Droperidol adalah semacam obat penenang yang berasal dari obat butirofenona. Droperidol disebut juga dehidrobenzpiridol (DBP). Droperidol merupakan derivat dengan khasiat analgesik kuat. Droperidol digunakan sebagai antipsikotikum pada keadaan gelisah akut, sebagai premedikasi pada induksi anestesi dan sebagai adjuvans pada pada nyeri serangan jantung bersama zat narkotik fentanyl. Obat droperidol dalam bentuk suntikan diberikan kepada seorang penderita untuk memperopleh suatu keadaaan anestesi yang disebut neurolepsi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Intravena, intramuskular |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Data farmakokinetika | |
| Metabolisme | Hati |
| Waktu paruh eliminasi | 2,3 jam |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| UNII | |
| KEGG | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.008.144 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C22H22FN3O2 |
| Massa molar | 379.428 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
Droperidol adalah semacam obat penenang yang berasal dari obat butirofenona.[1] Droperidol disebut juga dehidrobenzpiridol (DBP).[1] Droperidol merupakan derivat dengan khasiat analgesik kuat.[2] Droperidol digunakan sebagai antipsikotikum pada keadaan gelisah akut, sebagai premedikasi pada induksi anestesi dan sebagai adjuvans pada pada nyeri serangan jantung bersama zat narkotik fentanyl.[2] Obat droperidol dalam bentuk suntikan diberikan kepada seorang penderita untuk memperopleh suatu keadaaan anestesi yang disebut neurolepsi.[1]
Droperidol merupakan salah satu premedikasi anestesi yang dapat mengurangi mual dan muntah pasca operasi pada pasien.[3] Keadaan mual dan muntah pasca operasi ini dikenal sebagai PONV (bahasa Inggris: Post Operative Nausea and Vomiting).[3] Selain droperidol, ondansetron juga memilki khasiat yang sama dalam keadaan PONV, yaitu sebagai pengurang rasa mual dan muntah.[3]
Dosis penggunaan droperidol adalah: