Dominic Aloysius Vendargon adalah seorang imam Ceylon Tamil dan Uskup Agung Kuala Lumpur Katolik Roma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dominic Vendargon Galat Lua: expandTemplate: template "post-nominals/MYS" does not exist. | |
|---|---|
| Uskup Agung Kuala Lumpur | |
| Gereja | Gereja Katolik Roma |
Keuskupan agung | Kuala Lumpur |
Awal masa jabatan | 18 Desember 1972 |
Masa jabatan berakhir | 2 Juli 1983 |
| Penerus | Anthony Soter Fernandez |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 8 Desember 1934 |
Tahbisan uskup | 21 Agustus 1955 oleh Michel Olçomendy, Louis-August Chorin dan Charles Joseph van Melckebeke |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1909-08-29)29 Agustus 1909 Naranthanai, Ceylon |
| Meninggal | 3 Agustus 2005(2005-08-03) (umur 95) Kuala Lumpur, Malaysia |
| Makam | Katedral Santo Yohanes, Kuala Lumpur |
| Almamater | Seminari Santo Fransiskus Xaverius College General |
Dominic Aloysius Vendargon (29 Agustus 1909 – 3 Agustus 2005) adalah seorang imam Ceylon Tamil dan Uskup Agung Kuala Lumpur Katolik Roma.
Vendargon lahir pada 29 Agustus 1909 di Naranthanai, Ceylon utara.[1][2] Vendargon dan ibunya pindah ke Malaya, tempat ayahnya bekerja sebagai surveyor, pada 1910.[1] Pada Perang Dunia I, Vendargon, para saudaranya dan ibunya pulang ke Ceylon.[1] Setelah perang, keluarganya kembali bergabung dengan ayah Vendargon di Seremban pada 1919.[1] Keluarganya pindah ke Malaka pada 1923.[1]
Vendargon dididik di St Patrick's College, Jaffna, St Paul's, Seremban, dan St Francis' Institution, Malaka.[1]
Meskipun ayahnya ingin Vendargon menjadi dokter, Vendargon masuk ke Seminari Santo Fransiskus Xaverius di Singapura pada 1925 sebelum pindah ke College General di Penang pada 1927.[1]
Vendargon ditahbiskan menjadi imam pada 8 Desember 1934.[1][2] Sebagai vikaris untuk orang india di Negri Sembilan, ia mengurusi pelayanan pastoral umat Katolik yang bekerja di penanamen karet.[1][3] Ia pindah ke Sungai Petani di Kedah pada 1941.[1][3] Setelah invasi Malaya oleh Jepang, seluruh buku dan catatan Vendargon dihancurkan oleh pasukan Jepang.[1] ia menjalani masa pendudukan Jepang dengan melayani keluarga-keluarga di Kedah, Perlis, Kelantan dan Trengganu.[1][3]
Setelah perang, Vendargon mulai mengajar di College General pada 1948 sebelum menjadi vikaris untuk orang India di Johor Bahru dan Pangkalan Laut Singapura pada 1949.[1][3] Ia pindah ke Teluk Anson pada 1950 sebelum menjadi vikaris Gereja Santo Antonius, Kuala Lumpur pada 1951, sebuah jabatan yang diemban olehnya sampai 1955.[1][3]
Vendargon diangkat menjadi Uskup Kuala Lumpur pada 25 Februari 1955.[1][2] Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 21 Agustus 1955.[2] Ia menjadi Uskup Agung Kuala Lumpur pertama pada 18 Desember 1972.[1][2] Ia pensiun pada 2 Juli 1983.[2][3]
Vendargon wafat pada 3 Agustus 2005 di sebuah panti jompo di Cheras, Kuala Lumpur yang dijalankan oleh Kesusteran Kecil Kaum Papa.[3][4] Ia dikebumikan di Katedral Santo Yohanes, Kuala Lumpur.[3] Yayasan Tan Sri Dominic Vendargon mengambil nama dari Vendargon.[5]