Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDua Mei 1808
Artikel Wikipedia

Dua Mei 1808

Dua Mei 1808, juga dikenal dengan nama Penyerbuan Mameluk adalah lukisan karya Francisco Goya yang melengkapi lukisan Tiga Mei 1808. Lukisan ini berlatar di Calle de Alcalá di dekat Puerta del Sol, Madrid, selama peristiwa Pemberontakan Dos de Mayo. Lukisan ini menggambarkan pemberontakan rakyat Madrid melawan pasukan pendudukan Prancis yang kemudian memicu Perang Kemerdekaan Spanyol.

Wikipedia article
Diperbarui 8 Juli 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dua Mei 1808
Dua Mei 1808 (Penyerbuan Mameluk)
SenimanFrancisco Goya
Tahun1814
MediumMinyak di kanvas
Ukuran266 cm × 345 cm (105 in × 136 in)
LokasiMuseo del Prado, Madrid

Dua Mei 1808, juga dikenal dengan nama Penyerbuan Mameluk (bahasa Spanyol: El 2 de mayo de 1808 en Madrid, La lucha con los mamelucos atau La carga de los mamelucos[1]) adalah lukisan karya Francisco Goya yang melengkapi lukisan Tiga Mei 1808. Lukisan ini berlatar di Calle de Alcalá di dekat Puerta del Sol, Madrid, selama peristiwa Pemberontakan Dos de Mayo. Lukisan ini menggambarkan pemberontakan rakyat Madrid melawan pasukan pendudukan Prancis yang kemudian memicu Perang Kemerdekaan Spanyol.

Lukisan Dua Mei 1808 dan Tiga Mei 1808 diselesaikan dalam waktu dua bulan pada tahun 1814. Saat ini kedua lukisan ini dipamerkan di Museo del Prado di Madrid.

Catatan kaki

  1. ↑ (Spanyol) Galeri Daring Museum Prado. Diakses 7 Juni 2013.


Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Penculikan aktivis 1997–1998

peristiwa penghilangan di Indonesia

Al pueblo del dos de mayo de 1808

Monumen al pueblo del dos de mayo de 1808, atau tejemahan kasarnya monumen untuk rakyat 1808 adalah sekumpulan karya seni publik di Madrid. Karya-karya

Herman Willem Daendels

politikus Belanda

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026