Dossibai Rustomji Cowasji Patell, yang kemudian dikenal dengan nama Dossibai Jehangir Ratenshaw Dadabhoy adalah seorang spesialis obstetri dan ginekologi, pengajar, dan aktivis yang sepanjang hidupnya juga merupakan advokat kesehatan ibu dan bayi. Pada tahun 1910, Dossibai Patell menjadi perempuan pertama yang termasuk sebagai anggota Royal College of Surgeons of England, dan dua tahun kemudian, ia menyelesaikan studi kedokterannya di London School of Tropical Medicine, yang menjadikannya sebagai perempuan India pertama yang berhasil melakukan hal tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Dossibai Rustomji Cowasji Patell | |
|---|---|
![]() Dossibai Patell, ca 1912 | |
| Lahir | Dossibai Rustomji Cowasji Patell (1881-10-16)16 Oktober 1881 Fort, Bombay, India |
| Meninggal | 4 Februari 1960(1960-02-04) (umur 78) Bombay, India |
| Tempat tinggal | Bombay (sekarang Mumbai, India |
| Kewarganegaraan | warga negara India |
| Almamater | Grant Medical College, Bombay, India London Royal Free Hospital, London, Inggris Raya |
| Dikenal atas | Anggota perempuan pertama Royal College of Surgeons of England
Presiden pertama Association of Medical Women di India Presiden perempuan pertama Bombay (Mumbai) Obstetric and Gynaecological Society |
| Penghargaan | Most Excellent Order of the British Empire Honorary Obstetrician dan Honorary Surgeon di Cama and Albless Hospital |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | kedokteran, obstetri, ginekologi |
| Institusi | Parsi Lying-in Hospital, Mumbai, India
Seth Gordhandas Sunderdas Medical College, Mumbai, India King Edward Memorial Hospital, Mumbai, India Cama and Albless Hospital, Mumbai, India |
Dossibai Rustomji Cowasji Patell (16 Oktober 1881 – 4 Februari 1960), yang kemudian dikenal dengan nama Dossibai Jehangir Ratenshaw Dadabhoy adalah seorang spesialis obstetri dan ginekologi, pengajar, dan aktivis yang sepanjang hidupnya juga merupakan advokat kesehatan ibu dan bayi.[1] Pada tahun 1910, Dossibai Patell menjadi perempuan pertama yang termasuk sebagai anggota Royal College of Surgeons of England (RCS England), dan dua tahun kemudian, ia menyelesaikan studi kedokterannya di London School of Tropical Medicine, yang menjadikannya sebagai perempuan India pertama yang berhasil melakukan hal tersebut.[2]
Dossibai Patell lahir dalam keluarga Farsi berada di Bombay (saat ini Mumbai). Ia berhasil menyelesaikan pendidikan medis pada 1903 di Grant Medical College, sehingga memperoleh gelar Sarjana Kedokteran dan Bedah. Pada masa tersebut, merupakan suatu praktik yang umum untuk wanita Farsi melahirkan di rumah, yang seringkali dalam kondisi yang tidak higienis. Hal tersebut yang pada umumnya menjadi pemicu tingginya angka kejadian infeksi pascapersalinan dan tingginya angka kematian ibu melahirkan yang diakibatkan oleh sepsis. Pengalaman awal Patell di Parsi Lying-in Hospital, yang juga merupakan rumah sakit bersalin pertama di Bombay, membuka jalan bagi kariernya di masa depan dalam bidang perawatan kesehatan ibu dan bayi.[2]
Diawali dengan mengambil pelatihan medis di Bombay, Patell menjadi asisten salah satu penemu rumah sakit bersalin pertama di Bombay, yaitu Sir Temulji Nariman. Setelah berhasil meyakinkan orang tuanya untuk melanjutkan studi di luar negeri, Patell pindah ke Britania Raya, yang mana menjadi tempatnya belajar selama empat tahun di Royal Free Hospital atau dikenal juga sebagai London School of Medicine for Women.[3]
Dalam periode tersebut, Patell berhasil mendapat lisensi dari Royal College of Physicians, yaitu lembaga profesional yang didedikasikan untuk meningkatkan praktik kedokteran dan memberikan akreditasi kepada dokter melalui ujian[3][4], serta mendapat keanggotaan Royal College of Surgeons, yaitu lembaga profesional yang secara khusus bergerak untuk meningkatkan standar praktik bedah.[3][5] Patell merupakan wanita pertama yang menjadi anggota Royal College of Surgeons pada tahun 1910, menjadi pembuka untuk kemudian rekan wanita sejawatnya untuk bisa menjadi anggota lembaga tersebut.[2]
Keanggotaan Patell dalam Royal College of Surgeons merupakan sebuah terobosan mengingat beberapa dekade sebelumnya perempuan masih dinilai tidak memenuhi syarat untuk menjadi dokter, bahkan untuk diterima di sekolah kedokteran. Sebelum adanya Medical Act of 1876 (bahasa Indonesia: Undang-Undang Kedokteran 1876), sekolah kedokteran di Inggris Raya menolak untuk menerima perempuan dan memberi lisensi atau pengakuan keahlian medis bagi perempuan.[6]

Sebagai contoh, pada tahun 1861, Elizabeth Garrett Anderson merupakan salah seorang perempuan yang mendaftar ke sekolah maupun perguruan tinggi kedokteran, termasuk di antaranya Royal College of Surgeons, yang kemudian mendapatkan penolakan dan pengalihan untuk mendaftar sekolah kebidanan. Alasan penolakan tersebut diterangkan bahwa terdapat keraguan yang signifikan mengenai hak perempuan untuk mengikuti ujian kedokteran. Ia kembali untuk ketiga kalinya pada tahun 1895 agar dapat mengikuti ujian masuk Royal College of Surgeons, yang mana disetujui oleh dewan komite penerimaan tetapi tetap mendapat penolakan dari anggota Royal College of Surgeons itu sendiri. Meskipun begitu, ia tidak menyerah dan kembali pada tahun 1906 untuk menyampaikan petisi yang ditandatangani oleh staf London School of Medicine for Women, Royal Free Hospital, juga 39 orang pendukung lainnya. Baru ketika dua tahun kemudian, Royal College of Surgeons mengadakan pemungutan suara untuk anggota lembaga dan rekan sejawat memutuskan aturan penerimaan perempuan. Meskipun mayoritas memilih menolak menerima perempuan, dewan komite memutuskan bahwa hasil pemungutan suara tersebut tidak serta-merta dapat menghentikan perempuan untuk bisa mengikuti ujian masuk sekolah spesialis bedah tersebut.[6]
Pada tahun 1912, setelah kelulusannya, ia kembali ke India dengan nama dr. Dossibai Dadabhoy. Karier medisnya bergerak di bidang obstetri dan ginekologi, dengan peminatan khusus terhadap keganasan ginekologi (bahasa Inggris: gynaecological malignancies).[3]