Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKatedral Kuala Lumpur
Artikel Wikipedia

Katedral Kuala Lumpur

Katedral Kuala Lumpur yang bernama resmi Katedral Santo Yohanes Penginjil adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di kota Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Katedral ini menjadi gereja induk bagi Keuskupan Agung Kuala Lumpur dan tempat kedudukan atau takhta Uskup Agung Kuala Lumpur, yang saat ini dijabat oleh Yang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim.

gereja di Malaysia
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Katedral Kuala Lumpur
Katedral Kuala Lumpur
Katedral Santo Yohanes Penginjil
bahasa Melayu: Katedral St John Penginjilcode: ms is deprecated
Hanzi: 圣若望主教座堂
Katedral Kuala Lumpur pada Juli 2025
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 3°8′59.39″N 101°41′57.73″E / 3.1498306°N 101.6993694°E / 3.1498306; 101.6993694Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 3°8′59.39″N 101°41′57.73″E / 3.1498306°N 101.6993694°E / 3.1498306; 101.6993694Lihat peta diperkecil
Informasi umum
Lokasi5 Jalan Bukit Nanas
Kuala Lumpur
NegaraMalaysia
DenominasiGereja Katolik Roma
Arsitektur
StatusKatedral, gereja paroki
Status fungsionalAktif
GayaSpanyol-Yunani[1]
Selesai1883 (bangunan asli)[1]
1955 (renovasi)[2]
Spesifikasi
Jumlah menara2
Administrasi
ParokiKatedral
DekenatKuala Lumpur Tengah
Keuskupan AgungKuala Lumpur
ProvinsiKuala Lumpur
Klerus
Uskup AgungYang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim
Jumlah imamRomo Gerard Theraviam
Imam rekanRomo Robert Kham

Katedral Kuala Lumpur yang bernama resmi Katedral Santo Yohanes Penginjil (bahasa Melayu: Katedral St John Penginjilcode: ms is deprecated ) adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di kota Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Katedral ini menjadi gereja induk bagi Keuskupan Agung Kuala Lumpur dan tempat kedudukan atau takhta Uskup Agung Kuala Lumpur, yang saat ini dijabat oleh Yang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim.

Sejarah

Gereja pertama di lokasi terdekat didirikan pada tahun 1883, dan terdiri dari aula kayu panjang dengan beberapa jendela yang dibangun di kawasan hutan Bukit Nanas,[3] dan didedikasikan untuk Santo Yohanes Penginjil. katedral ini kemudian dibangun kembali dengan dinding bata dan beratap genteng, dan hari ini digunakan sebagai "Pusat Pelayanan Masyarakat". Bangunan saat ini dibangun pada tahun 1954 dan selesai pada tahun 1955 dan ditahbiskan pada tahun 1962, ketika itu juga dinaikkan statusnya menjadi katedral.[3] Bangunan ini terkenal dengan eksterior bercat putih dan menara kembar di barat depan. Itu juga termasuk jendela kaca patri dari Paris, yang menggambarkan pemandangan dari Injil.

Paroki ini telah berkembang jauh sejak awal, dari menjadi paroki ekspatriat dan Eurasia, dan sekarang menjadi paroki 'kosmopolitan' yang berkembang pesat. Terletak di jantung Kuala Lumpur, katedral ini juga menarik banyak pengunjung dan diplomat asing, selain umat paroki biasa, ke Misa hari Minggunya.[3]

  • Prasasti Peringatan Uskup Agung Kedua Kuala Lumpur, yang juga Kardinal Pertama Malaysia, Yang Utama Mgr. Anthony Kardinal Soter Fernandez
    Prasasti Peringatan Uskup Agung Kedua Kuala Lumpur, yang juga Kardinal Pertama Malaysia, Yang Utama Mgr. Anthony Kardinal Soter Fernandez
  • Prasasti Peringatan Uskup Agung Pertama Kuala Lumpur, Yang Mulia Mgr. Dominic Vendargon
    Prasasti Peringatan Uskup Agung Pertama Kuala Lumpur, Yang Mulia Mgr. Dominic Vendargon

Lokasi

Katedral Kuala Lumpur, dilihat dari jalanan utama

Katedral Santo Yohanes terletak di sebelah St. John's Institution, yang terkenal dengan arsitektur Yunani-Spanyolnya. Sekolah ini mendapatkan namanya dari St John Baptist De La Salle dan didirikan oleh Lasallian Bruder.

Karena lokasinya yang menanjak Bukit Nanas, Katedral juga menjadi dekat dengan Biara Bukit Nanas, Hutan Lindung Bukit Nanas dan Menara Kuala Lumpur.

Arsitektur

Eksterior

Eksterior dilihat dari gerbang utama

Katedral Kuala Lumpur dibangun dengan gaya arsitektur Yunani-Spanyol. Pada tampilan luar, dapat terlihat jelas dua buah menara gereja melambung tinggi dengan salib di bagian pucuknya. Adapun denah katedral ini berbentuk salib Latin.

Pada bagian atas fasad katedral, terdapat tulisan St. John's Cathedral (bahasa Indonesia: Katedral Santo Yohanes) dan sebuah salib di atasnya. Total terdapat tiga buah salib yang dapat diperhatikan pada fasad Katedral Kuala Lumpur. Di bawah tulisan tersebut, terdapat ukiran jendela mawar yang besar di atas pintu masuk.

  • Fasad Utama
    Fasad Utama
  • Fasad Barat
    Fasad Barat
  • Fasad Timur
    Fasad Timur

Dinding Katedral Kuala Lumpur dicat dengan warna kuning-krem cerah dengan aksen putih. Pintu-pintu dan jendela utamanya dicat berwarna hijau muda dengan aksen Spanyol yang tegas, terutama terlihat pada bagian samping katedral.

  • Fasad Timur dengan menara
    Fasad Timur dengan menara
  • Detail salah satu sisi katedral
    Detail salah satu sisi katedral
  • Menara katedral
    Menara katedral

Di belakang gereja, dapat tampak dengan jelas Menara Kuala Lumpur yang menghiasi eksterior gereja.

  • Menara Kuala Lumpur terlihat di belakang katedral
    Menara Kuala Lumpur terlihat di belakang katedral
  • Tampak belakang katedral
    Tampak belakang katedral

Interior

Keseluruhan interior dilihat dari pintu utama katedral

Pada bagian interior gereja, terlihat jelas panti umat yang luas dengan dinding dalam yang dicat dengan dominasi warna kuning-krem beraksen putih, sama seperti eksterior gereja. Terdapat tiga area panti umat, semua berpusat pada panti imam yang terletak di transep utama gereja. Pada ceruk transep utama gereja, terdapat ukiran berbahasa Latin yang bertuliskan " Sanctus, Sanctus, Sanctus" yang berarti "Kudus, Kudus, Kudus". Di bawah tulisan tersebut, terdapat tiga panel jendela kaca patri bergambarkan kisah-kisah Alkitabiah dari Perjanjian Baru.

  • Keseluruhan Panti Imam
    Keseluruhan Panti Imam
  • Panti Imam dengan katedra Uskup Agung
    Panti Imam dengan katedra Uskup Agung

Di panti imam, dapat terlihat jelas Altar beraksen emas dengan sebuah salib, serta katedra atau Takhta Uskup Agung yang terletak di samping kanan Altar.

  • Panti Imam tampak dekat, terlihat jelas ukiran Latin bertuliskan " Sanctus, Sanctus, Sanctus" di atas Altar
    Panti Imam tampak dekat, terlihat jelas ukiran Latin bertuliskan " Sanctus, Sanctus, Sanctus" di atas Altar
  • Altar
    Altar
  • Katedra atau Takhta Uskup Agung
    Katedra atau Takhta Uskup Agung

Di samping kiri Altar, terdapat sebuah bejana pembaptisan bercorak mosaik warna-warni serta ikon Maria, Bunda Allah.

  • Bejana pembaptisan
    Bejana pembaptisan
  • Ikon Maria, Bunda Allah
    Ikon Maria, Bunda Allah

Di ceruk-ceruk sekitar Altar, dapat ditemui ikon Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria.

  • Lukisan Hati Kudus Yesus
    Lukisan Hati Kudus Yesus
  • Patung Bunda Maria
    Patung Bunda Maria

Uniknya, terdapat dua buah ruang menyusui di dalam katedral.

  • Ruang Menyusui di dekat pintu keluar samping katedral
    Ruang Menyusui di dekat pintu keluar samping katedral

Secara total, kapasitas interior Katedral Kuala Lumpur berkisar antara 800-1.000 umat, dalam keadaan duduk, tetapi bisa mencapai 2.500 orang jika berdiri.

  • Panti umat dilihat dari narteks
    Panti umat dilihat dari narteks
  • Panti umat di sisi
    Panti umat di sisi
  • Umat berdoa jelang Misa
    Umat berdoa jelang Misa

Di dalam katedral juga dapat dengan mudah ditemui patung-patung orang kudus, seperti Patung Hati Kudus Yesus, Patung Madonna dan Kanak-kanak Yesus, Patung Santo Yosef. Di berbagai sudut katedral, juga mudah ditemui bejana air suci.

  • Patung Hati Kudus Yesus
    Patung Hati Kudus Yesus
  • Patung Bunda Maria dan Kanak-kanak Yesus
    Patung Bunda Maria dan Kanak-kanak Yesus
  • Patung Santo Yosef
    Patung Santo Yosef
  • Bejana air suci
    Bejana air suci

Plafon runtuh 2023

Katedral Kuala Lumpur pada Juli 2025

Pada 10 Februari 2023, sekitar pukul 14.30, sebagian langit-langit runtuh di salah satu sisi katedral.

Setelah diperiksa, area yang terkena adalah korban serangan rayap. Karena runtuh, ada beberapa kerusakan pada area altar dan beberapa bangku.

Pastor Paroki, Pastor Gerard Theraviam mengumumkan bahwa misa akan ditangguhkan di katedral dan akan dipindahkan ke Biara Bukit Nanas sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Bangunan katedral ditutup untuk umum sampai pekerjaan selesai.

Perbaikan dan Penggunaan Kembali

Saat ini, bagian interior katedral masih diperbaiki dan dilakukan pengecatan ulang pada hampir setiap sisi dinding interior dan eksterior katedral.

Misa telah dilaksanakan kembali di dalam bangunan katedral.

Fasilitas

Di halaman katedral, terdapat sebuah grotto atau Gua Maria yang terletak sangat dekat dengan pintu masuk utama. Di belakang katedral terdapat kantor parokial dan pastoran. Di samping katedral juga terdapat Gedung Karya Pastoral "Magnificat Community Center". Di sampingnya pula, terdapat kediaman Uskup Agung. Di halaman katedral juga terdapat Patung Santo Mikael sedang menaklukan Setan.

  • "Magnificat Community Center"
    "Magnificat Community Center"
  • Kompleks Kediaman Uskup Agung di samping "Magnificat Community Center"
    Kompleks Kediaman Uskup Agung di samping "Magnificat Community Center"
  • Pastoran dan kantor paroki
    Pastoran dan kantor paroki
  • Gua Maria
    Gua Maria
  • Patung Santo Mikael
    Patung Santo Mikael
  • Plang nama katedral
    Plang nama katedral

Aksesibilitas

Katedral Kuala Lumpur dapat diakses dari stasiun LRT Masjid Jamek dan stasiun Monorel Bukit Nanas.

Lihat juga

  • Gereja Katolik di Malaysia
  • Gereja Katolik Roma
  • Keuskupan Agung Kuala Lumpur
  • Daftar katedral di Malaysia
  • Daftar paroki di Malaysia
  • Daftar paroki di Keuskupan Agung Kuala Lumpur

Referensi

  1. 1 2 Shuib Taib (25 December 2014). "Places of Grace". New Straits Times. Diarsipkan dari asli tanggal 1 December 2022. Diakses tanggal 8 June 2023.
  2. ↑ Yeang, Ken (1992). The Architecture of Malaysia. Pepin Press. hlm. 230.
  3. 1 2 3 "History". St. John's Cathedral. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Desember 2015. Diakses tanggal 21 April 2015.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Lokasi
  3. Arsitektur
  4. Eksterior
  5. Interior
  6. Plafon runtuh 2023
  7. Perbaikan dan Penggunaan Kembali
  8. Fasilitas
  9. Aksesibilitas
  10. Lihat juga
  11. Referensi

Artikel Terkait

Malaysia

negara di Asia Tenggara

Gereja Katolik di Malaysia

artikel daftar Wikimedia

Konfrontasi Indonesia–Malaysia

konflik Militer atas pembentukan Malaysia (1963–1966)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026