Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dinas Keamanan Diplomatik Amerika Serikat

Dinas Keamanan Diplomatik atau Diplomatic Security Service (DSS) adalah badan penegak hukum dan keamanan utama dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Misi utamanya adalah melindungi aset diplomatik, personel, dan informasi, serta memerangi kejahatan transnasional yang terkait dengan penipuan visa dan paspor. DSS juga melakukan investigasi kontraterorisme, kontraintelijen, keamanan siber, dan investigasi kriminal di dalam dan luar negeri.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dinas Keamanan Diplomatik Amerika Serikat
Dinas Keamanan Diplomatik
Diplomatic Security Service
Lambang dari Diplomatic Security Service
Lencana agen khusus DSS
SingkatanDSS
Ikhtisar
Dibentuk1916: Bureau of Secret Intelligence
1945: Office of Security
1985: Diplomatic Security Service
Struktur yurisdiksi
Wilayah hukumAmerika Serikat
Markas besarWashington, D.C.

Agen federal2,200+ (2022)
Asisten Sekretaris
  • Paul Houston, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Keamanan Diplomatik
Lembaga indukBiro Keamanan Diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat
Unit taktiMobile Security Deployments
Fasilitas
Kantor lapangan8
Kantor lokal15
Kantor luar negeri285
Situs web
diplomaticsecurity.state.gov

Dinas Keamanan Diplomatik atau Diplomatic Security Service (DSS) adalah badan penegak hukum dan keamanan utama dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Misi utamanya adalah melindungi aset diplomatik, personel, dan informasi, serta memerangi kejahatan transnasional yang terkait dengan penipuan visa dan paspor. DSS juga melakukan investigasi kontraterorisme, kontraintelijen, keamanan siber, dan investigasi kriminal di dalam dan luar negeri.[1]

Ikhtisar

Bermula dari langkah-langkah keamanan diplomatik yang sudah diterapkan Amerika selama Perang Dunia Pertama, DSS secara resmi didirikan pada tahun 1985. Pendirian ini disusul dari peristiwa pengeboman mematikan pada tahun 1983 terhadap kedutaan besar AS dan barak Marinir di Beirut, Lebanon.[2] DSS adalah badan penegak hukum federal milik Amerika yang cukup dikenal di luar negeri. DSS merupakan badan federal dengan agen khusus yang paling banyak dikerahkan di luar Amerika Serikat. DSS bertugas melindungi 275 personel diplomatik AS di lebih dari 170 negara dan di lebih dari tiga puluh kota di AS.[3] DSS bergerak di bawah Kementerian Luar Negeri AS, agen khusus memiliki keunikan dalam penegakan hukum federal AS, karena mereka juga merupakan pegawai kementerian.

Kegiatan DSS yang paling terlihat adalah memberikan keamanan kepada Menteri Luar Negeri AS, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan diplomat senior lainnya. Sebagai bagian dari tugasnya untuk menyediakan lingkungan yang aman dan terjamin bagi petugas diplomasi AS, DSS juga melindungi pejabat asing yang mengunjungi Amerika Serikat. Selain itu, mereka memberi saran kepada duta besar AS tentang masalah keamanan, dan mengelola program keamanan untuk acara internasional, seringkali bekerja sama dengan mitra domestik dan asing.[4]

Meskipun paling dikenal karena peran keamanannya, DSS adalah badan penegak hukum yang lengkap. Badan tersebut dapat melakukan investigasi kriminal internasional, analisis ancaman, kontraterorisme, kontraintelijen, pengembangan teknologi keamanan, keamanan siber, dan investigasi perdagangan manusia internasional.

Badan ini mempekerjakan lebih dari 2.500 spesialis, termasuk agen khusus, petugas teknik keamanan, spesialis teknis keamanan, dan kurir diplomatik.[5] Agen khusus DSS adalah agen federal dengan wewenang untuk menangkap, membawa senjata api, menyerahkan surat perintah penangkapan, dan melakukan kegiatan penegakan hukum lainnya.[6]

Berbeda dengan sebagian besar agen penegak hukum federal AS yang merupakan anggota pegawai negeri federal, mayoritas agen khusus DSS adalah spesialis dari kementerian sekaligus petugas penegak hukum. Agen DSS memiliki persyaratan unik, yaitu diwajibkan untuk menjalani penugasan multi-tahun di luar negeri sebagai syarat kerja.

Ketika tidak dalam penugasan di luar negeri, agen DSS bertugas di markas besar yang terletak di Arlington, Virginia, atau di salah satu dari tiga puluh tiga kantor lapangan di seluruh negeri. Sebagian kecil agen khusus DSS adalah anggota pegawai negeri Kementerian Luar Negeri dan tidak diwajibkan untuk menjalani penugasan di luar negeri. Sebaliknya, mereka berfokus pada investigasi kriminal dan perlindungan pejabat di dalam Amerika Serikat.

Ketika ditugaskan ke kantor lapangan domestik dalam negeri, agen khusus DSS menyelidiki kejahatan transnasional, penipuan paspor, penipuan visa, serta melindungi pejabat asing yang berkunjung ke daerahnya. Mereka juga menyelidiki aktivitas badan intelijen asing yang menargetkan kepada operasi internal Kementerian Luar Negeri AS, membantu menangkap buronan yang melarikan diri dari Amerika Serikat, dan melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap pegawai, pelamar, dan kontraktor Kementerian Luar Negeri.

Agen khusus DSS yang berperingkat tertinggi di kedutaan besar atau konsulat memegang gelar petugas keamanan regional (RSO) dan sering dikenal sebagai "security attaché".

Sejarah

Asal-usul DSS dapat ditelusuri kembali ke tahap awal Perang Dunia Pertama. Saat itu, Amerika Serikat, yang berupaya menjaga netralitasnya, justru menjadi sasaran spionase, sabotase, dan penipuan paspor palsu. Mata-mata Jerman dan Austria diketahui melakukan operasi di New York menggunakan dokumen identitas palsu atau curian. Pada akhir tahun 1915, Menteri Luar Negeri Robert Lansing merekomendasikan pembentukan satuan tugas penegak hukum internasional di dalam Departemen Luar Negeri untuk menyelidiki kejahatan semacam itu.

Bureau of Secret Intelligence

Ketika sarannya tidak mendapatkan dukungan, pada tanggal 4 April 1916, Menteri Robert Lansing, dengan izin dari Presiden AS Woodrow Wilson, membentuk satuan tugasnya sendiri, Biro Intelijen Rahasia atau Bureau of Secret Intelligence, yang ia juluki "Dinas Rahasia Kementerian Luar Negeri."[7][8] Sebagai bagian tambahan yang tidak resmi dari Divisi Informasi, Biro ini juga dikenal sebagai Kantor Agen Khusus Kepala, kemungkinan untuk menyamarkan operasi sensitifnya.[9][10]

Didukung oleh dana rahasia dari kantor menteri, pasukan kecil ini terdiri dari agen-agen dari Dinas Rahasia AS atau US Secret Service, yang berspesialisasi dalam mata uang palsu, dan agen-agen dari Dinas Inspeksi Pos AS atau Postal Inspection Service (USPIS), yang memiliki laboratorium forensik terbaik di Amerika Serikat.[11] Para agen diawasi oleh seorang perwira Dinas Luar Negeri bernama Leland Harrison. Tim ini bertugas utama dalam kontraspionase dan kontraintelijen. Selain itu, mereka juga menyelidiki penipuan paspor, melindungi diplomat AS dan asing di wilayah AS, serta memproses laporan ancaman dari kedutaan atau konsulat AS di luar negeri. Setelah AS terlibat dalam perang, Biro ini juga menginternir dan menukar pejabat diplomatik negara-negara musuh.

Setelah perang berakhir, Kongres mengesahkan undang-undang yang mewajibkan warga negara Amerika kembali dengan paspor dan warga negara asing yang tinggal di AS masuk dengan visa. Agen-agen Departemen Luar Negeri kemudian mulai menyelidiki kasus-kasus penipuan paspor dan visa yang terjadi setelahnya. Sekitar waktu yang sama, agen-agen Departemen Luar Negeri mulai melindungi tamu-tamu terhormat yang berkunjung ke Amerika Serikat.

Pada tahun 1920-an, agen khusus DSS tidak lagi melaporkan kegiatan operasinya langsung kepada Menteri Luar Negeri, melainkan kepada asisten menteri luar negeri pada bidang administrasi. Dalam dua dekade berikutnya, peredaran paspor palsu banyak terdeteksi dan dinetralisasi di seluruh dunia, yang seringkali melibatkan baik Komunis maupun Nazi.

Office of Security

Selama Perang Dunia II, agen-agen Kementerian Luar Negeri AS kembali terlibat dalam penahanan dan pertukaran pejabat diplomatik dari negara-negara musuh. Pada masa ini, Biro Intelijen Rahasia atau Bureau of Secret Intelligence mulai dikenal sebagai SY (singkatan dari Office of Security), yang kemudian berada di bawah Biro Administrasi dari Wakil Sekretaris Manajemen Kementerian Luar Negeri. Setelah Perang Dunia II, SY mulai memperluas kehadirannya di luar negeri, dengan banyak posisi Petugas Keamanan Regional (RSO) yang dibuat di pos-pos luar negeri.

Dimulai setelah Perang Dunia II, SY mulai rutin memberikan perlindungan kepada kepala negara yang berkunjung, meskipun sebelumnya pernah diterapkan secara sporadis sejak tahun 1930-an. Sebelum keberangkatannya pada tahun 1947, Direktur SY saat itu mulai mengkodifikasi prosedur untuk keamanan di luar negeri. Proses ini berlanjut pada akhir tahun 1940-an, dengan dibentuknya sejumlah posisi RSO.

Sejak saat itu hingga awal tahun 1970-an, jumlah agen relatif kecil, berkisar sekitar 300, dengan lebih dari separuhnya bertugas di luar negeri setiap saat. Pengeboman Kedutaan Besar AS pada April 1983 menjadi titik balik bagi Kementerian Luar Negeri, yang kemudian mengubah SY menjadi Diplomatic Security Service (DSS) sebagai bagian dari Biro Keamanan Diplomatik dengan ruang lingkup yang lebih luas.

Diplomatic Security Service

Kongres AS membentuk sebuah komisi yang dipimpin oleh Laksamana Bobby Ray Inman untuk menyelidiki pengeboman fasilitas diplomatik AS di Beirut. Laporan Inman yang dihasilkan merekomendasikan agar keamanan di Kementerian Luar Negeri perlu ditingkatkan menjadi prioritas yang lebih tinggi.

Pada tahun 1985, Kongres membentuk Biro Keamanan Diplomatik, sebuah biro cabang dari Kementerian Luar Negeri yang dipimpin oleh asisten menteri luar negeri untuk keamanan diplomatik beserta Dinas Keamanan Diplomatik (DSS) yang dipimpin oleh Direktur DSS berada di bawah Biro Keamanan Diplomatik.[12] Penting untuk diingat bahwa DSS adalah badan penegak hukum federal, Biro Keamanan Diplomatik bukanlah penegak hukum.[13]

Sekretaris pertama untuk Biro Keamanan Diplomatik adalah seorang petinggi Kementerian Luar Negeri, sementara beberapa yang terakhir adalah agen khusus DSS senior yang telah pensiun. Dengan pembentukan DSS, jumlah agennya tumbuh hingga lebih dari 1.000. Namun, pada pertengahan 1990-an, pemotongan anggaran dipaksakan oleh Kongres kepada Kementerian Luar Negeri AS, dan kementerian tersebut pada gilirannya memangkas anggaran DSS hingga menyusut menjadi sedikit di atas 600 agen.[14]

Organisasi

Ada banyak kebingungan masyarakat terhadap Kementerian Luar Negeri AS mengenai hubungan antara Biro Keamanan Diplomatik (DS) dan Dinas Keamanan Diplomatik (DSS).

DS mengawasi semua hal terkait keamanan di Kementerian Luar Negeri, termasuk keamanan di kedutaan dan konsulat AS. DS memiliki sekitar 40.000 karyawan, di mana sekitar 2.500 di antaranya adalah spesialis dan agen khusus yang ditugaskan untuk DSS. Dengan demikian, DSS adalah bagian dan mekanisme utama bagi Biro Keamanan Diplomatik dalam menjalankan misi penegakan hukum (penyelidikan kriminal) dan keamanannya.

Semua karyawan yang bekerja untuk Biro Keamanan Diplomatik, termasuk mereka yang berada di DSS, disebut sebagai karyawan DS. Agen khusus DSS sering ditugaskan pada posisi di dalam DSS, tetapi kadang-kadang juga bekerja di luar struktur biro mereka.

Yurisdiksi

Agen khusus DSS melakukan koordinasi keamanan untuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan PBB

Tugas utama DSS yang paling dikenal adalah memberikan perlindungan kepada personel kedutaan dan konsulat. Penugasan perlindungan pejabat yang paling diutamakan adalah untuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memiliki detail perlindungan yang sama.

Beberapa duta besar AS juga menerima perlindungan dari DSS, di samping keamanan yang disediakan oleh negara tuan rumah di luar negeri, tergantung pada pos atau penempatan mereka.

Selain itu, DSS biasa menangani perlindungan dari kunjungan pejabat tinggi negara-negara besar yang sedang berkunjung, kepala negara dan pemerintahan yang tidak diakui secara resmi oleh AS, kepala organisasi internasional besar, dan diplomat tingkat tinggi.

Operasi keamanan yang pernah dilakukan DSS meliputi perlindungan kepada anggota utama keluarga kerajaan Inggris, Dalai Lama Keempat, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, Putri Diana, Yasser Arafat, Tsai Ing-wen, dan Boris Yeltsin.[15][16] DSS juga dapat memberikan perlindungan kepada individu berisiko tinggi yang mengunjungi Amerika Serikat, seperti pembangkang asing terkemuka atau pemimpin oposisi.

Meskipun DSS melindungi pejabat asing yang berkunjung, Kementerian Luar Negeri AS tetap bertanggung jawab atas perlindungan kedutaan besar dan konsulat asing di wilayah AS.[17]

Selama pertemuan tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September, DSS bersama dengan Dinas Rahasia (US Secret Service) dan badan federal lainnya, melindungi ratusan pejabat asing yang mengunjungi kota New York.

DSS memiliki wewenang untuk memberikan perlindungan kepada kepala negara asing dan menjadi badan utama untuk peran ini hingga awal tahun 1970-an. Namun, berdasarkan perintah yang ditandatangani oleh Presiden Richard Nixon memberikan tanggung jawab utama perlindungan kepala negara (presiden) yang berkunjung kepada Dinas Rahasia.[18]

  • Agen khusus DSS melindungi diplomat John Kerry sebelum berangkat dari Prancis
    Agen khusus DSS melindungi diplomat John Kerry sebelum berangkat dari Prancis
  • Agen khusus DSS mempersiapkan kedatangan diplomat Mike Pompeo untuk menemui Kim Jong Un di Pyongyang.
    Agen khusus DSS mempersiapkan kedatangan diplomat Mike Pompeo untuk menemui Kim Jong Un di Pyongyang.
  • Agen khusus DSS melakukan penjagaan pada pintu masuk tamu VIP pada pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York
    Agen khusus DSS melakukan penjagaan pada pintu masuk tamu VIP pada pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York
  • Agen khusus DSS menunggu kedatangan perwakilan PBB Kelly Craft di kantor PBB
    Agen khusus DSS menunggu kedatangan perwakilan PBB Kelly Craft di kantor PBB

Pelatihan

Agen khusus DSS mengikuti pelatihan bersama di luar gedung kedutaan AS di Bamako, Mali

Setelah calon agen direkrut, mereka akan memulai program pelatihan yang berlangsung hampir sembilan bulan. Program ini meliputi Kursus Pelatihan Penyidik Kriminal (CITP) di Pusat Pelatihan Penegakan Hukum Federal (FLETC) milik Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, Kursus Agen Khusus Dasar (BSAC) di Pusat Pelatihan Keamanan Diplomatik (DSTC), dan Pusat Pelatihan Keamanan Urusan Luar Negeri (FASTC), serta kursus-kursus di Institut Dinas Luar Negeri (FSI) di Arlington, Virginia. Setelah menyelesaikan semua pelatihan awal, para agen diwajibkan untuk lulus kualifikasi ulang triwulanan pada senjata tugas mereka, termasuk Glock 19M, Glock 26, Mk18, dan senapan gentel Remington 870.

Seorang agen khusus yang baru dilantik biasanya akan ditugaskan ke kantor lapangan dalam negeri selama dua hingga tiga tahun sebelum kemudian mendapatkan penugasan di luar negeri. Namun, seorang agen juga dapat dikirim untuk penugasan sementara ke luar negeri bahkan ketika sedang ditugaskan di pos domestik. Agen dapat dipanggil ke luar negeri lebih awal, tergantung pada kebutuhan DSS. Sebagai bagian dari Kementerian Luar Negeri, agen khusus DSS menghabiskan hampir separuh karier mereka untuk tinggal dan bekerja di luar negeri, seringkali di lingkungan berbahaya dan/atau negara berkembang di seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa durasi pelatihan yang disebutkan

  • Kursus Agen Khusus Dasar (BSAC) (termasuk FLETC): 9 bulan
  • Kursus Petugas Keamanan Regional Dasar (Sekolah RSO): 3 bulan
  • Taktik Lanjut dan Kepemimpinan (ATLaS): 11 minggu
  • Pelatihan Bahasa: 2–12 bulan per bahasa
  • Kursus Senjata Api Lapangan Dasar (BFFOC): 2 minggu
  • Kursus Senjata Api Lingkungan Berisiko Tinggi (HREFC): 3 hari

Perlengkapan

Senjata api

Saat ditugaskan di Amerika Serikat, agen khusus diizinkan untuk membawa senjata api baik saat bertugas maupun di luar jam tugas. Namun, ketika ditugaskan di luar negeri, mereka hanya diizinkan membawa senjata api jika telah disetujui oleh kepala operasi.[19]

Nama senapan Negara asal Tipe Status
Smith & Wesson Model 19  Amerika Serikat Revolver[20] Retired
SIG P228  Jerman Pistol semi otomatis
SIG P229  Jerman
Uzi  Israel Pistol mitraliur
Colt SMG  Amerika Serikat
Ruger Mini-14 Senapan serbu
Glock 19M  Austria Semi-automatic pistol Standard issue
Glock 26
Remington 870  Amerika Serikat Shotgun
Colt M4 Senapan serbu
Heckler & Koch MP5  Jerman Pistol mitraliur Additional issue
Close Quarters Battle Receiver  Amerika Serikat Senapan serbu
M249 Senapan mesin
M240 Senapan mesin
M203 Pelontar granat
M2 Browning Senapan serbu

Pimpinan

Nama Tahun dinas
David C. Fields 1985–1986
Louis Schwartz, Jr. 1986–1988
Clark M. Ditmer 1988–1993
Mark E. Mulvey 1993–1996
Gregorie Bujac 1996–1998
Peter E. Bergin 1998–2003
Joe D. Morton 2003–2007
Gregory B. Starr 2007–2009
Patrick D. Donovan 2009
Jeffrey W. Culver 2009–2011
Scott Bultrowicz 2011–2012
Gregory B. Starr 2013–2013
Bill Miller 2014–2017
Christian J. Schurman 2017–2019
Todd J. Brown 2018–2020[21]
Carlos Matus 2020–petahana

Insiden

Sejak didirikannya Diplomatic Security Service (DSS), empat agen khusus telah gugur dalam menjalankan tugas.[22] Hingga Maret 2016, sebanyak 133 orang anggota militer negara yang menjadi tuan rumah dan anggota militer AS lainnya juga tewas saat menjalankan tugas keamanan diplomatik.[23]

Referensi

  1. ↑ Diplomatic Security Service: Then & Now. U.S. Department of State, Bureau of Diplomatic Security, p. 69.
  2. ↑ "Diplomatic Security: A Brief History". BUREAU OF DIPLOMATIC SECURITY, UNITED STATES DEPARTMENT OF STATE. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 27, 1997.
  3. ↑ "Bureau of Diplomatic Security". United States Department of State (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-12-11.
  4. ↑ "Bureau of Diplomatic Security". State.gov. 2012-05-11. Diakses tanggal 2012-05-17.
  5. ↑ Working for DSS – United States Department of State
  6. ↑ "Bureau of Diplomatic Security". State.gov. 2012-05-11. Diakses tanggal 2012-05-17.
  7. ↑ Sources: Washington Post, Sept 7, 2004, State's Security Bureau Takes on Expanded Role, Washington Post article by Robin Wright; (Book) 2002 Relentless Pursuit: The DSS and the Manhunt for the Al-Qaeda Terrorists, Samuel M. Katz.
  8. ↑ "U.S. Department of State DS Pictorial History Photo 5 of 192 – 1916: U.S. Secretary of State Robert Lansing creates an informal Secret Intelligence Bureau to examine information of a secret nature received from other U.S. agencies and from allied intelligence agents, and to oversee surveillance of the German Embassy in Washington, DC. The office is never a formal Department bureau but only a few special agents located within the Office of the Counselor. Lansing also proposes an inter-agency secret service to be centered in the Department of State, but the White House fails to act on the suggestion. In 1917, he hires the first Chief Special Agent, Joseph M. Nye. These initiatives come in response to German and Austrian acts of fraud, propaganda, sabotage, and espionage in the United States during the First World War. (Source: Library of Congress, National Photo Company Collection)". State.gov. Diakses tanggal 2012-05-17.
  9. ↑ Allen Dulles by James Srodes, Page 83
  10. ↑ Book: The Armies of Ignorance: The Rise of the American Intelligence Empire by William R. Corson, 1977; Page 74
  11. ↑ "h2g2 – The Diplomatic Security Service of the USA". Bbc.co.uk. 2003-10-21. Diakses tanggal 2012-05-17.
  12. ↑ "Statement on Signing the Omnibus Diplomatic Security and Antiterrorism Act of 1986". Reagan.utexas.edu. 1986-08-27. Diarsipkan dari asli tanggal September 10, 2015. Diakses tanggal 2012-05-17.
  13. ↑ "Statement of Qualifications for Purpose of Section 402 of The Omnibus Diplomatic Security and Antiterrorism Act of 1986" (PDF). 2022-03-01. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-04-05.
  14. ↑ "12 FAM 420 Post Operations – Post Security Management".
  15. ↑ "Protection of Palestinian Authority President Mahmoud Abbas". CBS News. 2009-09-25. Diarsipkan dari asli tanggal November 8, 2012. Diakses tanggal 2012-05-17.
  16. ↑ "Information on protection work". U.S. Department of State. Diakses tanggal July 16, 2007.
  17. ↑ "U.S. Code Title 22 Chapter 58 Subchater I section 4802(a)(1)(D) July 22, 2008". Law.cornell.edu. Diakses tanggal 2012-05-17.
  18. ↑ "State's Security Bureau Takes on Expanded Role". The Washington Post. 2004-09-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-14. Diakses tanggal 2012-05-17.
  19. ↑ "US Department of State Mobile Security Division". Specwarnet.net. 1985-11-04. Diakses tanggal 2012-05-17.
  20. ↑ "US Department of State Mobile Security Division". Specwarnet.net. 1985-11-04. Diakses tanggal 2012-05-17.
  21. ↑ "Todd J. Brown". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 18, 2019.
  22. ↑ "The Officer Down Memorial Page". Odmp.org. Diakses tanggal 2012-05-17.
  23. ↑ "Diplomatic Security Memorial". US Department of State. Diakses tanggal 19 March 2016.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Ikhtisar
  2. Sejarah
  3. Bureau of Secret Intelligence
  4. Office of Security
  5. Diplomatic Security Service
  6. Organisasi
  7. Yurisdiksi
  8. Pelatihan
  9. Perlengkapan
  10. Senjata api
  11. Pimpinan
  12. Insiden
  13. Referensi

Artikel Terkait

Garda Pesisir Amerika Serikat

Garda Pesisir Amerika Serikat (bahasa Inggris: United States Coast Guardcode: en is deprecated , disingkat USCG) adalah cabang layanan keamanan maritim, pencarian

Abraham Lincoln

Presiden Amerika Serikat Ke-16 (1861–1865)

Presiden Amerika Serikat

Kepala negara dan kepala pemerintahan Amerika Serikat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026