Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang guru, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan, serta pendidikan profesi guru.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Dasar hukum | |
| Nomenklatur sebelumnya | Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan |
| Susunan organisasi | |
| Direktur Jenderal | Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd |
| Sekretaris Direktorat Jenderal | Temu Ismail, S.Pd., M.Si. |
| Direktur Pendidikan Profesi Guru | Ferry Maulana Putra, S. Pd., M. Ed. (Plt.) |
| Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan | Dr. Iwan Junaedi, M.Pd. |
| Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal | Suprapto, S.Ag., M.Ed., Ph.D. |
| Direktur Guru Pendidikan Dasar | Dr. Drs. Rahmadi Widiharto, M.A. |
| Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus | Putra Asga Elevri, S.Si., M.Si. |
| Kantor pusat | |
| Gedung D Kemendikbud Lantai 11 Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270 | |
| Situs web | |
| gtk | |
Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang guru, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan, serta pendidikan profesi guru.[1]
Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, direktorat jenderal ini juga memiliki 33 unit Balai Guru Penggerak yang tersebar di seantero Indonesia.[3]
Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru menyelenggarakan fungsi:[1]
Susunan organisasi Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru terdiri atas:[2]