.png\" decoding=\"async\" data-file-width=\"512\" data-file-height=\"512\" data-file-type=\"drawing\" height=\"20\" width=\"20\" srcset=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1b/Semi-protection-shackle.svg/40px-Semi-protection-shackle.svg.png 2x\" class=\"mw-file-element\" id=\"mwBg\"/></a></span>"}' id="mwBw"/>

PT Djarum
Jenis perusahaan
Tertutup[1]
Industri
  • Tembakau
  • Konglomerat
Didirikan21 April 1951; 75 tahun lalu (1951-04-21)
PendiriOei Wie Gwan
Kantor pusatKudus, Jawa Tengah, Indonesia
Tokoh kunci
Michael Bambang Hartono
Robert Budi Hartono
PemilikKeluarga Hartono
Karyawan
60.000 (2024)[2]
IndukDjarum Group (PT Dwimuria Investama Andalan)
Situs webwww.djarum.com

PT Djarum adalah perusahaan konglomerat yang merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia yang berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah. PT Djarum membawahi banyak bisnis. Bisnis tersebut dikelola oleh keluarga Hartono, yang generasi pertamanya adalah Oei Wie Gwan. Di luar bisnis rokok kretek, Djarum Group juga memiliki unit bisnis lain seperti perbankan (BCA), elektronika (Polytron), perkebunan (HPI AGRO), permusikan (lisensi dari 88rising), akomodasi (Padma Hotels and Resorts), pusat perbelanjaan (Grand Indonesia dan Margo City), ritel (Supra Boga Lestari), lokapasar (Blibli), pariwisata (tiket.com), media komunikasi (Mola), makanan dan minuman (Savoria, Global Dairi Alami, dan Sumber Kopi Prima). Baru-baru ini, Djarum juga mengakusisi saham Como 1907, Ranch Market, 5 Days Croissant, Bakmi GM, Rumah Sakit Hermina, dan SariWangi.

Sejarah

Pembelian saham N.V. Murup dan PT Djarum

Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan, seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia, membeli perusahaan rokok NV Murup yang hampir gulung tikar di Kudus, Jawa Tengah. Perusahaan tersebut memiliki merek Djarum Gramofon. Dia menyingkat merek tersebut menjadi Djarum.

Perusahaan ini hampir punah ketika kebakaran besar menghancurkan pabrik perusahaan pada tahun 1963, diikuti oleh kematian Oei Wie Gwan. Anaknya, Budi dan Bambang Hartono, akhirnya mengambil kesempatan untuk membangun perusahaan kembali.[3]

Awalnya, produk Djarum adalah rokok kretek lintingan tangan dan rokok kretek lintingan mesin. Kedua produk itu sangat populer dan diproduksi dalam jumlah besar. Rokok kretek lintingan tangan klasik terus dilakukan oleh Djarum menggunakan metode kuno yang dikerjakan secara manual oleh buruh terampil. Sementara rokok kretek lintingan mesin diperkenalkan pada awal tahun 1970, diproduksi secara otomatis menggunakan mesin berteknologi tinggi.[4]

Pada pertengahan tahun 1970-an, Djarum secara resmi mendirikan Research and Development Center untuk mengembangkan produk rokoknya. Di tengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, pada tahun 1972 Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, yaitu ke China, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat. Produk yang sukses di pasar internasional adalah Djarum Super yang dipasarkan pada tahun 1981, dan diikuti dengan produk Djarum Special yang diperkenalkan pada tahun 1983 di Amerika Serikat.[5]

Saat ini, Budi dan Michael Hartono adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia menurut Forbes.[6]

Produk

Informasi lebih lanjut: Daftar produk rokok dari Djarum

Bisnis di luar rokok

Maksudnya, pasar rokok, kan, ya, seperti itu saja. Tetap tumbuh, tapi cukai selalu naik, sementara aturannya sangat ketat.

Victor R. Hartono, COO Djarum, wawancara dengan Kompas.com[7]

Setelah krisis finansial Asia tahun 1997, perusahaan ini menjadi bagian dari konsorsium yang membeli Bank Central Asia (BCA) dari BPPN.[8] BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dan sebelumnya merupakan bagian dari Grup Salim. Saat ini saham mayoritas bank (51%) dikendalikan oleh Djarum.

Pada tahun 2004 Djarum Group mengakuisisi kontrak BOT selama 30 tahun dari pemerintah untuk mengembangkan dan merenovasi Hotel Indonesia di Jakarta di bawah proyek superblok Grand Indonesia.[9]

Di luar bisnis rokok, keluarga Hartono juga memiliki bisnis lain. Pertama, perkebunan dan hutan tanaman industri di bawah PT Hartono Plantation Indonesia. Perusahaan ini membuka lahan seluas 30.000 hektare kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat, yang ke depannya akan bertambah menjadi 50.000 hektare. Hutan tanaman industri kayu berada di Kalimantan Timur seluas 20.000 hektare. Kedua, perdagangan elektronik dengan brand Blibli.com dan agen perjalanan, Tiket.com. Ketiga, perusahaan elektronik PT Hartono Istana Teknologi dengan mengusung brand Polytron. Perusahaan ini memproduksi alat elektronik konsumen seperti televisi, kulkas, AC, dan telepon seluler.[7]

Olahraga

PB Djarum didirikan pada tahun 1974 oleh CEO perusahaan Budi Hartono. Pemainnya seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma telah memenangkan berbagai kejuaraan untuk Indonesia.[10][11]

Michael Hartono turut serta menjadi atlet bridge pada Pesta Olahraga Asia 2018, sebagai peserta tertua di ajang olahraga tersebut dalam usia 78 tahun.[12]

Djarum juga memiliki klub sepak bola Italia Como 1907.

Referensi

  1. ↑ "Djarum Pt – Company Profile and News". Bloomberg News. Bloomberg L.P. Diakses tanggal 6 September 2024.
  2. ↑ "Budi Hartono". Bloomberg Billionares Index. Bloomberg L.P. 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 25 August 2024. Diakses tanggal 6 September 2024.
  3. ↑ Dunia Djarum[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Kretek, Hanusz, Mark. 2003. Equinox Publishing, Singapura. Halaman 136
  5. ↑ "Djarum Website: Djarum Special". www.djarum.com. Diakses tanggal 2016-08-01.[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ http://www.forbes.com/indonesia-billionaires/
  7. 1 2 Djumena, Erlangga (ed.). "Ini Bisnis Sampingan Grup Djarum di Luar Rokok". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-07-15.
  8. ↑ "Grup Djarum di Indonesia membeli BCA saham senilai $ 382 juta" Diarsipkan 2015-01-21 di Wayback Machine. - sumber: Reuters, 20 Desember 2010
  9. ↑ Budi dan Bambang Hartono diversifikasi kegiatan perusahaan di luar industri rokok.
  10. ↑ "PB DJARUM -SEJARAH". pbdjarum.org. Diakses tanggal 2021-05-20.
  11. ↑ AM, Mansur. "Lowongan Kerja PT Djarum Cari Banyak Karyawan Mulai D3 Hingga S1 Semua Jurusan, Cek Info Resmi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-05-20.
  12. ↑ Indonesia, Serambi. "Bambang Hartono, Atlet Peraih Perunggu di Balik Konglomerasi Djarum dan BCA". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-15.

Pranala luar

  • Situs web resmi
  • Situs BlackXperience
  • l
  • b
  • s
Djarum Group
  • Savoria
  • BCA Group
  • Polytron Group
    • Mola
    • MOS Network/CTV
  • GVM Networks
  • GDP Venture
  • Blibli
    • Tiket.com
    • Supra Boga Lestari
  • Sarana Menara Nusantara
  • Djarum Foundation
    • PB Djarum
    • Galeri Indonesia Kaya
    • Taman Indonesia Kaya
  • Padma Hotels
  • Gelanggang Olahraga Djarum
  • Grand Indonesia
  • Margocity
  • l
  • b
  • s
Rokok dan zat adiktif berbahan dasar tembakau lainnya
Jenis
  • Cerutu
  • Elektronik
  • Jontal
  • Kawung
  • Klobot
  • Klembak
  • Kretek
  • Putihtar
  • Sigaret
Pabrik
  • Bentoel Group (British American Tobacco)
  • Djarum
  • Gudang Garam
  • Indonesian Tobacco
  • JTI Indonesia (JTI)
  • KT&G TSPM (KT&G)
  • Nojorono
  • Putera Jaya Sakti Perkasa
  • Sampoerna (Philip Morris International)
  • STTC
  • Sukun
  • Wismilak
Keselamatan dan bahaya
  • Bahaya
  • Cukai hasil tembakau
  • FCTC
  • Hari Tanpa Tembakau Sedunia
  • Iklan
  • Kendaraan pribadi
  • Larangan dan kawasan tanpa rokok
  • Penghentian
  • Peringatan
  • Perokok pasif
  • Penerbangan
  • Usia
  • Zat berbahaya
    • Nikotina
    • Tar
Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pembelian saham N.V. Murup dan PT Djarum
  3. Produk
  4. Bisnis di luar rokok
  5. Olahraga
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Fore Kopi Indonesia

jaringan kedai kopi Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026