Katedral Kuala Lumpur yang bernama resmi Katedral Santo Yohanes Penginjil adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di kota Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Katedral ini menjadi gereja induk bagi Keuskupan Agung Kuala Lumpur dan tempat kedudukan atau takhta Uskup Agung Kuala Lumpur, yang saat ini dijabat oleh Yang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Katedral Kuala Lumpur | |
|---|---|
| Katedral Santo Yohanes Penginjil | |
Katedral Kuala Lumpur pada Juli 2025 | |
Koordinat: 3°8′59.39″N 101°41′57.73″E / 3.1498306°N 101.6993694°E / 3.1498306; 101.6993694Lihat peta diperbesar Koordinat: 3°8′59.39″N 101°41′57.73″E / 3.1498306°N 101.6993694°E / 3.1498306; 101.6993694Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | 5 Jalan Bukit Nanas Kuala Lumpur |
| Negara | Malaysia |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Arsitektur | |
| Status | Katedral, gereja paroki |
| Status fungsional | Aktif |
| Gaya | Spanyol-Yunani[1] |
| Selesai | 1883 (bangunan asli)[1] 1955 (renovasi)[2] |
| Spesifikasi | |
| Jumlah menara | 2 |
| Administrasi | |
| Paroki | Katedral |
| Dekenat | Kuala Lumpur Tengah |
| Keuskupan Agung | Kuala Lumpur |
| Provinsi | Kuala Lumpur |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Yang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim |
| Jumlah imam | Romo Gerard Theraviam |
| Imam rekan | Romo Robert Kham |
Katedral Kuala Lumpur yang bernama resmi Katedral Santo Yohanes Penginjil (bahasa Melayu: Katedral St John Penginjilcode: ms is deprecated ) adalah sebuah gereja katedral Katolik yang terletak di kota Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia. Katedral ini menjadi gereja induk bagi Keuskupan Agung Kuala Lumpur dan tempat kedudukan atau takhta Uskup Agung Kuala Lumpur, yang saat ini dijabat oleh Yang Mulia, Mgr. Julian Leow Beng Kim.
Gereja pertama di lokasi terdekat didirikan pada tahun 1883, dan terdiri dari aula kayu panjang dengan beberapa jendela yang dibangun di kawasan hutan Bukit Nanas,[3] dan didedikasikan untuk Santo Yohanes Penginjil. katedral ini kemudian dibangun kembali dengan dinding bata dan beratap genteng, dan hari ini digunakan sebagai "Pusat Pelayanan Masyarakat". Bangunan saat ini dibangun pada tahun 1954 dan selesai pada tahun 1955 dan ditahbiskan pada tahun 1962, ketika itu juga dinaikkan statusnya menjadi katedral.[3] Bangunan ini terkenal dengan eksterior bercat putih dan menara kembar di barat depan. Itu juga termasuk jendela kaca patri dari Paris, yang menggambarkan pemandangan dari Injil.
Paroki ini telah berkembang jauh sejak awal, dari menjadi paroki ekspatriat dan Eurasia, dan sekarang menjadi paroki 'kosmopolitan' yang berkembang pesat. Terletak di jantung Kuala Lumpur, katedral ini juga menarik banyak pengunjung dan diplomat asing, selain umat paroki biasa, ke Misa hari Minggunya.[3]

Katedral Santo Yohanes terletak di sebelah St. John's Institution, yang terkenal dengan arsitektur Yunani-Spanyolnya. Sekolah ini mendapatkan namanya dari St John Baptist De La Salle dan didirikan oleh Lasallian Bruder.
Karena lokasinya yang menanjak Bukit Nanas, Katedral juga menjadi dekat dengan Biara Bukit Nanas, Hutan Lindung Bukit Nanas dan Menara Kuala Lumpur.

Katedral Kuala Lumpur dibangun dengan gaya arsitektur Yunani-Spanyol. Pada tampilan luar, dapat terlihat jelas dua buah menara gereja melambung tinggi dengan salib di bagian pucuknya. Adapun denah katedral ini berbentuk salib Latin.
Pada bagian atas fasad katedral, terdapat tulisan St. John's Cathedral (bahasa Indonesia: Katedral Santo Yohanes) dan sebuah salib di atasnya. Total terdapat tiga buah salib yang dapat diperhatikan pada fasad Katedral Kuala Lumpur. Di bawah tulisan tersebut, terdapat ukiran jendela mawar yang besar di atas pintu masuk.
Dinding Katedral Kuala Lumpur dicat dengan warna kuning-krem cerah dengan aksen putih. Pintu-pintu dan jendela utamanya dicat berwarna hijau muda dengan aksen Spanyol yang tegas, terutama terlihat pada bagian samping katedral.
Di belakang gereja, dapat tampak dengan jelas Menara Kuala Lumpur yang menghiasi eksterior gereja.

Pada bagian interior gereja, terlihat jelas panti umat yang luas dengan dinding dalam yang dicat dengan dominasi warna kuning-krem beraksen putih, sama seperti eksterior gereja. Terdapat tiga area panti umat, semua berpusat pada panti imam yang terletak di transep utama gereja. Pada ceruk transep utama gereja, terdapat ukiran berbahasa Latin yang bertuliskan " Sanctus, Sanctus, Sanctus" yang berarti "Kudus, Kudus, Kudus". Di bawah tulisan tersebut, terdapat tiga panel jendela kaca patri bergambarkan kisah-kisah Alkitabiah dari Perjanjian Baru.
Di panti imam, dapat terlihat jelas Altar beraksen emas dengan sebuah salib, serta katedra atau Takhta Uskup Agung yang terletak di samping kanan Altar.
Di samping kiri Altar, terdapat sebuah bejana pembaptisan bercorak mosaik warna-warni serta ikon Maria, Bunda Allah.
Di ceruk-ceruk sekitar Altar, dapat ditemui ikon Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria.
Uniknya, terdapat dua buah ruang menyusui di dalam katedral.
Secara total, kapasitas interior Katedral Kuala Lumpur berkisar antara 800-1.000 umat, dalam keadaan duduk, tetapi bisa mencapai 2.500 orang jika berdiri.
Di dalam katedral juga dapat dengan mudah ditemui patung-patung orang kudus, seperti Patung Hati Kudus Yesus, Patung Madonna dan Kanak-kanak Yesus, Patung Santo Yosef. Di berbagai sudut katedral, juga mudah ditemui bejana air suci.

Pada 10 Februari 2023, sekitar pukul 14.30, sebagian langit-langit runtuh di salah satu sisi katedral.
Setelah diperiksa, area yang terkena adalah korban serangan rayap. Karena runtuh, ada beberapa kerusakan pada area altar dan beberapa bangku.
Pastor Paroki, Pastor Gerard Theraviam mengumumkan bahwa misa akan ditangguhkan di katedral dan akan dipindahkan ke Biara Bukit Nanas sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Bangunan katedral ditutup untuk umum sampai pekerjaan selesai.
Saat ini, bagian interior katedral masih diperbaiki dan dilakukan pengecatan ulang pada hampir setiap sisi dinding interior dan eksterior katedral.
Misa telah dilaksanakan kembali di dalam bangunan katedral.
Di halaman katedral, terdapat sebuah grotto atau Gua Maria yang terletak sangat dekat dengan pintu masuk utama. Di belakang katedral terdapat kantor parokial dan pastoran. Di samping katedral juga terdapat Gedung Karya Pastoral "Magnificat Community Center". Di sampingnya pula, terdapat kediaman Uskup Agung. Di halaman katedral juga terdapat Patung Santo Mikael sedang menaklukan Setan.
Katedral Kuala Lumpur dapat diakses dari stasiun LRT Masjid Jamek dan stasiun Monorel Bukit Nanas.