Michael Bambang Hartono adalah seorang pewaris kekayaan dan pengusaha Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membahas seorang tokoh yang baru saja meninggal. Beberapa informasi, terutama seputar sebab kematian dan pemakamannya, dapat berubah sewaktu-waktu. |
| Michael Bambang Hartono | |
|---|---|
| Lahir | (1939-10-02)2 Oktober 1939 Kudus, Keresidenan Semarang, Hindia Belanda |
| Meninggal | 19 Maret 2026(2026-03-19) (umur 86) Singapura |
| Nama lain | Oei Hwie Siang |
| Almamater | Universitas Diponegoro |
| Pekerjaan | Salah satu pemilik Djarum, BCA dan Como 1907 |
| Dikenal atas | Pemilik BCA Pendiri Polytron |
| Kekayaan bersih | US$ 23,6 miliar ( |
| Suami/istri | Ikawati Budiarto |
| Anak | 4 |
| Orang tua | Oei Wie Gwan dan Goei Tjoe Nio[2] |
| Kerabat | Robert Budi Hartono (adik) |
| Michael Bambang Hartono | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 黃惠祥code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 黄惠祥code: zh is deprecated | ||||||
| |||||||
Michael Bambang Hartono (2 Oktober 1939 – 19 Maret 2026) adalah seorang pewaris kekayaan dan pengusaha Indonesia.
Bambang dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis. Bambang sekeluarga menganut agama Katolik.[3]
Bambang dan Budi mengembangkan Djarum sampai ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.[butuh rujukan]
Pada 2022, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono dan Bambang Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$ 47,7 miliar.[4] Bambang sendiri menduduki peringkat ke-69 dunia dengan total kekayaan US$ 22,3 miliar.[5]
Selain industri rokok, saat ini Bambang dan Budi merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik Polytron.
Bambang mengikuti Asian Games 2018 untuk mewakili kontingen Indonesia dalam cabang olahraga bridge.[6] Ia meraih medali perunggu, serta mendapat bonus atlet yang kemudian ia sumbangkan seluruhnya kepada federasi.[7]
Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.[8][9][10] Jenazahnya kemudian dikebumikan di makam keluarga Djarum di Dukuh Nggodo, Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada 25 Maret 2026.[11]