Do You Believe? adalah sebuah film drama Kristen yang ditayangkan pada tahun 2015 disutradarai oleh Jonathan M. Gunn dan dibintangi oleh Ted McGinley, Mira Sorvino, Andrea Logan White, Lee Majors, Alexa PenaVega, Sean Astin, Madison Pettis, Cybill Shepherd, dan Brian Bosworth. Film ini secara resmi dirilis pada hari Jumat, 20 Maret 2015.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Do You Believe? | |
|---|---|
![]() Poster film | |
| Sutradara | Jonathan M. Gunn |
| Produser | Harold Cronk Michael Scott David A. R. White Russell Wolfe |
| Ditulis oleh | Chuck Konzelman Cary Solomon |
| Pemeran | Ted McGinley Mira Sorvino Andrea Logan White Lee Majors Alexa PenaVega Sean Astin Madison Pettis Cybill Shepherd Brian Bosworth |
| Penata musik | Will Musser |
| Penyunting | Vance Null |
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 115 menit[1] |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
Pendapatan kotor | $13 juta[2] |
Do You Believe? adalah sebuah film drama Kristen yang ditayangkan pada tahun 2015 disutradarai oleh Jonathan M. Gunn dan dibintangi oleh Ted McGinley, Mira Sorvino, Andrea Logan White, Lee Majors, Alexa PenaVega, Sean Astin, Madison Pettis, Cybill Shepherd, dan Brian Bosworth.[3] Film ini secara resmi dirilis pada hari Jumat, 20 Maret 2015.[4]
Film ini dimulai dengan penayangan suatu kutipan dari Surat Yakobus 2:17. Seorang pendeta terguncang hatinya setelah bercakap-cakap dengan seorang penginjil jalanan mengenai imannya, yang menyebabkan rangkaian peristiwa dengan melibatkan 12 orang berbeda, yang akhirnya berakhir pada satu peristiwa tak terlupakan yang mengubah hidup mereka.[5] Satu pasangan lanjut usia (Cybill Shepherd dan Lee Majors) kehilangan anak perempuan satu-satunya. Seorang pendeta (Ted McGinley) dan istrinya (Tracy Melchior) tidak bisa punya anak. Seorang janda (Mira Sorvino) dan anak perempuannya yang masih kecil (Makenzie Moss) menjadi tuna wisma, seorang perawat perempuan muda (Valerie Dominguez) dan suaminya (Liam Matthews) terlibat kasus pengadilan yang dapat menghancurkan kehidupan mereka.[6] Seorang gadis (Madison Pettis) hamil tua di luar nikah dan terlunta-lunta.[7] Seorang veteran perang (Joseph Julian Soria) pulang dengan post-traumatic stress disorder. Seorang perempuan yang depresi dan ingin bunuh diri (Alexa PenaVega) ingin bertemu ayahnya dan mendapatkan kasih sayang. Sebuah gang jalanan menjadi kacau setelah seorang anggotanya (Shwayze) tiba-tiba harus menyembunyikan diri dalam suatu kebaktian gereja untuk meloloskan diri dari kejaran polisi. Pesan dasar bagi semua orang yang terlibat dalam drama ini adalah pertanyaan yang sederhana - "Do You Believe?" ("Apakah engkau percaya?").[5]
Do You Believe? dibuka pada 1320 venue di gedung-gedung bioskop pada tanggal 20 Maret 2015 dan memperoleh $3.591.282 pada akhir minggu perdananya, menduduki posisi keenam dalam box office domestik Amerika Serikat, di belakang The Divergent Series: Insurgent, Cinderella, Run All Night, The Gunman, and Kingsman: The Secret Service.[2]
Peninjau film pada The Dove Foundation, Edwin L. Carpenter memulai tinjauannya dengan, "...film berbasis iman terbaik yang pernah saya tonton!" [8] Micheal Foust, menulis untuk The Christian Post menominasikan film ini sebagai film evangelistik terbaru yang terbaik, dengan alasan, "Mayoritas kritikus film mungkin memberi tinjauan yang menjelek-jelekkan, sebagian karena lebih bersifat evangelistik daripada film bioskop berbasis iman yang sukses akhir-akhir ini. Namun aku menebak mereka yang menontonnya akan menyukainya."[9]
Pada situs web Rotten Tomatoes dilaporkan rating 13% TOMATOMETER, berdasarkan 15 tinjauan, tetapi 87% dari 6.830 penonton melaporkan mereka menyukainya, menghasilkan Rotten Tomatoes Audience Score 4.3/5.[10]
"Do You Believe?" focuses on a dozen different lives that intersect on the streets of Chicago, starting with a local pastor (Ted McGinley) being moved by the visible faith of an old street-corner preacher, played by Delroy Lindo.
"Do You Believe," the follow-up to the hit film "God's Not Dead," will be released on March 20, Pure Flix announced on Friday.
The stories all seamlessly fit together by film's end, and the bridge scene is dramatic and powerful. I was not bored once during the movie and was deeply moved on several occasions.