Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dinofelis

Dinofelis adalah genus kucing gigi-pedang yang punah milik tribus Metailurini. Mereka tersebar luas di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara setidaknya 5 juta sampai sekitar 1,2 juta tahun yang lalu. Fosil yang sangat mirip dengan Dinofelis ditemukan di Lothagam, Kenya yang berasal dari akhir kala Miosen atau sekitar 8 juta tahun yang lalu.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dinofelis
Genus karnivora yang sudah punahTemplat:SHORTDESC:Genus karnivora yang sudah punah

Dinofelis
Rentang waktu: Pliosen-Pleistosen
PreЄ
Є
O
S
D
C
P
T
J
K
Pg
N
Restorasi seniman dari D. barlowi
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Subordo: Feliformia
Famili: Felidae
Tribus: †Metailurini
Genus: †Dinofelis
Zdansky, 1924
Spesies tipe
Dinofelis cristata
(Falconer & Cautley, 1836)
Spesies lainnya
  • †Dinofelis aronoki Werdelin & Lewis, 2001
  • †Dinofelis barlowi (Broom, 1937)
  • †Dinofelis darti (Toerien, 1955)
  • †Dinofelis diastemata (Astre, 1929)
  • †Dinofelis paleoonca (Meade, 1945)
  • †Dinofelis petteri Werdelin & Lewis, 2001
  • †Dinofelis piveteaui (Ewer, 1955)
  • †Dinofelis werdelini Jiangzuo et al., 2023
Sinonim

Dinofelis

  • Therailurus

D. cristata

  • Felis cristata Falconer & Cautley, 1836
  • Felis grandicristata Bose, 1880
  • Uncia cristata Cope, 1880
  • Uncia grandicristata Cope, 1880
  • Dinofelis abeli Zdansky, 1924

D. diastemata

  • Felis diastemata Astre, 1929
  • Therailurus diastemata Piveteau, 1948
Artikel takson sembarang

Dinofelis adalah genus kucing gigi-pedang yang punah milik tribus Metailurini. Mereka tersebar luas di Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara setidaknya 5 juta sampai sekitar 1,2 juta tahun yang lalu (awal Pliosen hingga awal Pleistosen).[1] Fosil yang sangat mirip dengan Dinofelis ditemukan di Lothagam, Kenya yang berasal dari akhir kala Miosen atau sekitar 8 juta tahun yang lalu.

Deskripsi

Ukuran tubuh mereka antara ukuran macan tutul dengan singa,[2] tapi yang paling banyak berukuran sebesar jaguar (tingginya 70 cm dan beratnya 120 kg), kucing ini berukuran sedang tapi kuat yang memiliki dua gigi taring yang menonjol. Tungkai depannya sangat kuat dibandingkan dengan kucing modern (bahkan jaguar).

Dua spesimen diperiksa oleh Serge Legendre dan Claudia Roth untuk mencari massa tubuhnya. Spesimen pertama diperkirakan memiliki berat 314 kg (690 pon). Dan spesimen kedua diperkirakan memiliki berat 878 kg (1.900 pon).[3]

Berdasarkan preferensi Dinofelis' untuk tinggal di hutan, etolog William Allen et al. percaya bahwa Dinofelis memiliki kulit tutul atau bergaris.[4]

Paleobiologi

Analisis rasio isotop karbon pada spesimen-spesimen dari Swartkrans menunjukkan bahwa Dinofelis memilih memakan hewan yang berkawanan. Pemangsa hominid pertama dalam lingkungan ini pada saat itu kemungkinan besar merupakan macan tutul dan anggota Machairodontinae lain bernama Megantereon, yang rasio isotop karbonnya lebih mengindikasikan showed more bahwa mereka memakan hominid.[2]

Fosil dan tulang belulangnya ditemukan di Afrika Selatan bersama dengan babun yang mungkin dibunuh. Tulang dari beberapa spesimen dari Dinofelis dan babun ditemukan dalam perangkap alami.[5] Dinofelis mungkin telah memasuki tempat itu untuk memakan hewan yang terperangkap atau mungkin hanya berjalan ke lokasi dan tidak dapat keluar lagi. Beberapa situs fosil dari Afrika Selatan tampaknya menunjukkan bahwa Dinofelis mungkin telah diburu dan dibunuh Australopithecus africanus karena mereka menemukan sisa-sisa fosil Dinofelis, hominid, dan hewan besar lainnya pada periode itu. Juga karena sisa-sisa Dinofelis telah ditemukan di dekat fosil Paranthropus, beberapa tengkorak Paranthropus di antaranya memiliki lubang kembar yang aneh mirip jejak taring Dinofelis, memungkinkan kalau Dinofelis telah memangsa Hominid juga. Namun, hal ini mungkin jarang terjadi, karena rasio isotop karbon bertentangan dengan hal ini.[2]

Diperkirakan bahwa kehilangnya secara bertahap hutan di mana Dinofelis diburu mungkin telah berkontribusi untuk kepunahan pada awal zaman es.

Terdapat beberapa indikasi mengenai keberadaan spesies lain yang berkerabat.[6]

Taksonomi

Kucing besar nan menyeramkan ini memiliki beberapa spesies yaitu:

  • Dinofelis aronoki: Hidup pada zaman Villafranchia dan era Biharia di Kenya dan Etiopia.
  • Dinofelis barlowi: Hidup di awal Pliosen hingga akhir Pleistosen. Tersebar di Eropa, Amerika Utara, dan Asia tetapi terutama di Afrika. Tingginya 70 cm dan panjangnya 1 m. Mungkin spesies terkecil Dinofelis .
  • Dinofelis cristata: Tersebar di Tiongkok. (Termasuk D. abeli.)
  • Dinofelis darti: Hidup di Afrika Selatan pada zaman Villafranchia.
  • Dinofelis diastemata: Eropa
  • Dinofelis paleoonca: Amerika Utara
  • Dinofelis petteri: Afrika Timur
  • Dinofelis piveteaui: Afrika Selatan
  • Dinofelis sp. "Langebaanweg"
  • Dinofelis sp. "Lothagam"

Catatan kaki

  • iconPortal Paleontologi
  1. ↑ "Dinofelis". www.prehistoric-wildlife.com. Diakses tanggal 2020-11-24.
  2. 1 2 3 "Dinofelis – hominid hunter or misunderstood feline? – Maropeng and Sterkfontein Caves | Official Visitor Centres for the Cradle of Humankind World Heritage Site". www.maropeng.co.za (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-11-24.
  3. ↑ Legendre, Serge & Roth, Claudia (1988), "Correlation of carnassial tooth size and body weight in recent carnivores (Mammalia)", Historical Biology, 1 (1): 85–98, doi:10.1080/08912968809386468
  4. ↑ Switek, Brian. "Did Saber Cats Have Spotted and Striped Coats?".
  5. ↑ "Dinofelis piveteaui". prehistoric-fauna.com. Diakses tanggal 2020-11-24.
  6. ↑ Werdelin & Lewis 2001,  .

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Dinofelis.
  • Haines, Tom & Chambers, Paul (2006), The Complete Guide to Prehistoric Life, Canada: Firefly Books, hlm. 181
  • Turner, Alan (1997), The Big Cats and their fossil relatives, New York: Columbia University Press, ISBN 0-231-10228-3
  • Werdelin, Lars & Lewis, Margaret E. (2001), "A revision of the genus Dinofelis (Mammalia, Felidae)", Zoological Journal of the Linnean Society, 132 (2): 147–258, doi:10.1006/zjls.2000.0260
  • l
  • b
  • s
Machairodontinae
  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Klad: Synapsida
  • Kelas: Mammalia
  • Ordo: Carnivora
  • Famili: Felidae
Homotherini
  • Amphimachairodus
  • Lokotunjailurus
  • Homotherium
  • Nimravides
  • Xenosmilus
Smilodon fatalis
Metailurini
  • Adelphailurus
  • Dinofelis
  • Pontosmilus
  • Stenailurus
  • Metailurus
  • Yoshi
Smilodontini
  • Megantereon
  • Paramachairodus
  • Rhizosmilodon
  • Smilodon
  • Promegantereon
Machairodontini
  • Hemimachairodus
  • Miomachairodus
  • Machairodus
Pengidentifikasi takson
Dinofelis
  • Wikidata: Q133364
  • Wikispecies: Dinofelis
  • EoL: 4444442
  • GBIF: 4833951
  • IRMNG: 1391305
  • Open Tree of Life: 3613240
  • Paleobiology Database: 41052
  • ZooBank: 63E7AF25-C107-482F-8013-BFFD35BF2E89

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Paleobiologi
  3. Taksonomi
  4. Catatan kaki
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar hewan purbakala

artikel daftar Wikimedia

Machairodontinae

panjangnya itu bervariasi. Bahkan, dalam beberapa Machairodontines seperti Dinofelis, panjang taring atasnya menyerupai panjang yang lebih umum ditemukan pada

Daftar genus karnivor

Didymictis † Dinaelurus † Dinailurictis † Dinictis † Dinobastis † Dinocyon † Dinofelis † Diplogale Dologale Dusicyon † Eira Ekorus † Enhydra Eosictis † Epicyon

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026